Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 179 (Siapa yang menyuruh kalian?)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 123


(Siapa yang menyuruh kalian?)


...•...


...•...


Satu persatu anggota gangster tersebut maju dan menyerang Tania yang saat ini sudah dikelilingi oleh mereka semua, gadis itu pun tampak mudah menghadapi mereka bahkan berhasil merubuhkan satu-satu dari orang-orang tersebut. Ya Tania memang masih bisa melawan hingga saat ini dan mengalahkan mereka, namun semua berubah saat seseorang di belakangnya tiba-tiba mendekap tubuhnya dan membuat ia tak bisa melawan.


"Lepasin gue, jangan curang...!!" ujar Tania berusaha berontak dari dekapan orang itu tapi gagal.


"Hahaha, ternyata lu jago juga tarungnya! Tapi, sekarang lu harus ikut kita supaya kita bisa habisin lu di hadapan si bos!" ujar orang itu.


Tania masih terus berusaha berontak dan meronta-ronta sambil teriak minta tolong, tetapi disana sangat sepi sehingga tak ada siapapun yang bisa menolongnya karena kendaraan pun jarang sekali melewati jalanan itu.


Jono sang supir yang masih berada di bawah tampak sangat khawatir, ia menghubungi Riko untuk meminta bantuan dan mengatakan kalau nona nya sekarang dibawa oleh segerombolan gangster yang menyeramkan.


Akan tetapi, semua itu terlambat lantaran saat ini Tania sudah dibawa oleh para gangster tersebut menggunakan motor mereka. Ya Tania diapit oleh dua pria di dalam satu motor dengan alasan agar gadis itu tidak bisa kabur, akhirnya Tania pun tak dapat berbuat apa-apa lagi saat ini.


"Ya Tuhan, selamatkan lah aku!" batin Tania.


Para gangster itu membawa Tania ke sebuah hutan lebat yang tak jauh dari sana, ya mereka pun menurunkan Tania lalu mendorong tubuh gadis itu begitu saja hingga tersungkur ke tanah merah.


Tania tampak meringis menahan sakit dengan air mata yang hendak mengalir, ia seperti pasrah akan keadaan yang menimpanya saat ini apalagi di hutan tersebut memang tak ada siapa-siapa lagi selain dirinya dan juga para gangster itu.


"Hahaha, lu bakal kita habisin disini! Jadi sebaiknya sekarang lu banyak-banyak berdoa, supaya lu bisa masuk surga dan semua dosa-dosa lu diampuni!" ujar salah seorang gangster itu sambil tertawa.


Tania hanya diam meratapi nasibnya kini, sungguh ia merasa sangat payah karena tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari tangan para gangster yang ingin sekali menghabisi dirinya. Selain itu, ia juga penasaran siapa sebenarnya yang sudah menyuruh orang-orang itu untuk melakukan ini padanya.


Tak lama kemudian, salah seorang dari gangster itu terlihat menghubungkan seseorang melalui ponselnya untuk melaporkan kalau mereka sudah berhasil membawa Tania ke hutan itu dan menunggu kehadiran orang di telepon kesana menyaksikan proses penghabisan Tania di tangan mereka.


"Siapa yang sudah suruh mereka?" batin Tania.


Setelah selesai menelpon, orang tersebut menghampiri Tania dan berjongkok di dekat tubuh gadis itu sambil memandanginya dengan senyum tersimpul di bibirnya.


"Malang sekali nasib lu, harus berurusan sama kita! Jujur sih, lu cantik dan manis sama jago bela diri! Kalau bukan karena kerjaan, kita pasti udah jadiin lu wanita penghibur di geng kita!" ujar orang itu sambil membelai rambut Tania yang terurai.


"Siapa yang udah nyuruh kalian??" tanya Tania sembari menatap ke samping dengan tatapan tajam.


Pria itu hanya tersenyum tipis sambil membuang muka, ia bangkit lalu kembali berdiri di depan teman-temannya yang lain. Sedangkan Tania masih terus menatap ke arah pria itu menanti jawaban darinya tentang pertanyaannya tadi.


Dari luar hutan, rupanya Jono juga berada disana namun tetap di dalam mobil. Ia mengikuti para gangster tadi pergi bersama nona nya, untuk memastikan bahwa kondisi Tania baik-baik saja sembari menunggu kehadiran Riko kesana.


...•••...


Disisi lain, Reno mengajak Lyota makan siang di sebuah kedai bakso yang berada di dekat sana setelah mereka selesai mengurus bapak pedagang mie ayam yang tak sengaja tertabrak motor Lyota. Bukan hanya gerobak pedagang itu yang rusak, tetapi motor milik gadis tersebut juga ikut hancur karena memang tabrakannya lumayan kencang.


Akibatnya, tadi Lyota naik bersama mobil Reno menuju kedai bakso tersebut selagi motornya diperbaiki di bengkel. Memang Reno sendiri yang mengajak gadis itu bersamanya dan menawarkan diri menolong Lyota membetulkan motornya, ya padahal pas awal tadi Reno tampak emosi dengan pemotor yang menabrak gerobak mie ayam.


"Enak gak baksonya?" tanya Reno sambil melirik Lyota yang tengah melahap bakso miliknya.


"Lumayan, gue gak nyangka cowok kayak lu bisa juga makan di pinggir jalan kayak gini! Biasanya kan kebanyakan orang kaya tuh makannya pada di restoran mewah atau cafe gitu, jarang-jarang yang kayak lu gini!" ujar Lyota.


"Hahaha, kan udah dibilang saya ini bukan orang kaya! Saya sama kok kayak kamu, biasa-biasa aja gak kaya atau kekurangan rezeki!" ucap Reno tersenyum.

__ADS_1


"Ah lu mah ngerendah mulu dari kemarin, padahal mobil lu aja bagus banget begitu! Terus duit lu juga banyak, buktinya tadi gampang banget lu kasih uang 2 juta ke bapak penjual itu!" ujar Lyota.


Reno hanya senyum-senyum sambil menggelengkan kepalanya, ia lanjut memakan bakso di mangkuk dan tak menjawab lagi perkataan Lyota. Sedangkan gadis itu nampaknya masih menanti obrolan selanjutnya dari Reno, ia terus menatap Reno bahkan sampai mengacuhkan baksonya yang mulai dingin.


"Heh, itu kasian baksonya dicuekin gitu! Nanti kalo udah dingin jangan nyesel loh, soalnya dia pernah hangat tapi kamu cuekin!" ujar Reno.


"Yaelah pake kalimat filosofi segala lu, udah mirip kayak anak senja deh lu lama-lama!" ujar Lyota.


"Gapapa, kebetulan saya juga emang suka baca-baca artikel yang seperti itu! Entah kenapa rasanya adem aja kalau baca kalimat begitu, udah dimakan gih baksonya!" ujar Reno tersenyum.


Lyota mengangguk lalu melahap kembali bakso di mangkuk nya, namun tiba-tiba ia malah tersedak akibat terus berbicara saat sedang makan.


"Uhuk.. uhuk...!!"


"Nah kan, minum dulu nih!" ucap Reno menyodorkan es jeruk yang ada di meja ke hadapan Lyota.


Gadis itu pun meminum esnya sampai tinggal setengah sembari memegangi lehernya yang terasa nyelekit akibat tersedak bakso panas dan pedas.


"Lain kali kalo makan jangan sambil ngobrol! Tahu sendiri kan sekarang akibatnya, itu alasan aku tadi diem aja gak jawab omongan kamu lagi!" ucap Reno menasehati Lyota seperti seorang abang mengingatkan adiknya.


"Iya iya, maaf! Thanks ya, jarang loh ada yang nasehatin gue kayak gitu! Bokap nyokap gue aja gak pernah sama sekali nasehatin gue, mereka malah sibuk sama urusan masing-masing!" ucap Lyota.


"Hahaha, oh ya saya baru ingat! Waktu itu kan kamu bilang mama kamu kecelakaan, sekarang gimana kondisi mama kamu itu?" ucap Reno.


"Dia baik-baik aja kok, tapi sekarang masih dirawat di rumah sakit!" ucap Lyota menjawab pertanyaan Reno mengenai kondisi mamanya sekarang.


"Ohh, semoga cepet sembuh ya mama kamu!" ucap Reno mendoakan kesembuhan ibunda gadis itu.


"Aamiin..."


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 123


(Siapa yang menyuruh kalian?)


...•...


...•...


Satu persatu anggota gangster tersebut maju dan menyerang Tania yang saat ini sudah dikelilingi oleh mereka semua, gadis itu pun tampak mudah menghadapi mereka bahkan berhasil merubuhkan satu-satu dari orang-orang tersebut. Ya Tania memang masih bisa melawan hingga saat ini dan mengalahkan mereka, namun semua berubah saat seseorang di belakangnya tiba-tiba mendekap tubuhnya dan membuat ia tak bisa melawan.


"Lepasin gue, jangan curang...!!" ujar Tania berusaha berontak dari dekapan orang itu tapi gagal.


"Hahaha, ternyata lu jago juga tarungnya! Tapi, sekarang lu harus ikut kita supaya kita bisa habisin lu di hadapan si bos!" ujar orang itu.


Tania masih terus berusaha berontak dan meronta-ronta sambil teriak minta tolong, tetapi disana sangat sepi sehingga tak ada siapapun yang bisa menolongnya karena kendaraan pun jarang sekali melewati jalanan itu.


Jono sang supir yang masih berada di bawah tampak sangat khawatir, ia menghubungi Riko untuk meminta bantuan dan mengatakan kalau nona nya sekarang dibawa oleh segerombolan gangster yang menyeramkan.


Akan tetapi, semua itu terlambat lantaran saat ini Tania sudah dibawa oleh para gangster tersebut menggunakan motor mereka. Ya Tania diapit oleh dua pria di dalam satu motor dengan alasan agar gadis itu tidak bisa kabur, akhirnya Tania pun tak dapat berbuat apa-apa lagi saat ini.


"Ya Tuhan, selamatkan lah aku!" batin Tania.

__ADS_1


Para gangster itu membawa Tania ke sebuah hutan lebat yang tak jauh dari sana, ya mereka pun menurunkan Tania lalu mendorong tubuh gadis itu begitu saja hingga tersungkur ke tanah merah.


Tania tampak meringis menahan sakit dengan air mata yang hendak mengalir, ia seperti pasrah akan keadaan yang menimpanya saat ini apalagi di hutan tersebut memang tak ada siapa-siapa lagi selain dirinya dan juga para gangster itu.


"Hahaha, lu bakal kita habisin disini! Jadi sebaiknya sekarang lu banyak-banyak berdoa, supaya lu bisa masuk surga dan semua dosa-dosa lu diampuni!" ujar salah seorang gangster itu sambil tertawa.


Tania hanya diam meratapi nasibnya kini, sungguh ia merasa sangat payah karena tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari tangan para gangster yang ingin sekali menghabisi dirinya. Selain itu, ia juga penasaran siapa sebenarnya yang sudah menyuruh orang-orang itu untuk melakukan ini padanya.


Tak lama kemudian, salah seorang dari gangster itu terlihat menghubungkan seseorang melalui ponselnya untuk melaporkan kalau mereka sudah berhasil membawa Tania ke hutan itu dan menunggu kehadiran orang di telepon kesana menyaksikan proses penghabisan Tania di tangan mereka.


"Siapa yang sudah suruh mereka?" batin Tania.


Setelah selesai menelpon, orang tersebut menghampiri Tania dan berjongkok di dekat tubuh gadis itu sambil memandanginya dengan senyum tersimpul di bibirnya.


"Malang sekali nasib lu, harus berurusan sama kita! Jujur sih, lu cantik dan manis sama jago bela diri! Kalau bukan karena kerjaan, kita pasti udah jadiin lu wanita penghibur di geng kita!" ujar orang itu sambil membelai rambut Tania yang terurai.


"Siapa yang udah nyuruh kalian??" tanya Tania sembari menatap ke samping dengan tatapan tajam.


Pria itu hanya tersenyum tipis sambil membuang muka, ia bangkit lalu kembali berdiri di depan teman-temannya yang lain. Sedangkan Tania masih terus menatap ke arah pria itu menanti jawaban darinya tentang pertanyaannya tadi.


Dari luar hutan, rupanya Jono juga berada disana namun tetap di dalam mobil. Ia mengikuti para gangster tadi pergi bersama nona nya, untuk memastikan bahwa kondisi Tania baik-baik saja sembari menunggu kehadiran Riko kesana.


...•••...


Disisi lain, Reno mengajak Lyota makan siang di sebuah kedai bakso yang berada di dekat sana setelah mereka selesai mengurus bapak pedagang mie ayam yang tak sengaja tertabrak motor Lyota. Bukan hanya gerobak pedagang itu yang rusak, tetapi motor milik gadis tersebut juga ikut hancur karena memang tabrakannya lumayan kencang.


Akibatnya, tadi Lyota naik bersama mobil Reno menuju kedai bakso tersebut selagi motornya diperbaiki di bengkel. Memang Reno sendiri yang mengajak gadis itu bersamanya dan menawarkan diri menolong Lyota membetulkan motornya, ya padahal pas awal tadi Reno tampak emosi dengan pemotor yang menabrak gerobak mie ayam.


"Enak gak baksonya?" tanya Reno sambil melirik Lyota yang tengah melahap bakso miliknya.


"Lumayan, gue gak nyangka cowok kayak lu bisa juga makan di pinggir jalan kayak gini! Biasanya kan kebanyakan orang kaya tuh makannya pada di restoran mewah atau cafe gitu, jarang-jarang yang kayak lu gini!" ujar Lyota.


"Hahaha, kan udah dibilang saya ini bukan orang kaya! Saya sama kok kayak kamu, biasa-biasa aja gak kaya atau kekurangan rezeki!" ucap Reno tersenyum.


"Ah lu mah ngerendah mulu dari kemarin, padahal mobil lu aja bagus banget begitu! Terus duit lu juga banyak, buktinya tadi gampang banget lu kasih uang 2 juta ke bapak penjual itu!" ujar Lyota.


Reno hanya senyum-senyum sambil menggelengkan kepalanya, ia lanjut memakan bakso di mangkuk dan tak menjawab lagi perkataan Lyota. Sedangkan gadis itu nampaknya masih menanti obrolan selanjutnya dari Reno, ia terus menatap Reno bahkan sampai mengacuhkan baksonya yang mulai dingin.


"Heh, itu kasian baksonya dicuekin gitu! Nanti kalo udah dingin jangan nyesel loh, soalnya dia pernah hangat tapi kamu cuekin!" ujar Reno.


"Yaelah pake kalimat filosofi segala lu, udah mirip kayak anak senja deh lu lama-lama!" ujar Lyota.


"Gapapa, kebetulan saya juga emang suka baca-baca artikel yang seperti itu! Entah kenapa rasanya adem aja kalau baca kalimat begitu, udah dimakan gih baksonya!" ujar Reno tersenyum.


Lyota mengangguk lalu melahap kembali bakso di mangkuk nya, namun tiba-tiba ia malah tersedak akibat terus berbicara saat sedang makan.


"Uhuk.. uhuk...!!"


"Nah kan, minum dulu nih!" ucap Reno menyodorkan es jeruk yang ada di meja ke hadapan Lyota.


Gadis itu pun meminum esnya sampai tinggal setengah sembari memegangi lehernya yang terasa nyelekit akibat tersedak bakso panas dan pedas.


"Lain kali kalo makan jangan sambil ngobrol! Tahu sendiri kan sekarang akibatnya, itu alasan aku tadi diem aja gak jawab omongan kamu lagi!" ucap Reno menasehati Lyota seperti seorang abang mengingatkan adiknya.


"Iya iya, maaf! Thanks ya, jarang loh ada yang nasehatin gue kayak gitu! Bokap nyokap gue aja gak pernah sama sekali nasehatin gue, mereka malah sibuk sama urusan masing-masing!" ucap Lyota.


"Hahaha, oh ya saya baru ingat! Waktu itu kan kamu bilang mama kamu kecelakaan, sekarang gimana kondisi mama kamu itu?" ucap Reno.


"Dia baik-baik aja kok, tapi sekarang masih dirawat di rumah sakit!" ucap Lyota menjawab pertanyaan Reno mengenai kondisi mamanya sekarang.


"Ohh, semoga cepet sembuh ya mama kamu!" ucap Reno mendoakan kesembuhan ibunda gadis itu.


"Aamiin..."

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2