Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 157 (Jemput Athar)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 101


(Jemput Athar)


...•...


...•...


Tania kecil yang masih digandeng papanya terus saja celingak-celinguk ke sekeliling cafe itu, sampai pandangan matanya tertuju pada seorang wanita yang tengah duduk di dekat sana.


"Aku kayaknya kenal deh sama orang itu, ah iya benar!"


"Tante Tania!" panggil Tania kecil berteriak.


Sontak Tania dewasa langsung terkesiap ketika mendengar suara teriakan memanggil namanya, ia meletakkan ponselnya di atas meja kemudian menoleh mencari-cari asal suara tersebut.


Akhirnya ia berhasil menemukan seseorang yang memanggilnya, ya matanya berkaca-kaca begitu melihat seorang gadis kecil nan cantik tengah berlari ke arahnya dan tampak gembira.


Tania pun berdiri bangkit dari duduknya, ia tak menyangka bisa bertemu kembali dengan putri dari lelaki yang dicintainya disana. Tania bersimpuh menyambut kedatangan gadis kecil itu, hingga akhirnya mereka pun berpelukan erat disana.


Reno sang papa yang menyaksikan itu hanya diam seribu bahasa, ia tanpa sadar sudah meneteskan air mata akibat terharu karena putrinya benar-benar bahagia ketika bertemu Tania.


"Pak, itu dia klien kita yang mewakili pak William dalam proyek kerjasama ini!" ucap Indira mengagetkan Reno yang tengah melamun.

__ADS_1


Sontak Reno kembali dibuat terkejut mendengar perkataan sekretarisnya, ya jadi dugaannya selama ini benar kalau William adalah papa Tania dan Tania yang dimaksud William memang Tania yang sama dengan Tania gadisnya tercinta.


Setelah sempat terdiam beberapa menit, akhirnya Reno memutuskan melangkah ke dekat Tania yang masih berpelukan dengan putrinya di depan sana. Terlihat Renata juga menyambut kedatangan Reno disana dengan tersenyum dan sedikit menunduk, Tania masih tidak sadar kalau Reno sudah berada di dekatnya karena asik memeluk Tania kecil.


"Tania!" ucap Reno menyapa gadis dewasa yang berada di bawahnya tengah memeluk putrinya.


Sontak Tania & Tania kecil menoleh secara bersamaan ke asal suara karena nama mereka dipanggil, Tania tampak syok melihat Reno berdiri disana dengan memasukkan tangan ke saku celana sembari menatap dirinya.


Tania langsung melepas pelukannya kemudian berdiri seperti awal, ia menatap wajah Reno penasaran sambil mendekatinya.


"Reno?" ujar Tania gemetar, ia terkejut hingga tak dapat berkedip atau memalingkan wajah dari Reno.


"Apa kabar, Tania?" tanya Reno tersenyum.


"Eee aku baik kok, kamu sendiri gimana?" ucap Tania kemudian melontarkan pertanyaan yang sama pada Reno, ia benar-benar tersipu dengan kehadiran Reno disini dan mendadak rasa cemasnya hilang.


"Sama aku juga baik, tapi lagi agak sedikit pusing aja!" ucap Reno terus tersenyum.


"Pusing kenapa?" tanya Tania menatap Reno dengan wajah terheran-heran penasaran.


Mendengar jawaban dari Reno membuat Tania merasa bersedih, ia ikut merasakan apa yang dirasakan Tania kecil sekarang dan mungkin juga Reno setelah kehilangan Rosa. Tania pun mengusap lembut wajah gadis kecil di dekatnya sembari membelai rambut panjang Tania kecil yang terurai, ia berusaha menenangkan gadis kecil itu agar tak terus-menerus teringat pada mamanya.


Sementara Reno juga tak bisa lagi menahan air matanya, ia terlalu sedih jika harus melihat putrinya menangis seperti ini karena teringat sang mama yang telah tiada akibat kecelakaan mobil. Seketika suasana disana menjadi sendu penuh kesedihan, rapat yang akan mereka laksanakan seperti terlupakan begitu saja dengan adegan ini.


...•••...


Disisi lain, Rianti & Lionel sampai di depan gerbang sekolah Athar putranya. Mereka hendak menjemput Athar sekaligus memperlihatkan pada putranya kalau mereka tidak sedang marahan, ya sejak kemarin Athar memang menaruh curiga pada orangtuanya yang selalu diam-diaman dan jarang berkomunikasi atau berkumpul berdua sehingga Athar berpikir kalau mama papanya sedang bertengkar.


Lionel turun dari mobil terlebih dahulu lalu jalan mengitari mobil menuju arah pintu lain, ia membukakan pintu untuk istrinya sembari menuntun Rianti keluar dari mobil secara perlahan karena ia sangat khawatir pada kondisi kandungan Rianti. Lionel pun juga terus menggandeng tangan istrinya saat mereka berjalan mendekati gerbang, disana ada seorang satpam yang bertugas tengah duduk sambil menikmati secangkir kopi serta goreng pisang.


"Permisi pak," ucap Lionel menegur satpam itu.

__ADS_1


"Eh iya pak, ada apa?" ujar satpam kaget karena sedang santai tiba-tiba ada yang menegurnya.


"Umm, ini kok sepi banget ya? Emangnya murid-murid di dalam belum pada pulang sekolah?" tanya Lionel heran karena melihat lingkungan luar sekolah yang begitu sepi dan sunyi.


"Ohh iya belum pak, paling beberapa menit lagi baru bunyi bel pulangnya! Emang bapak sama ibu mau ngapain, apa mau jemput anaknya?" ujar satpam itu.


"Ah iya kami mau sekalian jemput putra kami, sudah lama juga soalnya kami tidak menjemput dia berdua begini!" ucap Lionel tersenyum sembari merangkul sang istri bermaksud menunjukkan kemesraan mereka di hadapan satpam itu, namun Rianti justru tetap berwajah jutek tak peduli pada suaminya.


kriiiinngggg... kriiiinngggg...


Akhirnya bel pulang telah berbunyi terdengar sampai ke telinga Lionel & Rianti yang berada di depan gerbang, mereka pun tersenyum dan tidak sabar menunggu kedatangan Athar putra mereka yang sudah keluar kelas.


Sang satpam juga bersiap-siap menyambut banyaknya murid yang akan keluar, ia membuka kunci gembok gerbang agar para murid bisa keluar secara beraturan dan menemui jemputan mereka masing-masing di luar sana.


"Papa, mama...." teriak Athar begitu melihat orangtuanya berdiri di luar untuk menjemputnya, ia terlihat sangat gembira dan langsung berlari kencang mendekati mama papanya disana.


Brukkk...


Saking senangnya Athar sampai menubruk pinggang papa mamanya dan memeluk erat, Rianti serta Lionel cukup terkejut tapi memakluminya karena Athar begitu akibat terlalu senang melihat mereka disana.


"Mah, pah! Athar gak nyangka mama sama papa mau datang ke sekolah buat jemput Athar, tadinya Athar kira mama papa itu lagi berantem makanya mama sama papa jadi jarang ngobrol! Tapi, ternyata dugaan aku salah ya mah?" ujar Athar mendongak menatap wajah mama papanya tanpa melepaskan pelukannya dari pinggang sang mama dan papa.


Rianti tersenyum mengusap lembut puncak kepala putranya yang teramat senang itu, ia kemudian merendahkan posisi tubuhnya menyamai tinggi Athar dan menggenggam wajah putranya dengan kedua telapak tangan.


"Athar, kan mama udah pernah bilang sama kamu kalau mama sama papa itu gak bertengkar! Kami baik-baik aja kok, buktinya sekarang mama sama papa datang kesini kan buat jemput kamu?" ucap Rianti tersenyum.


"Iya mah, maafin Athar ya udah salah sangka sama mama dan papa! Athar seneng banget deh lihat mama sama papa disini, Athar pengen ini terjadi terus supaya Athar bisa bahagia terus!" ucap Athar.


"Tenang aja, Athar! Papa janji akan usahain setiap harinya jemput kamu pulang dari sekolah, udah ya jangan sedih-sedih lagi!" ucap Lionel menyambar sembari mengusap wajah putranya.


Perbincangan pun selesai, kini mereka masuk ke dalam mobil bersama-sama sembari bergandengan tangan dan saling tersenyum.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2