
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 232
(Tinggal bersama)
...•...
...•...
Revan, Tania serta Rania kini telah sampai di halaman depan rumah William setelah mereka baru saja menjemput Rania di sekolahnya. Ketiganya pun tampak tersenyum sebelum turun dari mobil itu, terlebih Revan yang menyempatkan lebih dulu untuk mengecup pipi Tania di hadapan Rania yang masih menonton adegan itu dari tempat duduknya.
Tania pun malu-malu karena dicium oleh calon suaminya itu di hadapan adiknya, ia juga tak menyangka kalau Revan akan melakukannya disana dan membuatnya memalingkan wajah karena malu. Namun, entah mengapa Tania sekarang ini sudah mulai suka diperlakukan seperti itu oleh Revan apalagi ia juga sudah merasakan bibir pria tersebut.
"Turun yuk!" ucap Revan berbicara pada Tania serta menoleh ke belakang melihat Rania.
"Yuk!" ucap Tania mengangguk setuju.
"Rania, kamu bisa kan turunnya?" tanya Tania sembari menoleh ke arah Rania.
"Bisa dong, kak." jawab Rania tersenyum.
"Bagus deh, pinter adik kakak!" ucap Tania.
Setelahnya, mereka bertiga pun bersamaan turun dari dalam mobil dan berkumpul sejenak di dekat bada mobil sebelum masuk ke dalam rumah. Revan juga merangkul Tania dari samping yang tengah memegang dua pundak adiknya, Revan tampak menyunggingkan senyum saat Tania menoleh ke arahnya dengan raut kaget.
"Kak Revan sama kak Tania serasi banget deh!" seloroh Rania sambil mendongak ke atas.
"Aduh Rania sayang, kamu bisa aja deh bikin kakak jadi salah tingkah!" ucap Tania tersenyum sembari mengusap wajah adiknya.
__ADS_1
"Hehe, emang bener kok kak!" ucap Rania.
"Iya sayang, kamu bener kok! Kak Revan sama kak Tania ini emang udah serasi pake banget, kita juga udah mulai sehati kok! Kalau kak Tania ini ngerasa lapar, pasti kakak juga lapar!" ujar Revan.
"Apaan sih? Gak gitu juga lah, itu mah lebay tau!" ucap Tania.
"Yeh gak lebay kok, ya kan Rania?" ucap Revan.
"Iya kak, enggak lebay tau!" ucap Rania.
"Haish, kamu emang ya! Jangan ngajarin yang enggak-enggak deh sama Rania! Dia itu masih kecil, kamu gak boleh begitu!" ucap Tania.
"Ya gapapa dong. Kan cuma begitu aja, apa salahnya coba? Kecuali kalau aku ngajarin Rania tentang adegan yang berbau 18+, baru deh kamu boleh marah sama aku!" ucap Revan.
"Iyain aja deh!" ujar Tania sembari mengerucutkan bibirnya ke arah Revan di sampingnya.
Revan semakin mengeratkan rangkulannya dan menaruh kepala Tania di bahunya sembari mengecup wajah gadis itu dengan lembut, membuat Tania tersenyum manis menatap wajah pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu. Revan juga membelai bibir Tania sembari menyingkirkan rambut yang menghalangi pandangannya dari wajah Tania.
"Cie cie, kak Tania sama kak Revan emang makin mantap aja deh! Aku jadi gak kuat ngeliatnya, mau tutup mata aja ah!" ujar Rania sambil menutup matanya dengan dua telapak tangan.
"Hus kamu!" Tania menegur Revan dan melayangkan cubitan maut ke arah pinggang serta lengan pria tersebut berkali-kali karena kesal dengan kelakuannya barusan.
"Aduh aduh, kenapa sih sayang? sakit tau!" ujar Revan kesakitan.
"Ya abisnya kamu nyebelin!" ujar Tania.
"Nyebelin apa sih, sayang? Orang Rania juga gak kenapa-napa kok, dia nyaman-nyaman aja tuh!" ucap Revan membela diri.
"Ish, emang dasar gak bener!" ujar Tania kembali memberi cubitan mautnya pada Revan.
"Ahaha, kak Tania sama kak Revan lucu deh! Jangan dicubitin terus dong kak, kak Revan nya! Kan sakit tau tuh!" ujar Rania.
Tania pun tampak malu saat Rania terus menertawakan ulahnya.
•
__ADS_1
•
Disaat mereka bertiga hendak masuk ke dalam rumah, tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti di depan pagar rumah itu dan tampak satu orang wanita serta seorang laki-laki keluar dari mobil itu. Mereka tak lain ialah Velove serta Rizky yang datang kesana membawa koper berisi pakaian, karena Velove akan tinggal di rumah itu mulai hari ini sampai waktu yang masih belum ditentukan.
Tania terperangah melihat kehadiran Velove disana, namun bukan karena gadis itu datang dan membawa koper berisi baju-baju, tapi karena Velove datang bersama dengan Rizky yang merupakan pria yang ia kenali dan lumayan dekat dengannya. Ya memang sebelumnya Tania dan Rizky cukup dekat saat Tania sedang mencari Rania dulu, namun belakangan ini mereka sudah jarang bertemu lagi.
"Mama..." teriak Rania sangat gembira melihat mamanya datang kesana.
"Iya sayang, mulai sekarang mama kamu bakal tinggal disini sama kakak dan kamu. Jadi, kamu juga bakal ketemu terus sama mama kamu!" ucap Tania sembari memegang wajah adiknya.
"Beneran kak? Yeay asik! Aku bakal tinggal bareng sama mama dan kakak!" ucap Rania.
"Bener itu, jadi kamu jangan sedih-sedih lagi ya! Kan mulai sekarang kamu bakal tinggal bareng terus sama mama kamu, harusnya kamu gembira dan senang terus dong!" ucap Tania.
"Iya kak, pasti aku seneng! Oh ya, aku mau samperin mama dulu ya?" ucap Rania.
"Iya sayang, sana gih! Tapi, jangan lari-lari ya! Jalan santai aja, nanti kakak sama kak Revan juga susul kamu kok!" ucap Tania.
"Oke, kak!" ucap Rania tersenyum.
Rania pun bergegas menghampiri mamanya di depan gerbang dengan senyum yang terus terukir di wajahnya, ia sangat senang sekali karena dapat tinggal bersama mama serta kakaknya sekaligus di rumah itu mulai hari ini. Rania tak menyangka kalau keinginannya itu dapat terwujud sekarang, ya ia pun tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.
Sementara Revan kini mendekati Tania kembali dengan wajah penasarannya, ia masih belum mengerti mengapa Tania membiarkan Velove tinggal disana bersamanya. Padahal yang ia tahu Tania sangat tidak ingin jika Velove mendekati Rania, bahkan Tania sampai marah sekali ketika Velove membawa kabur Rania tanpa bilang padanya.
"Sayang, kamu serius kasih izin Velove buat tinggal disini sama kamu dan Rania?" tanya Revan.
"Iya, emang kenapa?" ucap Tania.
"Ya gapapa. Cuma aku heran aja gitu, bukannya kamu sama Velove itu saling gak suka ya? Kok bisa tiba-tiba kamu kasih izin dia buat tinggal disini, bareng sama Rania lagi?" ucap Revan heran.
"Hahaha, aku bakal jadi wanita yang jahat banget kalau aku pisahin anak dari mamanya." ujar Tania.
Revan pun tersenyum merasa bangga pada pola pikir Tania yang sekarang, ia mengelus wajah Tania dengan lembut lalu mengecup kening gadis itu yang sebentar lagi juga akan menjadi istrinya. Revan tak menyangka jika Tania dapat bersikap sebaik ini, dari yang dahulu sering bertengkar dengan Velove kini jadi lebih baik dan mengizinkan Velove tinggal disana bersama Rania alias anak kandungnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...