
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 161
(Dasar mesum!)
...•...
...•...
"Kak, aku masuk dulu ya? Dadah kak Tania....!!" ucap Rania mencium tangan Tania lalu melambai sembari tersenyum ke arah Tania.
"Iya, belajar yang rajin sayang!" ucap Tania.
"Kak Revan, aku pamit ya?" ucap Rania juga mencium tangan Revan yang ada di samping Tania.
"Oke, Rania harus belajar supaya jadi anak pintar!" ucap Revan tersenyum mengusap wajah Rania.
Setelah berpamitan pada kedua kakaknya itu, Rania pun segera masuk ke dalam sekolah sambil terus melambaikan tangan ke arah Tania juga Revan disana, gadis kecil itu tampak ceria sekali dan membaur bersama teman-temannya disana.
Sementara Revan tanpa sadar mendekati Tania lalu merangkul gadis itu dari samping masih sambil melambaikan tangan pada Rania, Tania juga tidak sadar dan malah menempelkan kepalanya pada bahu Revan lalu tersenyum.
"Nyaman ya?" ucap Revan.
Sontak Tania terkejut karena ia baru menyadari kalau ia berada di rangkulan Revan dan ia malah menikmatinya, tentu saja ia langsung menjauh dan menyingkirkan tangan Revan dari tubuhnya lalu marah-marah pada lelaki tersebut.
"Ish, kamu mah sukanya modus mulu!" ujar Tania.
"Apaan sih? Bukan modus, tadi gak sengaja reflek itu kebawa suasana... vibesnya kayak lagi nganter anak kita pergi sekolah, ya?" ucap Revan tertawa.
"Hah? Ngaco aja ih kamu, kita nikah aja belum masa udah mau punya anak aja!" ujar Tania.
"Hahaha, kan bisa bikin dulu sebelum nikah sayang...." ucap Revan sambil terkekeh kecil.
Tania pun menoleh ke arah Revan menatapnya tajam lalu mencubit pinggang pria itu karena otak mesumnya, namun Revan malah tertawa dan adegan mereka itu disaksikan oleh satpam serta beberapa murid yang kebetulan juga ada disana.
__ADS_1
Tentu saja Tania malu dan wajahnya terlihat memerah saat itu juga, ia pun pergi meninggalkan Revan yang masih cengengesan disana lalu hendak masuk ke dalam mobil Revan, pria itu pun langsung mengejar Tania dan mencegah Tania untuk masuk.
"Tunggu dulu dong, sayang!" ucap Revan.
"Kamu kenapa sih bilang begitu tadi?" tanya Tania.
"Ya ampun, aku cuma bercanda loh! Kamu jangan anggap serius dong, sayang! Ya tapi kalo emang kamu mau serius gapapa sih, aku mau juga kok!" ucap Revan sambil tersenyum.
"Ish, dasar mesum!" ujar Tania kesal sembari mencubit lengan Revan lagi.
"Awhh... duh kamu jangan nyubit terus dong! Emang sih rasanya enak karena dicubit sama calon istri, tapi ya jangan terus-terusan juga dong!" ucap Revan.
"Bodo! Suruh siapa kamu mesum kayak gitu, aku males ah deket-deket kamu lagi!" ucap Tania.
"Hey, jangan gitu lah! Kan aku dah bilang aku cuma bercanda gak serius, jangan ngambek gitu dong sayang!" ucap Revan mencolek pipi Tania.
"Jangan sentuh-sentuh ah! Sekarang kamu mending anterin aku deh ke kantornya papa, ada yang perlu aku urus disana!" ucap Tania.
"Oke, tapi kamu senyum dulu dong!" ucap Revan.
"Aku gak mau senyum buat kamu lagi, nanti kamu malah tambah mesum!" ujar Tania cemberut.
Tania menghela nafasnya sejenak sembari memalingkan wajahnya dari Revan, namun ia kembali menatap pria itu dan perlahan memberikan senyumnya kepada Revan selaku calon suaminya itu walau ia masih rada kesal dengannya.
"Nah, udah kan?" ucap Tania sambil tersenyum.
"Manis banget, gak salah ternyata papa mamaku pilih kamu buat jadi jodohku!" ucap Revan tersenyum sembari memegang wajah Tania.
"Yaudah, sekarang tolong anterin aku ya? Soalnya kan aku terlanjur bareng sama kamu, jadi gak ada pak Jono disini...." ucap Tania.
"Iya, yuk naik!"
Mereka pun masuk ke dalam mobil, namun kali ini Revan meminta Tania duduk di depan seperti biasanya karena Rania juga sudah tidak ada disana sehingga mereka bisa puas berduaan tanpa terganggu gadis kecil kugu itu.
•
•
Saat dalam perjalanan menuju perusahaan papanya, tiba-tiba Tania baru teringat kalau ia sudah membuatkan makanan untuk Revan yang seharusnya memang ia berikan ketika ia mengunjungi pria itu di tempat kerjanya.
Namun, karena Revan sudah datang lebih dulu menemuinya maka Tania pun memilih untuk memberikan makanan itu di mobil saja sekalian menikmati perjalanan yang masih panjang, Tania langsung membuka tasnya dan mengambil kotak makan yang sudah ia bawa dari rumah.
__ADS_1
"Van, aku bikinin kamu kebab loh! Kamu mau coba gak? Ini aku buat sendiri tadi di rumah, sekalian belajar supaya nantinya kalau udah nikah kan gak repot-repot lagi...." ucap Tania.
"Hah? Serius kamu bikin kebab sendiri? Emangnya kamu bisa apa bikinnya??" ujar Revan kaget.
"Iya dong beneran, aku bikin sendiri kok! Kalo kamu gak percaya tanya aja sama papa atau pelayan di rumahku, makanya kamu cobain dong kebab buatan aku ini!" ucap Tania.
"Gak bisa sekarang dong manis, kan aku lagi nyetir! Kalau aku makan kebab, nanti malah gak fokus ke jalan terus kita nabrak deh!" ucap Revan.
"Ya biar aku suapin, kamu belum sarapan kan?" ucap Tania tersenyum memelas seperti ingin Revan untuk sekedar mencicipi kebab buatannya itu, ia hanya ingin tahu kira-kira Revan suka atau tidak dengan masakannya.
"Ya belum sih, tapi kalo disuapin kamu juga malah tambah gak fokus nanti... gini aja deh, kita makannya nanti pas sampe di kantor kamu aja!" ucap Revan.
"Bukan kantor aku, Van! Kantor papa ku, aku mah cuma bagian ngelola nya aja!" ujar Tania meralat ucapan Tania dan berwajah cemberut.
"Iya iya, maksud aku kantor papa kamu! Nah kita makannya disana aja, ya? Soalnya aku takut banget gak fokus nyetirnya gara-gara aku ngeliat kecantikan kamu dan senyum manis kamu itu, kamu kan tahu aku ini gampang baper!" ucap Revan.
"Umm... sedikit aja deh, aku cuma butuh tanggapan kamu tentang rasa masakan aku ini!" ucap Tania masih memaksa Revan untuk makan.
"Aduh, yaudah deh gapapa lah demi kamu! Sedikit aja tapi, ya?" ucap Revan.
"Nah gitu dong, jadi cowok itu harus nurut sama ceweknya jangan ngebantah mulu! Oke, nih aku suapin sedikit ya...." ucap Tania.
"Loh loh, yang kamu bilang itu gak kebalik?" ujar Revan.
"Enggak!"
Tania pun mulai menyuapi kebab di tangannya ke mulut Revan, ia tampak sumringah dan tidak sabar menanti reaksi dari Revan tentang masakannya apakah enak atau tidak, tampak ekspresi Revan memang seperti orang yang tak menyukai makanan itu, namun ia belum berkata apa-apa.
"Gimana, enak gak?" tanya Tania menatap penuh harap ke wajah Revan.
"Enak banget sayang, kamu kayaknya emang cocok jadi chef deh! Soalnya makanan buatan kamu tuh enak banget, aku jadi gak sabar buat makan sisanya di kantor nanti!" jawab Revan.
"Serius? Kamu gak bohong kan?" tanya Tania.
"Iya, ngapain juga aku bohong??" Jawab Revan.
Tania pun tersenyum bahagia karena Revan memuji makanannya, ia langsung menggenggam tangan pria itu lalu menempelkan wajahnya pada lengan bagian atas Revan dan sesekali melirik mata Revan yang juga tampak bahagia.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1