Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 198 (Akhirnya ketemu)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 142


(Akhirnya ketemu)


...•...


...•...


Lydia pun menghampiri Tania kecil yang terduduk disana lalu ikut duduk juga di sampingnya, Rania tampaknya seperti tak asing pada sosok anak kecil yang berada di samping Lydia saat ini. Ya ia merasa kalau sebelumnya pernah bertemu dengan Tania kecil, tapi iya lupa dimana tepatnya.


Akhirnya Rania juga ikut duduk di samping Bu guru cantik daripada bingung, ya ia merasa takut kalau harus jalan keluar sendirian karena khawatir Athalla bersama teman-temannya masih akan mencegatnya di depan sana kalau ia keluar sendirian walau semua masalah sudah terselesaikan.


"Tania, kamu kenapa? Kok murung gitu sih, nak?" tanya Lydia sembari membelai rambut Tania kecil.


Sontak Rania terkejut saat mendengar Bu guru cantik menyebut nama Tania ke arah gadis kecil di sampingnya, ya barulah kali ini ia ingat siapa gadis kecil tersebut dan dimana mereka bertemu.


"Itu kan anak kecil yang pernah rebutan buku gambar sama aku di toko, kok dia bisa disini?" batin Rania.


Namun, Rania memilih diam karena merasa tak elok jika ia berbicara begitu saja padahal Bu guru cantik sedang berbicara bersama Tania kecil disana.


"Aku mau ketemu papa, Bu guru!" ucap Tania.


"Ohh, Tania pasti mau pulang ya? Yaudah ayo ibu guru anterin Tania ke depan deh, kita ketemu sama papa ya!" ucap Lydia tersenyum sembari mengelus rambut Tania untuk menghiburnya.


"Iya deh, Bu! Makasih ya..." ucap Tania.


"Sama-sama, sayang!" ucap Lydia.


"Yuk Rania, sekalian ibu antar kamu juga ke depan!" sambung Lydia memandang wajah Rania.


"Iya, Bu!" ucap Rania tersenyum.


Mereka bertiga pun bangkit dari tempat duduk lalu jalan bergandengan menuju keluar sekolah, nampaknya Rania serta Tania sama-sama senang sekali bisa bersama dengan Lydia si guru cantik yang baik serta berhati malaikat.


"Rania!"

__ADS_1


"Tania!"


Tanpa sengaja, mereka secara kebetulan malah berpapasan dengan Tania dewasa serta Reno yang juga tengah mencari keberadaan Tania kecil disana dan hampir frustasi karena belum berhasil menemukan gadis kecil tersebut.


"Papa...." teriak Tania kecil sangat gembira, bahkan ia langsung melepas gandengan tangan Lydia dan berlari menghampiri papanya.


Reno pun juga tak kalah senang melihat putrinya ada disana bersama Rania serta gurunya, ia menyambut Tania kecil itu dengan dua tangan yang terbuka lebar bersiap memeluk tubuh mungil nan imut dari putrinya yang sekarang sudah semakin dekat.


Huggg...


Mereka akhirnya berpelukan disana sangat erat, Reno tampak gembira sekali bisa bertemu kembali dengan putrinya begitupun dengan Tania yang sangat bahagia dapat berjumpa dengan sang papa yang sedari tadi ia tunggu-tunggu.


Sementara Tania dewasa serta Rania & Lydia tampak terharu melihat momen menyedihkan antara anak dan papanya itu, mereka kompak menitikkan air mata walau sedikit sembari tersenyum bahagia juga melihat kebanggaan anak & papa itu.


"Papa khawatir banget sama kamu, sayang! Maafin papa ya karena udah telat jemput kamu, harusnya papa gak begitu!" ucap Reno.


"Papa gak salah kok! Aku yang salah karena aku gak tungguin papa sampe papa dateng, aku malah keluyuran!" ucap Tania kecil.


"Yaudah, gausah dibahas lagi ya! Intinya sekarang kamu kan udah selamat dan gak kenapa-napa, bener kan Tania gapapa?" ucap Reno memegang pipi putrinya dengan kedua tangan.


"Iya pah, aku gapapa kok! Kan ada ibu guru Lydia yang nolongin aku...." ucap Tania kecil sembari menoleh ke arah Lydia di belakangnya.


Reno sontak memandang ke arah putrinya memandang, ia melempar senyum kemudian dibalas oleh Lydia dengan senyuman juga sambil mengangguk pelan.


"Sama-sama, pak!" ucap Lydia.


Setelahnya, mereka pun keluar dari sekolah tersebut dengan Reno menggandeng putrinya sedangkan Tania bersama Rania alias adiknya.




Saat di depan gerbang sekolah, Tania sangat kesal karena melihat sosok Cakra bersama Velove sudah berdiri disana menyambut kedatangan Rania yang kini ada bersamanya.


"Kak, itu ada kakek sama mama!" ucap Rania tampak sumringah.


"Iya sayang,"


Tanpa basa-basi lagi Rania langsung berlari ke depan menghampiri Cakra & Velove sambil berteriak gembira, Tania pun hanya bisa membiarkan gadis kecil itu pergi begitu saja tanpa melakukan pencegahan apapun padanya.


Sementara Reno seperti kebingungan melihat Rania yang pergi menghampiri orang-orang di depan sana, ia tak mengenali siapa mereka dan tentunya penasaran siapa sebenarnya mereka lalu mengapa Rania sampai menghampiri mereka.


"Tania, mereka siapa?" tanya Reno mendekati Tania.

__ADS_1


"Mereka itu keluarga kandungnya Rania, udah deh lu gausah kepo jadi orang!" jawab Tania ketus.


Reno tersenyum memandang wajah Tania yang lebih menggemaskan saat sedang kesal seperti itu, sedangkan Tania tampak ilfeel lalu pergi meninggalkan Reno dan menyusul adiknya ke depan sana bersama Cakra & Velove.


Tania kecil tampak heran mengapa papanya dan juga Tania dewasa terlihat seperti sedang bertengkar, ia pun menarik-narik telapak tangan Reno untuk bertanya pada papanya tersebut apa yang terjadi diantara mereka berdua.


"Iya sayang, ada apa?" tanya Reno.


"Papa sama tante Tania lagi berantem, ya?" ucap Tania kecil dengan kepolosannya.


"Hah? Enggak kok, sayang!" ucap Reno tersenyum.


"Tapi, kok tadi tante Tania kayak gitu sama papa? Terus abis itu tante Tania juga langsung pergi tinggalin papa, beneran papa gak marahan sama tante Tania??" ucap Tania kecil.


"Gak ada, sayang! Kamu percaya sama papa, ya! Udah gausah dipikirin, sekarang mending kamu salim sama Bu guru terus kita pulang!" ucap Reno.


"Iya pah...." ucap Tania kecil kemudian menoleh ke arah Lydia yang ada di sampingnya. "Bu guru, aku pulang dulu ya! Makasih tadi udah bantu aku sama obatin luka aku...!!" sambungnya sembari mencium punggung tangan Lydia.


"Iya sayang, sama-sama! Kamu hati-hati ya pulangnya!" ucap Lydia sambil mencubit pipi Tania.


"Sekali lagi terimakasih ya, Bu Lydia! Saya dan anak saya pamit dulu, permisi..." ucap Reno.


"Iya, pak!" ucap Lydia singkat.


"Dadah ibu guru...." ucap Tania kecil melambaikan tangan ke arah Lydia.


"Dadah Tania sayang...."


Setelah itu, Reno pun membawa putrinya pergi menuju mobilnya yang terparkir di depan taman kanak-kanak untuk segera mengajaknya pulang ke rumah karena ia khawatir kalau Anggi serta Darma alias kedua orangtuanya akan cemas jika tak segera pulang sekarang.


"Pah, kok kita langsung pergi sih? Aku kan belum pamit sama tante Tania..." tanya Tania kecil.


"Iya sayang, kamu gausah pamit ya! Soalnya kita udah ditunggu sama opa sama oma di rumah, gapapa kan Tania sayang?" ucap Reno.


"Yah iya deh, pah!" ucap Tania kecil tersenyum.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...


...POM POM POM...

__ADS_1


...❤️❤️❤️...


__ADS_2