
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 36
(Siksaan dari Savana)
...•...
...•...
Tania disekap di sebuah gedung tua tak berpenghuni yang mana isinya kebanyakan para preman serta tikus dan kecoak yang menemani mereka semua.
Tania diikat serta mulutnya dilakban agar tak bisa berteriak, ia didudukkan di sebuah kursi dan tangan serta kakinya diikat kuat sehingga Tania tak bisa bergerak sama sekali.
Kemudian, Savana si bos preman cantik masuk kesana mengecek kondisi tawanannya yang sebentar lagi akan menjadi anak buahnya.
Savana terlihat gembira bisa menjadikan Tania sebagai tawanan di tempatnya, ia mengelus wajah Tania dengan tangannya membuat gadis yang sedang terikat itu coba berontak tapi tidak berhasil dan malah ikatan itu semakin kuat mengikatnya.
"Hahaha, jangan harap lu bisa lepas dari sini Tania! Lu harus jadi anak buah gue dan lu juga harus nurut sama perintah gue, kalau lu bisa ngelakuin itu semua gue akan jamin keselamatan hidup lu dan Jordi..." ujar Savana sambil mengelus wajah mulus Tania.
Tania hanya bisa diam karena memang mulutnya dilakban sehingga ia tak dapat berbicara membalas perkataan Savana, ia hanya pasrah dan berharap para pengawalnya bisa datang ke tempat itu lalu membebaskan dirinya dari Savana.
Cuih... Savana dengan sengaja meludah ke wajah Tania, lalu ia malah menarik rambut Tania dan tertawa seperti orang gila.
Tania meringis merasakan sakit saat rambutnya ditarik begitu saja oleh wanita itu, air liur Savana juga terus membasahi wajahnya membuat ia semakin emosi.
Namun, ya itu dia Tania tidak bisa berbuat apa-apa saat ini karena tangan serta kakinya yang terikat.... sementara Savana semakin brutal menyiksa Tania, ia kali ini menyuruh para preman yang ada disana untuk menikmati tubuh Tania sesuka hati mereka.
"Hey kalian bertiga, pastinya kalian rindu kan bermain-main dengan istri kalian? Tenang aja sekarang kalian bisa menuntaskan hasrat kalian itu kepada dia sesuka hati kalian, ayo semuanya nikmatilah dia jangan ragu!" ujar Savana tersenyum sinis menatap wajah Tania, tampak ketakutan muncul dari tatapan mata Tania saat ini.
Sontak ketiga preman yang ada disana maju mendekati Tania, gadis itu langsung berusaha berontak kembali dan berteriak walau suaranya terhalang oleh lakban.
Mereka bertiga langsung saja mencumbu leher Tania dengan rakus serta menjilati bagian tubuh Tania lainnya, dengan cepat mereka melucuti pakaian yang dikenakan Tania membuat gadis itu kini setengah telanjang.
Savana yang menyaksikan itu malah tertawa melihat ketakutan di wajah Tania, ia merasa puas karena bisa menaklukkan seorang Tania.
__ADS_1
"Hahaha, rasakan itu Tania! Tidak enak bukan disiksa dan tubuhmu dijadikan sasaran hasrat para preman itu.... nikmatilah Tania, kapan lagi lu bisa merasakan ini semua!" ucap Savana tertawa puas.
Tania hanya terus berusaha teriak dan memberontak agar para preman yang tengah menikmati tubuhnya itu menyingkir, akan tetapi usahanya sia-sia karena mereka malah semakin bergairah dan terus melumatt gunung kembarnya yang menggugah selera itu.
Preman-preman itu kini beralih ke bagian bawah tubuhnya, dengan cepat mereka melepas celana yang dikenakan Tania membuat gadis itu menangis karena pahanya dijilat serta dikecup oleh preman itu.
Kini hanya sebuah kain tipis yang menutupi miliknya, bahkan preman-preman itu juga terus mengelus-elus bagian miliknya yang masih terbungkus kain tipis itu dan menciuminya.
Tangan nakal mereka mulai menelusup masuk ke dalam kain tipis itu lalu jari-jari mereka bermain di area milik Tania, gadis itu pun menjerit histeris dan Savana yang kejam itu malah membuka lakban yang menutupi mulut Tania sehingga para preman bisa mendengar desahann Tania dan melumatt bibirnya.
"Hahaha, ayo Tania teruslah nikmati hukuman lu ini kapan lagi kan lu bisa kayak gini?" ujar Savana tertawa puas meledek Tania.
Air mata telah membasahi wajah Tania, ia pasrah kalau akhirnya harus kehilangan kesuciannya di tangan para preman itu walau sebenarnya tentu saja ia tidak mau semuanya terjadi.
"Ya Tuhan, selamatkan lah hamba dari orang-orang seperti mereka!" gumam Tania.
Preman-preman itu juga melepas kain tipis yang menutupi milik Tania sehingga gadis itu telah resmi telanjang seutuhnya, dengan cepat mulut mereka menyesap serta menjilati milik Tania membuat gadis itu melenguh.
"Eenngghh..."
Mendengar suara itu, Savana malah tertawa dan preman anak buahnya juga langsung meraup bibir Tania dengan kasar tanpa ampun.
Tangan-tangan mereka juga masih bermain di gunung kembar Tania, bahkan seluruh tubuh gadis itu kini telah disentuh oleh para preman.
•
•
"Ini dia tempat bos Savana menyekap Tania, silahkan saja kalian masuk! Tapi maaf gua gak bisa ikut sama kalian, karena gua takut dihukum dan dipecat sama bos!" ujar Bedu.
"Oke, biar kami aja yang masuk ke dalam! Tapi anda harus tetap disini sampai kami kembali, siapa tau anda mencoba membohongi kami!" ujar Hendi.
"Tenang aja, gua gak bohong kok! Silahkan aja kalian cek sendiri di dalam sana, gua yakin si bos pasti bawa Tania kesini!" ucap Bedu.
Hendi mengangguk kemudian bersama para pengawal lainnya turun dari mobil-mobil itu dan berjalan ke arah gedung tua tersebut, terlihat para penjaga di depan gedung itu langsung bangkit saat melihat kedatangan Hendi.
Mereka mencegah Hendi dan yang lainnya untuk masuk serta bersiap menghajar orang-orang yang baru datang itu.
"Heh, kalian siapa ha? Mau apa datang ke tempat kami?" tanya penjaga itu.
"Kami ingin membebaskan Tania, kalian sekarang cepat beritahu kami dimana dia! Atau kami terpaksa menggunakan kekerasan untuk bisa masuk ke dalam..." ujar Hendi.
__ADS_1
"Ohh hahaha, tidak semudah itu untuk bisa masuk! Kalian harus melangkahi dulu mayat kami, ayo maju!" ujar penjaga itu berteriak.
"Dengan senang hati...." ucap Hendi kemudian bersiap melawan penjaga penjaga itu.
Mereka pun maju menyerang penjaga itu lebih dulu dengan tendangan serta pukulan maut, dengan mudah penjaga sombong itu berhasil dikalahkan oleh Hendi dkk.
"Heh, cepat bawa kita ke tempat Tania sekarang! Atau saya akan habisi kamu!" ucap Hendi mengancam salah satu penjaga itu.
"Ba-baik...." ucap penjaga itu gugup.
Hendi pun memutar tangan si penjaga ke belakang, lalu mereka masuk ke dalam gedung dipimpin oleh penjaga itu.
Perlahan-lahan mulai terdengar suara lenguhan serta teriakan yang mirip seperti Tania, tentu saja itu memang Tania dan Hendi serta yang lainnya langsung berlari menuju asal suara.
Langkah mereka terhenti di depan sebuah pintu yang terkunci, memang suara desahann wanita tadi berasal dari sana... dengan cepat Hendi mengetuk pintu itu sambil berteriak memanggil nama nona nya yakni Tania.
"Non, non Tania...." ucap Hendi.
Tania yang mendengar itu pun langsung berteriak kencang memanggil Hendi pengawalnya untuk segera membebaskan dirinya sebelum kesuciannya terenggut.
Sedangkan Savana terlihat panik dan memerintahkan anak buahnya untuk berhenti melakukan itu.
"Hei kalian berhenti! Sekarang kalian harus bersiap menghadapi siapapun yang ada di depan sana!" ujar Savana ketar-ketir.
"Savana, kenapa? Kok ketakutan gitu sih?" tanya Tania dengan nada meledek.
Savana hanya diam membuang muka, sementara para anak buahnya terlihat kecewa dan masih ingin menikmati tubuh Tania.
Tak lama kemudian, BRAAKKK.... pintu berhasil didobrak dari luar oleh para pengawal Tania dan mereka langsung menangkap Savana serta menghajar 3 preman yang bersamanya.
Hendi yang melihat nona nya terikat di kursi dengan kondisi telanjang pun langsung membebaskan Tania dari sana.
"Maaf non, saya tutup mata kok!" ucap Hendi sambil memejamkan matanya.
"Gapapa pak, terimakasih...." ucap Tania.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1
...Tunggu aja pembalasan dari Tania🔥...