
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 46
(Cegukan berjamaah)
...•...
...•...
Rizky kembali dari luar sambil membawa sebungkus makanan di tangannya, ia terpaksa menuruti perkataan Tania dan membelikan sarapan untuk gadis itu daripada harus terus berdebat dengannya.
"Nih sarapan buat lu, awas ya kalo lu masih aja ngeselin lama-lama gue karetin lu kayak bungkus nasi ini!" ujar Rizky menyodorkan kantong plastik berisi makanan di hadapan Tania.
"Hehe makasih Rizky, kalo begini kan jadinya gue gak perlu marah-marah lagi sama lu! Tapi ini enak gak makanannya? Kalo gak enak gue gak mau makan ah, nanti yang ada sakit perut lagi gue gara-gara makan makanan gak enak!" ujar Tania.
"Ya ampun banyak banget bacot ya lu, kalo gak enak yaudah buang aja kasih kucing tuh! Udah ah gue mau makan lu diem jangan bawel, nanti gue gak fokus makannya kalo lu berisik!" ujar Rizky lalu duduk di samping gadis itu dan membuka bungkus makanannya.
Melihat makanan Rizky yang sudah terbuka dan terlihat enak, Tania pun juga langsung membuka bungkusan makanannya.
Akhirnya mereka berdua pun sarapan bersama di kursi itu, keduanya tampak fokus menikmati makanan mereka masing-masing sampai Rizky terkekeh karena melihat Tania begitu lahap memakan makanannya.
"Ahaha laper apa doyan neng? Tadi aja sok-sokan bilang enak apa enggak, eh sekarang dimakan sampe gak tersisa gitu!" ledek Rizky sambil nyengir menatap Tania.
"Ish bawel ah, ini lu gak beli minumnya sekalian apa? Masa iya beli makan tapi gak beli minum, lu gimana sih Rizky gue haus nih??" ujar Tania menanyakan minuman.
"Gantian lah lu yang beli minumnya sana masa gue mulu sih, tadi kan gue udah beli makan sekarang giliran lu beli minum..." ucap Rizky.
"Ish nyebelin banget sih lu, kan bisa tadi lu keluar beli makan sekalian beli minum di warung gitu apa susahnya sih lagian?" ujar Tania tampak kesal.
Rizky malah tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Tania, tak lama gadis itu mulai cegukan karena belum meminum air dan tentunya hal itu mengundang tawa bagi Rizky.
__ADS_1
"Hahaha, cegukan ya neng? Udah sana buruan beli minum nanti cegukannya gak hilang-hilang loh, gak enak kan rasanya cegukan!" ujar Rizky meledek Tania sambil tertawa.
"Ish nyebelin!" ujar Tania yang kesulitan berbicara karena cegukannya, ia pun berdiri lalu berjalan keluar untuk membeli minuman.
Sementara Rizky masih saja menertawakan Tania padahal gadis itu sudah pergi dari sana, seperti kata orang kalau suka ngetawain orang pasti ada balasannya ya tak lama Rizky pun ikut cegukan juga seperti Tania.
"Aduh kok gue jadi cegukan sih?" ujar Rizky memegangi tenggorokannya.
Rizky yang sudah tidak tahan lagi akhirnya juga pergi keluar menyusul Tania membeli minuman, ia lupa kalau Velove masih ada disana tanpa ada yang menjaganya.
•
•
Setelah membeli minuman di warung, Tania langsung saja meminumnya disana supaya cegukannya segera hilang.
"Huh akhirnya bisa sembuh juga nih cegukan, emang bener-bener tuh cowok nyebelin banget masa beli makan gak beli minumnya juga!" ujar Tania lalu lanjut berjalan kembali ke gudang tempat Velove disekap.
Tiba-tiba ia berpapasan dengan Rizky yang tengah berlari dari arah gudang dan mereka pun bertubrukan sampai Tania tersungkur ke jalan.
"Awh, ish lu gimana sih? Kalo jalan tuh lihat-lihat dong pake mata, jangan main tabrak aja sakit tau!" ujar Tania kesal.
"Ish bener-bener tuh cowok emang ngeselin banget, tolongin dulu kek gue jangan main pergi gitu aja gak ada adabnya banget!" ujar Tania tampak geram dengan Rizky.
Kemarahan Tania mendadak hilang saat ia ingat kalau Velove ditinggal sendiri di gudang karena Rizky tadi juga ada disana.
"Duh berarti cewek itu sekarang sendirian dong disana, emang ya tuh cowok gak bisa dikasih amanat sedikit... gue harus buru-buru balik takutnya cewek itu kabur lagi!" ujar Tania panik lalu bangkit dan pergi ke gudang.
Tania pun sampai kembali di gudang, ia memastikan apakah Velove masih ada disana atau tidak dengan mengintip sedikit.
Untungnya gadis itu masih berada disana seperti sebelumnya tanpa berubah sedikitpun posisinya, Tania merasa lega lalu duduk di kursi karena tawanannya masih ada disana.
"Rania, gimana kabar kamu sekarang? Kakak kangen sekali sama kamu Rania, semoga kamu baik-baik aja deh disana...." gumam Tania yang merindukan Rania adiknya.
Tak lama kemudian, ponsel milik Velove yang dipegang oleh berdering... rupanya sang bos mafia menghubungi nomor itu, tentu saja Tania langsung mengangkatnya.
📞"Halo penculik bodoh, apa anda sudah mengambil keputusan untuk membebaskan Rania dan kembalikan dia ke saya?" ucap Tania.
__ADS_1
📞"Ya ya baiklah, saya akan berikan Rania kepada anda tetapi setelah anda menyerahkan putri saya ke rumah!" ucap mafia itu.
📞"Hahaha, anda pikir saya bodoh ha? Kita ketemuan di tempat netral dan bawa Rania kesana, saya juga akan bawa anak anda!" ucap Tania.
📞"Oke saya setuju, kirim saja lokasinya ke handphone saya secepatnya saya akan datang kesana dengan membawa Rania!" ucap mafia tersebut.
📞"Ok," ucap Tania singkat lalu memutus telponnya.
Tania pun mengirim lokasi pertemuan dengan mafia itu, setelahnya ia masuk ke dalam gudang menemui Velove.
...•••...
Disisi lain, Lionel sampai di kantornya dan langsung menuju ke ruang kerja pribadinya.
Namun, betapa terkejutnya ia saat melihat seorang wanita berpakaian seksi sedang terduduk di kursinya sambil menatap dirinya.
Lionel pun geram dan menghampiri wanita itu dengan tatapan tajam, tampak ia juga mengepalkan tangannya karena kesal.
"Shani, mau apa lagi sih kamu kesini? Saya kan sudah bilang jauhi saya dan jangan pernah lagi datang kesini! Apa kamu tidak mengerti bahasa? Saya ini sudah berkeluarga Shani, anak saya sudah dua!" ujar Lionel geram.
"Aku gak peduli sayang, aku bakal terima kamu apa adanya kok.... aku bahkan rela jadi yang kedua yang penting aku bisa bersama kamu, aku juga janji bakal menyayangi anak-anak kamu itu seperti anak kandungku sendiri!" ucap Shani tersenyum menggoda Lionel.
"Gausah ngaco kamu! Cepat keluar atau saya akan panggil satpam buat ngusir kamu dari tempat ini!" ujar Lionel berteriak.
Shani malah bangkit dari duduknya lalu mendekati pria itu, ia seperti biasa coba menggoda Lionel dengan mengelus-elus dadanya serta melingkarkan tangannya di pinggang Lionel.
"Sayang, emangnya kamu tega ngusir aku?" ucap Shani dengan nada menggoda sambil menempelkan wajahnya di pundak Lionel.
"Jangan begini Shani, cepat pergi dari ruangan saya karena sebentar lagi saya ada janji dengan klien!" ujar Lionel.
"Iya aku tau kok sayang, kan klien kamu itu papa aku.... makanya aku disini karena mau temenin papa aku ketemu sama kamu, kalau perusahaan kamu sama papaku kerjasama aku bakal sering datang kesini deh!" ucap Shani.
Sontak wajah Lionel langsung berubah terkejut, ia membulatkan matanya sambil menatap gadis disampingnya itu.
Sementara Shani terus tersenyum lebar dan semakin membenamkan wajahnya di bahu Lionel tanpa adanya perlawanan dari pria itu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...