
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 227
(Mulai lepas)
...•...
...•...
Reva pun keluar menemui Reno setelah melihat adiknya tadi tampak terburu-buru masuk ke dalam rumah sampai tak merespon pertanyaan darinya, ia penasaran ada apa sebenarnya dan mengapa Lyota terlihat buru-buru sekali. Itulah alasan Reva keluar dan bertemu dengan Reno yang menunggu disana, ya karena ia ingin bertanya mengenai itu.
"Reno!"
Reno yang tengah duduk melamun terkejut mendengar suara Reva tersebut, ia langsung bangkit dari duduknya dan berdiri tepat di samping gadis yang tak lain ialah calon iparnya. Ya Reno memang harus memanggil Reva dengan sebutan kakak karena bagaimanapun Reva adalah kakak kandung dari calon istrinya, biarpun umurnya dengan Reva tentunya masih lebih tua Reno.
"Eh iya, ada apa kak?" tanya Reno tersenyum sembari meletakkan dua tangannya di depan.
"Itu barusan Lyota masuk buru-buru banget, kenapa ya? Emangnya kalian mau ngapain sih?" ujar Reva terlihat kebingungan dan bertanya pada Reno.
"Ohh, Lyota mau panggil ibu Julia. Kita rencananya mau bawa Bu Julia ke rumah sakit buat kontrol kesehatan, kata Lyota hari ini tuh jadwalnya Bu Julia buat kontrol. Makanya saya minta Lyota buat jemput ibunya di dalam dan nanti saya sama dia bakal bawa Bu Julia ke rumah sakit, itu aja sih kak." ucap Reno menjelaskan pada Reva.
__ADS_1
"Oalah, iya juga ya. Aku baru inget kalau sekarang jadwalnya ibu kontrol ke rumah sakit, makasih ya Reno kamu udah mau bantu ibu aku!" ucap Reva.
"Sama-sama, kak. Ini kan udah tugas saya juga sebagai calon menantu Bu Julia, sebentar lagi kan saya dan Lyota akan menikah." ucap Reno.
"Ahaha, emang kamu udah minta restu sama orang tua kamu buat nikah sama adik aku? Terus apa mereka pada setuju sama keputusan kamu ini? Secara kan Lyota bukan terlahir di keluarga berada kayak kamu, jadi aku khawatir aja kalau misal orang tua kamu nantinya gak setuju." ucap Reva.
"Kak Reva, saya ini anak laki-laki dan saya sudah dewasa. Saya juga udah pernah menikah, jadi sekarang semuanya terserah saya dong mau menikah lagi dengan siapa. Ya emang sih tadi saya udah coba minta restu sama mama saya dan beliau gak setuju dengan rencana saya ini, tapi saya sama Lyota akan terus berusaha kok!" ucap Reno.
"Kamu emang bener-bener tulus cinta sama Lyota?" tanya Reva.
"Ya iya dong, kak! Kalau aku gak tulus, buat apa aku bela-belain terus deketin Lyota? Dari yang awalnya dia jutek banget sama aku, sampai sekarang dia mau terima aku buat jadi suaminya." jawab Reno.
"Emang apa sih yang kamu sukai dari adik aku itu? Wajahnya atau apanya?" tanya Reva.
"Cinta itu gak melulu soal fisik, kak. Ya emang sih jujur, aku awal tertarik sama Lyota itu karena kecantikan wajahnya! Tapi, lama-kelamaan aku juga bertambah cinta sama dia ya karena sifatnya yang baik dan sayang sama orangtuanya. Aku mau dia juga bisa jadi istri aku yang sayang sama aku sebagai suaminya dan anak aku sebagai anaknya, itu alasan aku pilih Lyota!" jawab Reno.
Reva tersentuh mendengar jawaban dari Reno, ia kini tau kalau Reno memang tulus mencintai adiknya dan ia tak perlu khawatir lagi jika Lyota ditinggal begitu saja oleh Reno, karena pastinya Reno tidak akan melakukan itu kepada Lyota.
"Aamiin! Makasih kak! Oh ya, kak Reva sendiri udah punya pacar apa belum nih?" ujar Reno.
Reva terlihat malu-malu menjawab pertanyaan dari Reno, ya karena ia masih jomblo.
...•••...
Disisi lain, Tania tampak tertawa lepas saat mendengar cerita dari Eva mengenai masa kecil Revan yang sangat lucu. Ya akhirnya saat ini Tania tak merasa canggung lagi ketika bersama calon mama mertuanya itu, karena memang ia tak tahan lagi untuk tertawa setelah tahu kelakuan calon suaminya di masa kecil dahulu.
Eva pun sangat senang dapat berbincang dengan lancar dengan Tania, tanpa ada rasa gugup atau malu-malu lagi dari gadis tersebut. Ya sebelumnya ia harus bersusah payah dulu untuk membuat Tania bisa selepas ini berbicara padanya, memang membutuhkan waktu cukup lama sampai akhirnya Eva menemukan formula untuk membuat Tania tidak canggung lagi padanya yakni masa kecil Revan.
__ADS_1
"Hahaha, itu beneran, mah? Dulunya Revan suka bicara sendiri sama mobil-mobil mainannya? Kok aku ngakak banget ya mah dengarnya?" tanya Tania.
"Hahaha, mama juga kalo diingat-ingat masih pengen ketawa mulu karena emang Revan itu aneh banget anaknya pas kecil. Dia juga suka jalan-jalan keliling rumah sambil berlagak kayak supir mobil gitu, dia gunain tangannya yang dikepal buat jadi mobilnya!" jawab Eva sambil menahan tawa.
"Oh ya? Aduh, Revan bener-bener kocak banget deh waktu kecilnya!" ujar Tania tertawa lepas.
Melihat mama serta calon istrinya tertawa-tawa seperti itu di samping rumah, Revan pun penasaran dan berniat menghampiri keduanya untuk bertanya langsung apa yang mereka bicarakan sampai bisa membuat Tania tertawa selepas itu, ya ia cukup heran karena sebelumnya Tania masih malu-malu untuk bicara dengan mama dan papanya.
"Mah, Tania. Lagi pada ngobrolin apaan sih?" tanya Revan dengan wajah penasarannya.
Sontak Eva serta Tania pun menoleh secara bersamaan ke arah Revan, mereka kompak tertawa sembari menutup mulut melihat kehadiran pria yang sedari tadi mereka bicarakan. Tentu hal tersebut membuat Revan makin penasaran dan tak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada keduanya itu.
"Ada apa sih ini? Kenapa malah makin pada ketawa pas lihat aku? Emang apa yang lucu, mah?" tanya Revan sangat-sangat penasaran.
"Hahaha, ini dia orangnya muncul Tania." ujar Eva.
"Iya mah, orang yang suka ngomong sendiri sama mobil-mobil mainannya." sahut Tania sambil menahan tawa dengan mulutnya.
"Hah? Mama ceritain soal itu ke Tania? Ya ampun mah, mama ini bikin aku malu aja sih! Itu kan aib masa kecil aku, mah!" ujar Revan.
"Gapapa, Revan! Justru bagus mama ceritain sekarang, supaya calon istri kamu ini bisa tau tentang calon suaminya nanti! Kan kalian akan menjalin hubungan rumah tangga," ucap Eva.
"Ya iya sih, mah. Tapi, kan bisa diceritain yang baik-baik. Jangan malah yang jelek kayak gitu!" ujar Revan sambil mendengus kesal.
"Ahaha, kamu gak usah ngambek gitu! Mama kamu tadi kan cuma mau bikin aku gak canggung lagi, dan terbukti berhasil kan? Soalnya aku ngakak banget dengernya, aku gak bisa bayangin kamu ngobrol sama mobil-mobil mainan itu!" ujar Tania.
Ya Tania dan Eva semakin kompak menertawakan Revan disana.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...