Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 153 (Tania menangis)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 97


(Tania menangis)


...•...


...•...


Tania sudah berada dalam perjalanan menuju kantor rero abadi tempat dimana ia akan menemui klien papanya untuk membahas rencana kerjasama mereka, Tania ditemani oleh Riko yang memang selalu setia menjaga nona nya sesuai perintah dari William yang menitipkan putrinya kepada Riko.


Gadis itu tampak gugup dan terus mengetuk-ngetuk jarinya ke arah pahanya, entah mengapa rasanya ia deg-degan karena akan menemui klien papanya yang memang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Apalagi Tania sama sekali tidak mengerti tentang proyek kerjasama yang dilakukan papanya, selama ini bahkan Tania tak pernah ikut campur urusan perusahaan papanya.


Ya ini merupakan kali pertamanya Tania terjun ke dunia perbisnisan yang mungkin kedepannya juga akan terus ia jalani, maka dari itu Tania berusaha keras untuk bisa memahami semuanya agar tak membuat malu papanya nanti.


"Nanti gue harus bicara apa ya disana? Aduh gue kan belum ada pengalaman sebelumnya buat urusan kayak gini, gue takut banget kalau proyek papa malah jadi gagal gara-gara gue!" batin Tania merasa cemas dan khawatir.


Tania tidak bisa tenang karena pikirannya terus saja dihantui rasa takut dan kekhawatiran akan kegagalan yang dialaminya nanti, ia terus menoleh ke kanan dan kiri secara bergantian sembari menggigit bibir bawahnya serta menarik-narik jarinya sendiri.


Riko menyadari kegelisahan nona nya melalui kaca spion di mobil itu, kali ini ia memang menyetir mobil sendiri tanpa dibantu Rusli sesuai permintaan Tania. Pria itu kemudian menoleh sekilas ke arah nona nya untuk memberi semangat pada Tania, memang Riko ini sikapnya susah ditebak.

__ADS_1


"Semangat, non! Gak perlu panik kalau pengen melakukan sesuatu yang baru, intinya percaya diri aja saya yakin kok non Tania pasti bisa!" ucap Riko menyemangati Tania sembari tersenyum tipis.


"Iya, makasih pak! Saya juga gak panik kok, cuma cemas aja takutnya proyek papa malah gagal gara-gara kesalahan aku!" ucap Tania dengan raut wajah cemas yang cukup menggemaskan.


"Itu sama aja non, sebaiknya sekarang non Tania tutup mata terus ambil nafas dalam-dalam lalu hembuskan secara perlahan! Itu adalah salah satu cara yang bisa dipakai jika kita lagi panik, coba aja dulu non siapa tahu efektif!" ucap Riko memberi saran pada nona nya.


"Oke, aku coba!" ucap Tania singkat.


Tanpa menunggu lama, gadis itu langsung memejamkan matanya kemudian mengambil ancang-ancang untuk menarik nafasnya dalam-dalam sesuai perkataan Riko. Ya Tania menghembuskan nafas secara perlahan lalu mengambil nafas lagi, ia terus melakukan itu sampai merasa lebih tenang dan tentunya tak panik lagi.


Sesuai yang dibilang Riko, rupanya memang benar cara itu efektif untuk menghilangkan rasa takut dan cemas berlebihan terhadap sesuatu. Buktinya sekarang Tania sudah lebih tenang lalu bisa tersenyum kembali, ia pun berterimakasih pada Riko.


...•••...


Sementara itu, Reno malah berada di sekolahan putrinya untuk menjemput Tania kecil yang baru pulang sekolah disana. Reno sendirian karena mama papanya sedang ada urusan penting, itulah mengapa ia terpaksa menjemput putrinya terlebih dahulu sebelum berangkat bertemu klien.


Tak lama kemudian, rombongan anak-anak sekolah itu akhirnya keluar karena waktu pulang juga telah tiba dan mereka pada berlarian keluar menghampiri orangtuanya masing-masing. Reno langsung sigap mencari keberadaan putrinya dengan celingak-celinguk sambil merasa risau karena waktunya tinggal sebentar lagi, namun ia tak berhasil menemukan Tania kecil diantara rombongan pertama yang keluar tersebut.


"Kok Tania belum keluar juga ya? Padahal ini mereka udah pada pulang sekolah, apa Tania masih belajar di kelasnya?" gumam Reno sembari menempelkan telapak tangannya di dagu karena bingung.


Akhirnya Reno menemukan keberadaan putrinya yang tengah jalan keluar bersama seorang guru, ia pun tersenyum senang karena Tania kecil telah keluar dari sekolahnya. Namun, senyum di wajahnya mendadak hilang saat melihat putrinya tersebut menangis sesenggukan dan ia belum tahu penyebabnya apa sampai Tania menangis begitu.


Reno pun berlari menghampiri Tania kecil dengan perasaan cemas dan khawatir kalau putrinya kenapa-napa karena sebelumnya Tania jarang sekali menangis ketika di sekolah, ia berjongkok menyamai tinggi putrinya sembari memegang dua pundak Tania lalu menatapnya penuh kecemasan.


"Tania, kamu kenapa sayang? Kok kamu jadi seperti ini, nangis kayak gini? Bilang sama papa nak, apa yang bikin kamu nangis begini??" ujar Reno panik sembari memandang wajah putrinya.


Tania kecil hanya diam terisak tak bisa menjawab pertanyaan papanya, Reno yang cemas lalu memeluk tubuh putrinya serta mengelus punggung Tania untuk menenangkan dia.

__ADS_1


Reno mendongak ke atas menatap seorang guru yang tadi mengantar Tania keluar sekolah, sepertinya ia hendak bertanya pada guru tersebut apa penyebab putrinya sampai menangis begitu.


"Bu, apa yang terjadi sama putri saya?" tanya Reno sambil terus mendekap tubuh putrinya tanpa melepaskan sedetikpun.


"Tadi ada teman kelasnya yang iseng menanyakan tentang mama Tania, karena itu tiba-tiba Tania langsung menangis seperti ini pak!" jawab guru itu.


Setelah mendapat jawaban dari sang guru, Reno langsung merasa kasihan pada putrinya yang diledek teman kelasnya karena tak memiliki mama. Pria itu akhirnya mempererat pelukannya sembari terus berusaha menenangkan Tania yang masih menangis, Reno tahu betul bagaimana perasaan putrinya saat ini apalagi sosok mama memang penting baginya.


"Kasihan Tania, kenapa semua ini harus terjadi kepada dia?" batin Reno ikut menangis.


...•••...


Disisi lain, Tania dewasa sudah sampai di lokasi tujuannya yakni molinara cafe tempat ia akan bertemu dengan seorang ceo dari pt. rero abadi untuk membahas kelanjutan kerjasama mereka.


Tampak disana sudah ada seorang wanita berpakaian rapih yang tersenyum menyambut kedatangan Tania, ya wanita itu ialah sekretaris papanya yang sengaja ditugaskan untuk membantu Tania dalam pertemuan kali ini.


"Selamat datang, bu Tania! Perkenalkan saya Renata, sekretaris pak William yang akan membantu ibu mengurus ini semua!" ucap wanita itu mengenalkan dirinya pada Tania sembari melempar senyum.


"Terimakasih, salam kenal Renata!" ucap Tania singkat dan tampak masih gugup.


"Mari bu kita masuk! Saya akan menjelaskan sedikit tentang proyek kerjasama ini di dalam, kebetulan klien kita pak Reno juga belum sampai! Jadi, masih ada waktu buat saya menjelaskannya pada ibu!" ucap Renata mengajak Tania masuk.


Sontak wajah Tania berubah kaget saat mendengar nama Reno disebut oleh wanita itu, ya pikirannya langsung mengarah pada Reno sosok pria yang ia cintai dulu dan sampai sekarang pun masih.


"Reno? Apa yang dia maksud itu Reno yang sama dengan yang aku kenal?" batin Tania bertanya-tanya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2