Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 405 (Enak banget)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 348


(Enak banget)


...•...


...•...


Tania keluar dari kamarnya sesudah mandi dan berganti pakaian, ia masih memegangi perutnya yang terasa sakit karena disebabkan oleh kelitikan dari abangnya tadi.


Gadis itu menutup pintu dan menguncinya, lalu hendak turun ke bawah menemui yang lain.


Akan tetapi, ia justru kembali bertemu Arsen di depan kamarnya yang membuat Tania terkejut dan tak sempat menghindar dari abangnya.


Arsen langsung bergerak mendorong tubuh Tania hingga mepet tembok, ia mengungkung sang adik sembari menatapnya tajam dengan menarik dagu mulus adiknya tersebut ke atas.


"Kak, ngapain sih?" tanya Tania heran.


"Kamu wangi banget sih! Dari depan kamar aja kakak udah bisa cium wangi kamu," ucap Arsen tersenyum.


"Ya iyalah, namanya juga abis mandi. Udah deh, kakak jangan iseng lagi sama aku! Ini bekas kelitikan dari kakak tadi aja masih kerasa tau di perut aku, nanti aku laporin ke papa loh!" ucap Tania cemberut.


"Hahaha, suruh siapa kamu ngeselin? Awas aja kalo berani lapor papa, bukan cuma kakak kelitikin tapi sekalian nanti kakak kulitin kamu!" ucap Arsen.


"Ish, serem amat sih kak!" ujar Tania.


"Ya makanya jangan berani main-main sama kakak, terus mending nurut aja deh!" tegas Arsen.


"Iya kakak, aku nurut! Puas?" ucap Tania.


Cupp!


"Nah gitu dong, baru adik kakak yang pinter!" ucap Arsen tersenyum sembari mengusap puncak kepala adiknya.


Tania melongok lebar saat bibirnya dikecup oleh sang kakak dengan sekilas, ia tak menyangka Arsen bisa melakukan itu padanya yang merupakan adik kandungnya sendiri.


"Kak, apa-apaan sih? Kok kakak cium bibir aku?" tanya Tania terkejut.


"Kenapa? Kamu gak suka?" ujar Arsen.


"Ish bukan gitu, ah udah lah gausah dibahas! Awas kak, aku mau keluar ketemu papa sama Rania! Kakak jangan halangin aku deh!" ujar Tania berontak.

__ADS_1


Arsen tersenyum dan melepaskan adiknya itu, namun ia kembali mengecup bibir Tania sekilas.


Cupp!


"Gila sih, bibir kamu enak banget buat dicium! Pasti udah sering kan ciuman sama Revan? Gak mungkin lah kalo belum, mana tahan dia gak cium bibir mungil kamu ini?" ucap Arsen nyengir.


"Kak, kakak udah gak waras apa gimana sih? Aku heran sama kakak!" ujar Tania kesal.


"Kakak waras kok, buktinya kakak bilang bibir kamu enak! Kalau misal kakak bilang gak enak, baru deh itu namanya gak waras!" ucap Arsen.


"Haish, terserah kakak aja lah!" ujar Tania.


Tania yang kesal memilih pergi dari sana meninggalkan kakaknya, ia tak mau lagi terjebak pada jebakan Arsen karena khawatir pria itu akan kembali mencium bibirnya.


Sementara Arsen justru tersenyum sambil geleng-geleng kepala saat melihat adiknya pergi, ia pun bergerak menyusul gadis itu dan menarik lengannya dari belakang lalu membawa tubuh Tania dalam dekapannya.


"Udah, kita turunnya bareng aja!" ucap Arsen sembari mendekap Tania sangat erat.


"Ih kak Arsen lepasin...!!"


Tania berusaha berontak, tetapi tenaganya kalah jauh dibanding sang kakak yang berotot itu.


Saat sampai di bawah, terlihat Velove sedang bersama William di sofa ruang tamu seperti membahas sesuatu yang penting.


"Pagi pah, pagi sayang!" ucap Arsen menyapa mereka sambil tersenyum.


"Eh kalian, pagi juga! Sini sini duduk, kebetulan papa juga lagi bahas pernikahan kamu sama Velove yang akan dilaksanakan itu!" ucap William.


Arsen membawa adiknya duduk di sofa tanpa melepas dekapannya, terlihat Tania sudah sangat risih dan ingin melepaskan diri tetapi gagal karena Arsen terus saja mendekapnya.


"Haish, kak Arsen ini kenapa sih? Gue kan udah janji gak bilang ke papa!" batin Tania kesal.


Barulah ketika duduk, Arsen melepaskan Tania dan beralih meraih dua tangan Velove.


"Sayang, makin cantik aja kamu!" puji Arsen.


Velove pun tersipu dan merunduk menutupi rona merah di pipinya.


...•••...


Disisi lain, Athar menghampiri mamanya di kamar untuk bertanya mengenai ayah kandungnya. Athar perlahan membuka pintu kamar sang mama dan mengecek apakah mamanya itu ada di dalam atau tidak.


Ceklek...


Benar saja ternyata Rianti ada di dalam sana, ia pun melangkah masuk menghampiri mamanya.


"Mama..."


Rianti yang sedang duduk di depan cermin pun menoleh ke asal suara, ia terkejut melihat putranya ada disana.

__ADS_1


"Loh Athar, kamu ngapain sayang?" tanya Rianti.


"Mah, maaf ya aku ganggu! Aku pengen tanya soal ayah Reno, kenapa sampe sekarang ayah belum temuin aku sih mah? Apa ayah gak sayang ya sama aku, mah?" ujar Athar sedih.


Rianti tersenyum, kemudian menggendong Athar ke dalam pangkuannya.


"Sayang, kamu sabar aja ya! Papa Reno kan baru nikah lagi sama orang lain, sekarang papa kamu itu juga lagi bulan madu. Nanti kalau papa Reno udah gak sibuk, baru deh dia bisa ketemu sama kamu Athar!" ucap Rianti.


"Ohh gitu ya, mah? Berarti sekarang ini aku gak bisa dong ketemu sama papa Reno? Padahal aku udah pengen banget peluk papa," ucap Athar.


"Tenang aja sayang! Biarpun kamu gak bisa peluk papa Reno sekarang, kan masih ada papa Lionel yang bisa peluk kamu kapan aja! Jangan sedih ya sayang, ada mama juga disini!" ucap Rianti.


"Iya mama..." ucap Athar tersenyum.


Rianti pun memeluk erat putranya sembari mengusap puncak kepala Athar, pria kecil itu juga membenamkan wajahnya pada dada sang mama sambil memejamkan mata.


Tak lama kemudian, terdengar pintu kamar mandi terbuka. Ya Lionel yang baru selesai mandi keluar dari sana dengan hanya mengenakan handuk, ia terkejut melihat istrinya tengah memeluk Athar disana dengan wajah bersedih.


"Sayang, Athar, ada apa sih? Kok pada sedih-sedih gitu?" tanya Lionel penasaran.


"Eh mas, kamu udah selesai mandi? Tuh sayang, kamu lihat papa kamu baru abis mandi! Kamu bisa peluk papa Lionel deh!" ucap Rianti.


"Ohh, Athar mau peluk papa?" ujar Lionel.


Athar menoleh sekilas ke wajah Lionel, lalu kembali memeluk mamanya.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Rianti heran.


"Mah, aku kan maunya peluk papa Reno, papa kandung aku. Kalau lekuk papa Lionel kan udah sering, aku bosen mah!" ucap Athar merengek.


"Loh sayang, kamu gak boleh gitu! Papa Lionel kan juga papa kamu sayang," ucap Rianti.


"Iya mah, tapi aku pengen peluk papa Reno sekali aja hari ini! Aku soalnya mau ngerasain dipeluk sama papa kandung aku, kan dari kecil aku gak pernah ngerasain itu mah!" ucap Athar.


Mendengar ucapan Athar membuat Rianti bersedih, begitu juga dengan Lionel yang merasa tidak tega pada sosok putra tirinya tersebut.


"Athar sayang, jangan khawatir ya! Papa Lionel nanti bakal temuin papa Reno, supaya Athar bisa peluk papa Reno nantinya!" ucap Lionel.


"Yang bener, pah?" tanya Athar girang.


"Iya dong sayang..." jawab Lionel tersenyum.


"Asik!!"


Athar sangat gembira mendengarnya, ia turun dari pangkuan sang mama lalu berlari memeluk papanya dengan senyum riang di wajahnya.


"Aku sayang sama papa Lionel...!!" ucap Athar.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2