Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 152 (Ritual pohon)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 96


(Ritual pohon)


...•...


...•...


Tania masih kebingungan di sofa bersama papanya, itu karena ia masih saja kepikiran Reno yang memang sampai sekarang juga masih ia cintai. Namun, bagi Tania rasa cintanya pada Reno hanya sekedar cinta yang tak bisa memiliki. Lagipun ia yakin kalau Reno tidak mungkin mau memilihnya apalagi dulu ia pernah menyakiti hati pria itu, ya Tania pun berusaha terus menghilangkan rasa cintanya pada Reno dengan membuka hati untuk pria lain.


Sang papa alias William tahu betul kalau putrinya tengah memiliki masalah hati saat ini, ia melirik sekilas ke samping tempat Tania duduk dan memang betul kalau Tania tengah melamun sembari memandang ke depan dengan tatapan kosong. William merasa kasihan pada putrinya karena terus saja terjebak masa lalunya, walau ia tak tahu apa yang sedang dipikirkan Tania saat ini.


"Tania!" ucap William menegur putrinya sembari menyentuh lengan Tania.


"Eh, iya pah?" ucap Tania kaget lalu reflek menoleh ke arah papanya dengan tubuh sedikit bergetar.


"Kamu kenapa melamun? Apa karena rencana papa yang ingin menjodohkan kamu? Kalau begitu, kamu tidak perlu terpaksa menerima kemauan papa kok sayang! Papa kan cuma kasih saran, tapi kalo kamu gak mau ya gapapa..." ucap William berusaha mengerti isi hati putrinya.

__ADS_1


"Bukan itu kok pah, aku keinget aja sama masa lalu aku sekitar 8 tahun yang lalu! Kala itu aku ketemu seorang pria yang baik dan perhatian sama aku, dia selalu mengajarkan kebaikan terus minta aku buat sadar dan taubat! Tapi, pria itu sekarang udah menikah dan punya satu anak padahal dulunya aku pikir Tuhan sengaja mempertemukan aku dan dia karena dia jodoh aku!" ucap Tania.


"Sabar ya, sayang! Mungkin dia bukan jodoh kamu, tapi hanya seseorang yang diutus Tuhan untuk membantu menyadarkan kamu! Sudahlah tidak perlu memikirkan suami orang, sebaiknya kamu cari pengganti dia dan lupakan dia! Wanita cantik seperti kamu gak pantes jadi pelakor, apalagi kamu putri papa!" ucap William tersenyum sembari mengelus dagu putrinya.


"Iya pah, makanya aku mau coba peruntungan dengan terima tawaran perjodohan papa! Siapa tau anak temen papa itu bisa bikin aku lupa sama dia, dan mungkin juga kita berjodoh kan!" ucap Tania tersenyum menatap wajah papanya.


"Anak pintar! Sini peluk sama papa dulu!" ucap William merentangkan tangan sembari menggeser posisi duduknya mendekati Tania.


Tania pun tersenyum manis lalu mendekap tubuh sang papa dan membenamkan wajahnya pada dada milik papanya yang terasa kekar walau sudah berumur, William mengelus rambut putrinya seraya mengecup pucuk kepala Tania berkali-kali.


"Papa sayang sekali sama kamu, papa akan selalu berusaha berikan yang terbaik buat kamu! Karena selama hampir 20 tahun papa menelantarkan kamu sayang, sekarang saatnya papa membayar itu semua dengan membuat kamu bahagia!" ucap William.


"Aku juga sayang sama papa! Aku beruntung bisa punya papa seperti papa, walau kita baru bertemu ketika aku sudah besar!" ucap Tania.


Setelah puas berpelukan, William baru ingat sesuatu ketika mereka sudah melepas pelukannya.


"Ingat apa, pah?" tanya Tania penasaran.


"Hari ini papa sudah buat janji untuk bertemu dengan pemilik PT. rero abadi dan papa kan sudah mengutus kamu untuk datang kesana, apa kamu bisa sayang?" jelas William seraya menggenggam wajah Tania.


"Bisa kok pah, aku bakal datang kesana! Tapi, ada yang temenin aku kan pah?" ucap Tania.


"Iya ada kok, dia sekretaris kepercayaan papa! Kamu tenang aja ya, dia sudah mengerti semuanya! Yasudah sekarang kamu mending siap-siap karena sekitar 2 jam lagi, kamu harus segera tiba disana!" ucap William.


"Eh yaudah pah, aku ke kamar dulu ya!" ucap Tania.

__ADS_1


"Iya sayang, makasih ya!" ucap William.


"Gak perlu makasih, pah! Aku kan anak papa, jadi udah seharusnya aku bantu papa!" ucap Tania.


Mereka berpelukan kembali, tapi tidak lama karena William tau putrinya ini kalau berdandan itu sangat lama dan bisa bikin rumah dulu selama nunggu Tania selesai dandan.


...•••...


Disisi lain, Rianti memutuskan pergi sendirian untuk sekedar mencari hiburan ya walau ia tidak benar-benar pergi sendirian karena suaminya mengikuti taksi yang dinaiki Rianti dari belakang. Rianti tak menyadari itu, ia terlalu fokus pada kesedihannya dan terus menangis sesenggukan di dalam taksi karena kelakuan sang suami yang memang sulit untuk diterima olehnya.


Sembari menangis, Rianti terus saja mengelus perutnya yang sekarang berisi janin anak ketiganya atau kedua bersama Lionel. Ia merasa kasihan pada sang anak jika lahir tanpa ayah nantinya, ia tak mau hal yang terjadi pada Athar akan terulang lagi saat ini hanya karena kesalahan Lionel. Maka dari itu, Rianti berusaha mencari tempat damai untuk menenangkan diri agar tidak salah mengambil ponselnya karena takut akan melukai anaknya.


"Nak, mama janji akan terus berusaha untuk menjaga dan menjadi ibu yang baik buat kamu! Maafin mama ya, karena mama belum bisa terima papa kamu kembali sebelum dia mau menikahi perempuan yang sudah dinodai nya! Mama sayang sama kamu sayang, sehat-sehat terus ya di dalam sana karena kamu harus tumbuh jadi anak yang kuat!" batin Rianti.


Tak lama kemudian, taksi tersebut sampai di sebuah taman rindang yang asri dan nyaman untuk dijadikan tempat istirahat atau melepas penat. Rianti pun langsung turun dari taksi setelah membayarnya, ia masuk ke dalam taman itu dengan perlahan sembari menghapus air matanya karena disana ada beberapa penjaga serta orang yang tengah menyapu.


"Tempat ini memang kenangan banget buat aku, dulu Joshua selalu bawa aku kesini setiap kali aku sama dia sedang ada masalah dan dia berusaha bujuk aku! Sekarang aku datang seorang diri, tapi tetap saja kenangan itu akan selalu tersimpan di dalam memori kepala aku...." batin Rianti sambil menghela nafas.


Sementara Lionel masih berada di mobilnya terus memperhatikan istrinya dari dalam mobil, ia sedikit lega karena Rianti hanya pergi ke taman dan tidak berniat melakukan hal yang macam-macam. Lionel pun turun dari mobilnya setelah Rianti terlihat menjauh masuk ke dalam taman itu, ya ia tentu ingin melihat dengan jelas mau apa istrinya kesana.


Lionel berjalan menyusul sang istri dengan mengendap-endap layaknya maling, ia berhenti saat melihat istrinya tengah terdiam berdiri di depannya.


"Kenapa Rianti diem aja disitu sambil ngeliatin pohon tua itu? Duh jangan-jangan dia mau ngelakuin ritual memanggil hantu penunggu pohon itu lagi, ah ada-ada aja lu mana mungkin Rianti kayak gitu!" gumam Lionel berdebat dengan dirinya sendiri.


Terlihat memang Rianti seperti tengah berkomunikasi dengan pohon di depannya, padahal kenyataannya tidak. Rianti sebenarnya hanya mengingat kembali momen atau kenangan saat ia bersama Joshua disana, ya mereka sering sekali duduk di bawah pohon besar tersebut sembari bercanda tawa dan berbagi kebahagiaan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2