
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 108
(Temukan putriku!)
...•...
...•...
Seorang wanita dengan kaki terpincang-pincang berjalan ke dekat rombongan pria ganas yang tak lain adalah gangster di kota ini, wanita itu tampak sangat berani mendekati cowok-cowok tersebut tanpa ditemani seorangpun. Padahal selama ini tak ada yang berani mengganggu atau sekedar berjalan di dekat gangster itu, namun si cewek ini sangat nekat dan akhirnya berhenti begitu sampai di dekat rombongan gangster yang tengah minum-minum.
Melihat kedatangan seorang gadis cantik yang menggunakan tongkat, para anggota gangster itu malah tertawa terbahak-bahak meledek wanita itu. Salah seorang dari mereka berdiri lalu menghampiri wanita tersebut, ia membelai wajah gadis itu dan bertanya apa maksud dia berani datang kesana.
"Mau apa lu, gak mungkin kan kalo lu mau nyerahin tubuh lu buat kita jadikan santapan?" ujar orang itu disahuti oleh para temannya dengan suara tawa.
"Gue ada kerjaan buat kalian, supaya kalian gak cuma duduk-duduk disini sambil minum! Nama gue Savana, dan gue mau minta kalian untuk habisi seseorang! Gimana, apa kalian tertarik?" ucap wanita yang ternyata Savana itu.
Para gangster itu terdiam sesaat, mereka saling lirik satu sama lain meminta pendapat masing-masing sampai akhirnya mereka semua sepakat setuju dan akan menerima tawaran pekerjaan dari Savana.
"Oke, kita mau! Tapi, bayarannya gede gak?" ujar salah seorang dari mereka.
"Santai aja, ini uang mukanya! Gue bakal kasih tambahan lagi kalau kalian berhasil, tapi kalo gagal jangan harap gue bakal bayar kalian sisanya! Justru gue akan minta lagi uang ini, makanya jangan sampe gagal!" ucap Savana menyerahkan sebuah amplop coklat berisi uang yang lumayan banyak.
__ADS_1
"Wah mantap juga, oke tenang aja kita gak mungkin gagal kalo cuma disuruh habisin orang! Oh ya, tapi siapa yang harus kita habisi itu?" ucap orang itu.
Savana pun tersenyum sinis lalu mengambil sebuah foto dari dalam kantong celananya, ia menunjukkan foto itu pada mereka semua dan raut wajah para gangster itu langsung berubah seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Itu foto orang yang harus kalian habisi, gue gak mau tau kalian harus bisa hajar dia!" ucap Savana.
"Serius nih, lu bayar kita cuma buat habisin cewek? Hadeh kalo ini sih gak perlu kita semua yang turun tangan, cukup gue aja juga bakal beres!" ujar orang itu menyombongkan diri.
"Baguslah, tapi saran gue kalian jangan remehin cewek itu! Karena dia bukan cewek sembarangan seperti yang kalian kira, ini nomer gue dan kalian harus terus kasih kabar ke gue tentang perkembangan ini!" ucap Savana memberikan kertas berisi nomor hp miliknya.
"Oke, kita bakal langsung cari cewek ini dan habisi dia sesuai perintah lu!" ucap orang itu.
Savana pun senyum-senyum licik disana setelah selesai bertransaksi dengan para gangster kejam tersebut, ia tidak sabar menanti hasilnya nanti saat wanita dalam foto itu sudah berhasil dihabisi oleh gangster yang kejam dan ganas itu.
"Hahaha, habislah kamu Tania!"
Sementara itu, Velove menemui papanya di ruang keluarga dan terlihat Cakra tengah bermesraan dengan dua orang wanita cantik nan seksi di sofa. Velove yang melihatnya sangat geram serta jijik pada kelakuan papanya yang haus akan sekss, namun ia tetap berjalan menghampiri Cakra karena ingin membicarakan sesuatu yang penting menurutnya.
"Pah!"
Velove berdiri tepat di hadapan sang papa yang bertelanjang dada dengan tangan-tangan para jalangg itu merabaa tubuh papanya, ia sampai membuang muka karena jijik dan muak apalagi saat melihat dua jalangg tersebut menjilat area leher papanya dan Cakra tampak menikmati itu.
"Cukup, hentikan!" ucap Cakra memerintahkan dua wanita di sampingnya untuk berhenti, raut wajah kecewa pun muncul.
Cakra kini duduk tegap dan fokus menatap wajah putrinya yang ada disana, walau ia tak lagi menganggap Velove sebagai putrinya melainkan pengganti istrinya yang sudah pergi.
"Ada apa, sayang?" tanya Cakra tersenyum menggoda sambil menatap gumpalan dada milik putrinya yang terlihat besar.
"Aku mau bicara sebentar sama papa, bisa kan?" ucap Velove dingin tanpa ekspresi.
__ADS_1
"Oh tentu, mari kita ke kamar dan bicara berdua disana!" ucap Cakra langsung merasa senang dan bangkit dari duduknya, ia juga mengusir jalangg yang ia sewa kemudian mendekati putrinya.
"Kamu pasti mulai ketagihan kan dengan permainan papa?" bisik Cakra sengaja menggoda putrinya, ia juga menggigit daun telinga Velove hingga gadis itu tampak merasakan sakit.
"Bukan itu pah, ada hal penting yang mau aku bicarakan sama papa! Sebaiknya papa hilangkan dulu hasrat sekss papa itu, karena aku gak mau nantinya papa malah gak fokus!" ucap Velove tegas.
"Oke, yasudah ayo kita pergi sekarang!"
Cakra merangkul putrinya lalu mengajak perempuan cantik yang hidupnya menyedihkan itu ke dalam kamarnya, disana mereka akan berbincang-bincang mungkin sembari bermain kuda-kudaan yang mengasyikkan bagi Cakra.
"Nah sekarang kamu mau bicara apa, sayang?" tanya Cakra ketika mereka sudah sampai di kamarnya dan duduk berdua di atas ranjang empuk.
"Apa papa sudah menemukan sesuatu tentang putriku? Aku rindu sekali pah sama dia, papa kan udah janji sama aku bakal cari dia sampe ketemu! Tapi apa, sampai sekarang papa juga belum kasih kabar aku tentang putriku!" ujar Velove.
"Sabar sayang, menemukan bayi yang dibuang 8 tahun lalu itu sulit! Dia pasti sudah besar sekarang dan seusia Rania, kamu tenang aja papa akan terus berusaha cari dia dan temukan dia! Walau papa juga gak tahu apa anak kamu itu masih hidup, atau sudah meninggal tenggelam di sungai..." ucap Cakra.
Velove langsung merasa kesal dan bangkit dari duduknya menatap wajah papanya penuh amarah.
"Papa jangan asal bicara, ya! Kemarin papa yang bilang sendiri ke aku kalau putriku pasti selamat, tapi kenapa papa malah ragu kayak gitu? Ayolah pah, papa harus tanggung jawab dengan temuin putriku yang papa buang ke sungai! Aku gak mau tau ya pah, kalau papa gagal temuin dia aku bakal laporin semua kejahatan papa ke kantor polisi!" teriak Velove.
"Hey, kenapa kamu sampai meneriaki papa seperti itu? Apa kamu sudah tidak menganggap papa ini sebagai papa kamu? Velove, ingat ya menemukan putri kamu itu bukan pekerjaan yang mudah! Papa juga gak tahu hari cari dia kemana, karena belum ada petunjuk sedikitpun yang papa dapatkan!" ujar Cakra.
"Ya aku gak mau tau pah, sesusah apapun itu pokoknya papa harus bisa temuin putriku! Aku pengen ngeliat dia pah, aku juga mau minta maaf sama dia karena dia harus terlahir di dunia ini dalam keadaan menderita! Walau aku sama sekali gak menginginkan dia, tapi sekarang aku sadar kalau ini bukan salah putriku yang gak berdosa itu! Karena ini semua salah papa, papa harus tanggung jawab!" ucap Velove meneteskan air mata.
Cakra hanya bisa diam saat ini melihat air mata mengalir membasahi wajah putrinya, ia sungguh menyesal telah menodai sampai menghamili Velove 8 tahun silam dan akhirnya Velove harus melahirkan seorang anak perempuan padahal ia sudah berkali-kali mencoba untuk menggugurkan kandungan Velove kala itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1