
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 314
(Malam pertama)
...•...
...•...
Malam telah tiba, Reno dan Lyota kini sudah berada di kamar mereka berduaan saja tanpa ada yang mengganggu. Kebetulan juga keduanya baru saja selesai mandi dan sudah wangi serta rapih dengan pakaian tidur mereka, Lyota yang baru keluar dari dalam kamar mandi langsung menghampiri Reno di atas ranjang dan memandanginya sambil tersenyum.
Melihat istrinya mengenakan baju tidur yang tipis membuat Reno tergugah, ia ingin segera melancarkan aksinya dan melakukan kegiatan yang biasa dilakukan sepasang suami-istri. Apalagi Lyota saat ini juga sudah berada di atas ranjang dan harum dari wanita itu berhasil merasuki hidungnya, ia pun bergerak mendekati Lyota lalu mengendusnya.
"Mmhh sayang, kamu wangi banget sih! Aku suka deh sama wangi kamu ini, udah kayak apa gitu!" ucap Reno sembari terus mengendus leher istrinya dan memeluk sang istri.
"Mas, jangan atuh!" ucap Lyota masih risih.
"Lah kok jangan sih sayang? Kita udah sah loh jadi suami-istri, aku juga cuma pengen cium wangi kamu yang enak ini!" ucap Reno heran.
"Iya aku tau, tapi kan aku belum siap. Kita tidur dulu yuk mas!" ucap Lyota tersenyum malu-malu.
"Oh gitu, yaudah aku mau tidur deh. Asalkan aku boleh main sama kamu dulu, ini kan malam pertama kita sebagai sepasang suami-istri sayang! Masa mau dilewati begitu aja tanpa melakukan apa-apa? Sayang dong!" ucap Reno.
Lyota menunduk, ia tampak ragu untuk menatap wajah Reno yang amat dekat dengannya. Apalagi pria itu terus saja menciumi area lehernya dan membuat tubuhnya gemetar.
"Mas, emang kita mau ngapain sih?" tanya Lyota.
"Hahaha, kamu ini udah kayak gak ngerti aja. Biasa dong sayang layaknya suami-istri pada umumnya, masa kamu gak tahu sih?" goda Reno.
"Eee harus sekarang banget ya, mas? Emang gak bisa besok malam aja gitu?" tanya Lyota.
__ADS_1
"Sebenarnya gak harus sih, tapi ini kan malam pertama kita. Aku pengen kita ada sesuatu hal lah gitu di malam ini, walau cuma cium-cium atau remas-remas juga gapapa. Karena aku gak tahan sayang sama punya kamu itu!" ucap Reno.
Tangan-tangan nakal Reno mulai meremass perlahan dua buah dada milik istrinya sembari menaruh dagu pada pundak sang istri.
"Ahh kenyal banget sayang, ini pasti enak kalo diremass langsung! Aku buka ya?" ucap Reno.
Lyota menatap wajah suaminya dengan tatapan tak percaya, namun Reno langsung menyerang Lyota dengan kecupan di bibirnya sehingga Lyota merasa gugup tak bisa berbuat apa-apa.
Akhirnya Reno mulai membuka kancing baju tidur Lyota satu persatu, tak ada perlawanan dari Lyota dan wanita itu hanya terus menunduk dengan jantung yang berdebar-debar. Sejujurnya Lyota masih belum siap untuk melakukan itu dengan Reno, namun ia tak mungkin menolaknya.
Kini Reno telah berhasil melepas seluruh kancing baju Lyota, ia pun langsung saja meremass gumpalan kenyal itu yang saat ini sudah tidak ditutupi oleh penghalang apapun. Reno tersenyum puas sembari memejamkan mata, setelah sekian lama Reno kembali merasakan sensasi yang sudah cukup lama tak pernah ia rasakan.
"Enak gak sayang?" tanya Reno menggoda istrinya, ia tahu Lyota merasa nyaman dengan remasan tangannya saat ini.
"Eee apaan sih, mas? Udah ya, kamu kan udah pegang nih punyaku. Sekarang aku mau tidur, besok lagi aja ya kita lanjut! Nanti kan kita harus bangun sahur mas, kalau kesiangan gimana?" ucap Lyota.
"Gak kok, kita juga bisa begadang. Iya kan?" ujar Reno tersenyum mesum.
"Hah?" Lyota terkejut mendengarnya.
"Yuk rebahan! Aku mau bikin kamu merasakan sensasi yang belum pernah kamu rasakan, ini spesial buat kamu sayang!" goda Reno.
Cupp!
Reno mengecup bibir Lyota sekilas, wanita itu hanya bisa terpejam dan terus diam tanpa berbicara.
"Udah mulai kerasa ya?" goda Reno.
Lyota menggeleng, Reno tersenyum kemudian beralih posisi menindih Lyota. Pria itu menaruh dua tangan Lyota di atas kepala sembari terus mencengkeram erat, sehingga Lyota tak bisa bergerak walau sedikit.
Ya aksi keduanya pun berlanjut seperti halnya pasangan suami-istri ketika di malam pertama.
•
•
Sementara dari depan kamar mereka, ada Anggi yang sedang menguping seperti penasaran kegiatan apa yang dilakukan putranya bersama istri barunya itu di dalam kamar. Ya Anggi pun menempelkan telinganya di pintu untuk mengetahui itu semua, ia sebenarnya memang masih belum bisa menerima Lyota di rumah itu jika bukan karena Tania kecil.
__ADS_1
"Kok diem-diem aja sih gak ada suaranya? Apa mereka gak ngapa-ngapain ya? Ah tapi masa sih? Ini kan malam pertama mereka, kalo emang sepi kayak gini artinya Reno gak beneran cinta dong sama si wanita kampung itu!" ujar Anggi terheran-heran.
Aksi Anggi itu rupanya dipergoki oleh Darma alias sang suami, ya Darma tak sengaja melihat Anggi tengah berdiri di depan kamar Reno dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Tentu saja Darma pun langsung menghampiri istrinya itu untuk memberi teguran padanya, ya tak mungkin Darma diam saja melihat kelakuan istrinya yang seperti itu.
"Mama!" ucap Darma memanggil istrinya sembari melangkah ke dekat Anggi.
Sontak Anggi terkejut dan reflek menoleh ke belakang dengan memegangi dadanya, ia syok saat mengetahui suaminya ada disana.
"Mas Darma?" ujar Anggi kaget.
"Kamu ngapain disini, mah? Mau gangguin malam pertama Reno sama Lyota, iya?" tanya Darma.
"Eee enggak lah, pah!" jawab Anggi gugup.
"Ya ampun, terus mama ngapain dong ada di depan kamar Reno? Kalau emang mama gak ada niat buat ganggu mereka, yaudah ayo kita tidur aja istirahat biar besok gak kesiangan!" ucap Darma.
"I-i-iya pah, ini mama mau ke kamar kok. Tadi tuh kebetulan aja lewat sini, terus mama pengen tau mereka itu lagi ngapain?!" ucap Anggi.
"Aduh, mama ini kepo banget sih! Biarin aja mereka berduaan malam ini, dulu waktu kita nikah juga kan ada yang namanya malam pertama, mah! Yuk kita ke kamar aja, jangan ganggu Reno yang lagi bikin bibit baru buat jadi adik Tania!" ujar Darma.
"Haish, iya iya bawel ah papa nih! Jangan berisik dong, nanti Reno dengar!" ujar Anggi.
"Yaudah, makanya ayo pergi!" ucap Darma.
"Huft..." Anggi mendengus pasrah kemudian pergi bersama suaminya.
❤️
Reno sengaja menghentikan gerakannya, ia mendengar suara mama dan papanya dari luar. Namun, Reno tetap diam di posisinya yakni menindih Lyota karena tak ingin menundanya.
"Mas, itu kayak suara mama papa deh!" ucap Lyota.
"Iya sayang, kayaknya mereka kepo deh pengen tahu kita lagi ngapain. Yaudah, kamu desahh yang kencang ya biar mama papa dengar!" ucap Reno.
"Ish, ngaco aja kamu!" ujar Lyota cemberut.
"Hahaha...." Reno tertawa puas.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...