Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 86 (Rianti curiga)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 31


(Lencana bajak laut)


...•...


...•...


Jordi beserta Tania & Riko sampai di markas copet, terlihat berantakan sekali memang tempat itu ditambah Fajar & Tama yang sama sama pingsan disana akibat pukulan demi pukulan yang dilayangkan preman-preman tadi.


Jordi langsung berlari menghampiri tubuh Fajar & Tama yang tergeletak disana, ia coba membangunkan mereka dengan menggoyang-goyangkan tubuh mereka.


Sementara Tania celingak-celinguk merasa kasihan pada Jordi karena kondisi markasnya benar-benar kacau saat ini, ditambah lagi semua anak buahnya diculik dan Fajar serta Tama pingsan.


"Kasihan bang Jordi, cobaan lagi-lagi mendatangi kehidupannya... huh padahal tadinya gue kira dengan lunasin semua hutang bang Jordi, kejadian begini gak akan terulang lagi! Eh ternyata gue salah, kira-kira siapa ya yang udah melakukan ini...??" gumam Tania.


Jordi terus berusaha menyadarkan Fajar & Tama, namun usahanya sia-sia karena mereka berdua tetap tidak sadarkan diri.


Tania pun menghampiri Jordi dan menenangkan pria itu agar tidak panik, ia kemudian memberi saran untuk membawa Fajar & Tama ke rumah sakit agar bisa diobati lebih lanjut.


"Bang, kita bawa aja Fajar sama Tama ke rumah sakit! Aku takutnya mereka terluka parah karena pukulan itu, tenang aja bang biar aku nanti yang urus biayanya..." ucap Tania.


"Iya Tania, makasih atas bantuannya! Yaudah sekarang kita langsung aja bawa mereka berdua ke rumah sakit...!!" ujar Jordi kemudian membopong tubuh Fajar dan membawanya ke dalam mobil Tania.


"Pak Riko, tolong bantu bawa mereka ke mobil ya!" ucap Tania meminta tolong pada Riko yang memang ikut kesana dan berdiri saja di belakang gadis itu.


"Siap non!" ucap Riko kemudian langsung maju membawa tubuh Tama yang masih tergeletak ke dalam mobil.


Sementara Tania berjalan di belakang mereka sambil memperhatikan ke sekeliling bagaimana kerusakan yang telah diperbuat oleh preman-preman tadi.

__ADS_1


Saat sedang berjalan, tanpa sengaja Tania menginjak sebuah benda bulat kecil di kakinya yang membuat ia berhenti sejenak untuk memastikan apa yang diinjaknya tadi.


Ia pun penasaran dan kemudian berjongkok untuk mengambil benda itu, rupanya benda tersebut adalah sebuah lencana bergambar bajak laut mata satu yang kemungkinan besar adalah milik preman-preman tadi.


"Loh, kok bisa ada ini ya disini? Apa mungkin ini punya preman tadi? Biar nanti aku tanya aja deh sama bang Jordi di mobil..." ucap Tania kemudian menaruh lencana itu di kantong jaketnya lalu lanjut berjalan menuju mobilnya.


Dikarenakan mobil itu tidak muat untuk membawa serta Tania & Jordi, maka Tania memerintahkan Riko saja yang pergi ke rumah sakit membawa Fajar & Tama.


"Eee pak Riko, tolong kamu aja ya yang bawa mereka berdua ke rumah sakit! Nanti aku sama bang Jordi nyusul kok, kamu kirim aja lokasi rumah sakitnya ke hp ku ya...!!" ucap Tania.


"Iya siap non!" ucap Riko lalu masuk ke dalam mobil, ia duduk seperti biasa di samping pengemudi yakni pak Rusli.


Setelah mobil itu pergi, Tania mengambil ponselnya lalu menelpon supir lainnya untuk menjemput ia disana.


"Banyak banget supir lu Tania, emang gak mahal tuh gaji mereka semua?" ujar Jordi terkejut saat Tania menelpon supirnya yang lain.


"Hehe aku gak tau bang, kan yang gaji bukan aku tapi papah! Aku udah suruh supir aku jemput kita disini bang, jadi kita bisa susul mereka ke rumah sakit...." ucap Tania.


"Iya Tania, makasih lu selalu bantu gua!" ujar Jordi tersenyum menatap wajah Tania.


"Oh iya Rania ya, yasudah terserah kamu saja Tania!" ucap Jordi masih tampak emosi karena markasnya diobrak-abrik oleh preman.


Tania pun mengirim pesan pada Howard alias pengawalnya untuk menjemput Rania di sekolahnya sekarang.


"Udah nih bang, eh iya aku baru inget bang! Tadi aku nemu ini di markas, apa abang tau siapa pemilik lencana ini...??" ujar Tania menunjukkan lencana yang ia temukan di markas tadi.


"Hah? Perasaan anak buah gue semuanya gak ada yang punya lencana, mana coba gua lihat bentuknya...??!!" ujar Jordi kemudian mengamati lencana itu dan coba mengenali bentuknya.


"Ohh ini sih gua tau siapa pemiliknya, pasti mereka nih yang udah nyerang markas gue dan culik semua anak buau gue...!!" sambungnya lalu mencengkeram lencana itu di tangannya.


"Kalo gitu kita langsung datengin aja tempatnya bang, biar kita juga bisa bebasin anak buah abang yang diculik itu! Kalau abang kenal siapa yang punya lencana itu, pasti abang juga tau kan tempat mereka dimana!" ujar Tania.


"Iya lu bener Tania, gua tau dimana mereka biasa kumpul alias markas mereka! Tapi gak mungkin kita datengin tempat itu cuma berdua, gua tau lu jago tapo jumlah mereka banyak dan gak mungkin kita bisa kalahin mereka!" ucap Jordi.


"Tenang aja bang, kita gak berdua kok! Aku bakal minta seluruh pengawal aku buat datang kesana susul kita nanti... yang penting sekarang kita pergi dulu ke tempat itu!" ucap Tania.


"Oke deh kalo gitu," ucap Jordi.

__ADS_1


Tak lama kemudian, mobil jemputan mereka datang dengan supir yang bernama Jono.


Tania & Jordi pun masuk ke dalam mobil itu tanpa basa-basi, lalu Tania langsung meminta Jono untuk melajukan mobilnya.


Lagi-lagi dari jauh, 2 orang pria mengamati kepergian Tania & Jordi lalu mengikuti mobil itu dari belakang.


...•••...


Disisi lain, Lionel pulang ke rumah menemui istrinya yang sudah menunggu sedari tadi di ruang tamu.


Terlihat wajah Rianti cemberut akibat Lionel terlambat datang tak sesuai janji, Lionel pun langsung menghampiri istrinya itu dan membujuknya untuk tidak ngambek.


Cupp... Lionel mengecup sekilas bibir Rianti lalu tersenyum dan duduk disampingnya, ia merangkul pundak istrinya itu.


"Sayang, jangan ngambek begitu dong! Iya aku tau aku telat, tapi kan karena di kantor tadi ada masalah sayang yang harus aku selesaikan!" ucap Lionel membujuk Rianti.


"Kamu kenapa gak angkat telpon aku? Christy tuh sampe rewel tau mas gara-gara nungguin kamu gak dateng-dateng! Harusnya kamu kasih tau kek gitu kalau telat datang, jadinya kan aku gak perlu buru-buru siap-siap...!!" ujar Rianti kesal dan masih memanyunkan bibirnya.


Lionel pun tersenyum lalu semakin mendekatkan tubuhnya ke Rianti, ia menarik dagu Rianti dan kemudian mencumbu bibir istrinya itu dengan lahap.


Perbuatan Lionel membuat gairah Rianti memuncak saat itu, ia melupakan sejenak kemarahannya untuk menikmati pagutan dari bibir Lionel itu dan juga membalasnya.


Percumbuan diantara mereka semakin memanas, Lionel mulai masuk menyusuri rongga mulut Rianti dan beradu lidah dengan istrinya itu.


Lionel melepas pagutannya kemudian beralih mencumbu leher jenjang Rianti sehingga istrinya itu melenguh pelan.


"Nngghh..."


Rianti mendesahh merasakan kenikmatan dari bibir Lionel yang terus saja mencumbu lehernya sampai meninggalkan tanda kepemilikan disana.


Baru saja Lionel akan melanjutkan aksinya, namun tiba-tiba Rianti mencium aroma parfum wanita di kemeja milik suaminya.


"Ini wangi parfum siapa ya? Rasanya kayak bau parfum cewek, mas Lio abis ngapain ya tadi?" gumam Rianti yang mendadak terdiam.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2