Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 276 (Memohon-mohon)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 219


(Memohon-mohon)


...•...


...•...


Keesokan paginya, Reno mengajak Lyota untuk ikut mengantar Tania kecil ke sekolah sesuai kemauan putrinya itu yang terus saja merengek minta diantar oleh Lyota alias calon mama barunya itu. Reno tampak senang melihat Tania yang sudah sangat akrab dengan Lyota, sehingga ia tak perlu susah membujuk putrinya itu untuk mau menerima Lyota.


Reno dan Tania kecil sudah sampai di halaman depan rumah Lyota, pria tersebut pun meminta pada Tania untuk tetap di mobil sembari ia turun keluar menemui Lyota dan meminta pada gadis itu untuk ikut bersamanya mengantar Tania ke sekolah, untungnya Tania mau menurut dan tidak rewel ingin ikut masuk ke dalam rumah Lyota.


Saat hendak mengucap salam, secara kebetulan juga Reva muncul dari dalam rumah itu dan melihat Reno yang ada di depan pagar. Reva pun segera menghampiri calon iparnya tersebut ke dekat pagar untuk membukakan pintu, ia yakin sekali kalau Reno pastinya ingin bertemu dengan adiknya.


"Aduh, yang mau nikah! Pagi-pagi udah ngapelin aja, Lyota nya juga baru bangun tuh!" ujar Reva.


"Hah? Baru bangun? Seriusan kak?" tanya Reno sedikit terkejut mendengarnya.


"Iya lah, masa gue bohong sama lu? Yaudah, lu masuk aja dulu duduk disitu sembari nunggu Lyota beres dari kamar mandi!" ucap Reva.


"Ohh, ya kalo gitu saya mau minta anak saya buat ikut nunggu disana deh." ucap Reno.

__ADS_1


"Oh, lu ajak anak lu juga? Yaudah, suruh masuk aja sekalian ketemu sama ibu dan Niko! Mereka kan pada suka banget sama anak kecil, ya gue juga mau kenalan sih sama dia!" ujar Reva.


"Iya kak, sebentar ya!" ucap Reno.


"Iya..."


Reno pun kembali ke mobilnya untuk menjemput Tania kecil dan membawanya keluar menemui Reva yang ingin berkenalan, Reno membuka pintu mobilnya lalu berbicara pada putri cantiknya itu dan meminta Tania untuk ikut keluar bersamanya.


"Sayang, kita tunggu mama Lyota di dalam yuk! Sekalian papa juga mau kenalin kamu sama tante Reva, dia kakaknya mama Lyota dan mau kenalan sama kamu loh sayang! Pasti Tania mau dong punya temen baru yang bakal nemenin Tania nantinya?" ucap Reno sambil memegang tubuh putrinya.


"Wah! Mau banget, pah! Aku mau ketemu sama tante Reva, kakaknya mama Lyota!" ujar Tania.


"Oke bagus! Kalo gitu sekarang ikut papa yuk kesana!" ucap Reno tersenyum renyah.


"Iya pah, ayo!" ujar Tania sudah tidak sabar.


Reno pun langsung menggendong tubuh putrinya itu dan membawanya turun dari mobil untuk menemui Reva yang masih menunggu di depan gerbang.


"Iya pah..."


Reno pun menurunkan tubuh Tania agar gadis kecil itu bisa berkenalan langsung dengan Reva.


"Wah! Jadi kamu yang namanya Tania, anak papa Reno? Ih gemesin banget sih kamu, sayang! Tante jadi pengen deh nyubit pipi kamu itu, soalnya gak tahan sama gemesnya kamu!" ucap Reva.


"Ahaha, iya tante. Aku Tania anaknya papa Reno, jadi tante ini yang namanya tante Reva?" ucap Tania kecil.


"Aduh aduh, kamu udah imut suaranya bikin tambah gemes deh! Tante boleh gak mau peluk kamu, sayang?" ucap Reva berjongkok di hadapan Tania sembari memegang pundak gadis kecil itu.


"Boleh, aku juga mau digendong tante Reva!" ucap Tania kecil sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ahaha, oke deh!"


Reva langsung menggendong tubuh calon ponakannya itu dengan sangat gembira, entah mengapa ia sangat senang saat pertama kali melihat wajah Tania kecil.


...•••...


Disisi lain, Velove memberanikan diri datang ke rumah Tania untuk meminta pada gadis itu agar ia diperbolehkan mengantar Rania ke sekolah. Ya Velove terpaksa melakukan itu, karena ia sangat merindukan putrinya dan berharap agar Tania mau mengizinkan ia untuk mengantar putrinya berangkat ke sekolah di pagi hari ini.


Tentu Tania tampak tak suka melihat kehadiran Velove di rumahnya, ingin sekali ia mengusir wanita tersebut dari sana jika saja tidak ada papanya disana yang menahannya.


Velove pun menggunakan jurus andalannya agar Tania luluh dan mau memberi izin padanya, ya Velove terpaksa memohon-mohon di hadapan Tania serta William untuk meminta agar ia diizinkan mengantar Rania ke sekolah pagi ini.


"Tania, tuan William. Saya janji, kali ini saya tidak akan mencoba untuk membawa kabur Rania lagi. Tapi, saya mohon tolong izinkan saya bertemu dan mengantar putri saya itu ke sekolah kali ini! Saya sangat rindu sama dia, sudah beberapa malam ini saya sulit tidur karena terus kepikiran dengannya. Pastinya kalian berdua tau, seperti apa perasaan seorang ibu pada anaknya?" ucap Velove memohon.


Tania terdiam dan menatap ke arah papanya untuk meminta pendapat, namun sepertinya William menyerahkan semua ini kepada Tania.


"Velove, dalam hal ini saya tidak dapat memberi keputusan apa-apa. Karena Rania itu dijaga dan dirawat oleh putri saya, Tania! Jadi, hanya Tania yang bisa memberi izin pada kamu apakah boleh atau tidak kamu membawa pergi Rania pagi ini." ucap William sembari menoleh ke arah putrinya.


"Baiklah, kalau begitu tolong izinkan saya mengantar Rania ke sekolah kali ini saja! Saya sudah sangat rindu ingin bertemu dengan dia dan memeluknya, Tania saya mohon izinkan saya! Kalau memang kamu masih tidak percaya dengan omongan saya, kamu bisa ikut dengan saya mengantar Rania ke sekolahnya pagi ini!" ucap Velove merengek.


Tania masih terdiam, ia bingung harus menjawab bagaimana kepada Velove. Jujur ia merasa kasihan saat melihat Velove memohon seperti itu padanya, terlebih ia juga tau kalau Velove adalah ibu kandung Rania dan berhak bertemu dengan Rania.


Ya namun itu dia, Tania masih agak khawatir dan takut kalau Velove sampai membawa Rania adiknya itu pergi darinya seperti sebelumnya. Tania tidak ingin itu semua terulang kembali kali ini, sebab itulah ia memilih mengizinkan Velove tapi dengan syarat ia harus ikut dengan mereka.


"Oke, aku kasih kamu izin buat antar Rania ke sekolah! Tapi, aku akan ikut bersama kalian dan kita pergi kesana dengan supirku!" ucap Tania.


"Ya, baiklah! Saya setuju kok, yang terpenting saya bisa bertemu lagi dengan putri saya itu. Jujur, saya sangat rindu dengan dia dan tidak tau lagi bagaimana caranya untuk bisa bertemu dengan dia selain datang kesini dan memohon kepada kamu agar bisa memberi izin pada saya!" ucap Velove tampak sangat senang.


Tania pun ikut senang melihat raut kegembiraan di wajah Velove, memang ia juga merasa tidak tega jika harus memisahkan anak dari ibu kandungnya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2