
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 201
(Hari bahagia)
...•...
...•...
Hari ini adalah hari bahagia bagi Tania, karena ia akan bertunangan dengan Revan lelaki yang mulai berhasil mencuri hatinya dan selalu membuatnya tersenyum bahagia karena tingkah lakunya.
Tania pun sudah bersiap mengenakan gaun cantik yang dipilihkan sendiri oleh Revan untuk calon istrinya itu.
"Non Tania cantik banget!" puji salah seorang perias disana yang membantu Tania dalam mempersiapkan dirinya di acara nanti.
"Makasih," ucap Tania singkat sambil tersenyum.
Tania menatap dirinya sendiri di kaca dan terlihat sangat tidak sabar untuk segera menemui Revan.
"Oh ya, Revan udah dateng apa belum ya?" tanya Tania kepada periasnya itu.
"Sepertinya belum, non!" jawabnya.
Tania pun kembali menatap cermin.
Tak lama kemudian, muncul papanya yang masuk ke dalam untuk memeriksa apakah Tania sudah siap atau belum karena acara akan segera dimulai.
"Sayang, kamu udah siap?" tanya William.
"Eh papa, udah kok pah. Ini aku udah siap banget malah, tanya aja mereka!" jawab Tania tersenyum.
"Iya tuan, non Tania sudah siap kok." ucap perias.
"Wah kamu cantik sekali, Tania! Papa sampai gak nyangka kalau kamu ini putri papa yang selama ini tinggal sama papa, soalnya kamu terlihat beda sekali malam ini sayang! Kamu cantik, manis dan pastinya lucu sekali!" ucap William memuji putrinya.
"Ah papa bisa aja, aku kan jadi terbang nih dipuji gitu sama papa!" ucap Tania tersenyum.
William tersenyum memandangi wajah putrinya yang ia lihat mirip sekali dengan mendiang istrinya.
__ADS_1
"Oh iya, pah. Revan sama keluarganya udah datang atau belum?" tanya Tania pada papanya.
"Nah itu dia sayang, makanya papa kesini. Mereka baru aja datang dan papa suruh tunggu sebentar di luar, ada Rania juga yang temani mereka! Sekarang kamu udah siap kan? Kalo gitu langsung aja kamu keluar temui mereka, kasihan kalau kelamaan nunggu nanti malah bete!" ucap William.
"Iya pah, udah kok. Kita bareng aja pah keluarnya, daripada sendiri-sendiri kan?" ucap Tania.
"Yasudah," William mengangguk.
Tania pun bangkit karena ia sudah siap dan tampak cantik dengan balutan gaun merah itu.
Tania dibantu kedua periasnya berjalan bersama William menuju keluar untuk menemui Revan.
❤️
Revan yang tengah bersama kedua orangtuanya dan juga Rania serta Jordi di ruang tamu, langsung terperangah begitu melihat Tania yang muncul dari dalam tengah berjalan ke arahnya.
Revan tak bisa mengalihkan pandangannya dari Tania yang tampak begitu cantik dan seksi itu, Revan bahkan sulit untuk menutup mulutnya sejak melihat sosok wanita yang sebentar lagi akan menjadi istri sahnya.
John dan Eva alias orang tua Revan itu saling pandang lalu senyum-senyum melihat putra mereka yang tampak terpukau dengan kecantikan Tania.
Sementara Rania serta Jordi juga tampak terpesona akan kecantikan Tania yang memang benar-benar berbeda dibanding sebelumnya, kali ini Tania sangat feminim dan perempuan banget tak seperti kemarin-kemarin.
Revan langsung berdiri begitu Tania sudah dekat.
"Hai juga, Revan! Maaf ya, kamu pasti nunggu lama ya?" ucap Tania yang juga tak kalah gugupnya.
Orang-orang disana tampak senyum-senyum saja melihat pasangan yang saling gugup itu.
"Gak kok, baru sebentar." ucap Revan.
"Hey, kalian ini kenapa masih pada gugup sih? Kan kalian udah sering bareng-bareng selama ini, masa masih gak bisa tenangin diri pas mau tunangan?" ujar Eva terheran-heran.
"Tau nih, harusnya kalian itu langsung pegangan tangan atau apa gitu!" sahut John.
"Ahaha, mungkin mereka masih canggung. Maklumlah kan ini momen yang bersejarah bagi mereka, karena mereka akan melepas status lajang yang sudah dipertahankan cukup lama itu!" ucap William sambil tertawa kecil.
"Apa sih, pah? Aku sama Revan kan baru tunangan, belum mau nikah!" ucap Tania.
"Ya sama aja dong, status tunangan artinya kalian udah sama-sama terikat! Berarti bukan jomblo lagi, lagian kan satu bulan lagi kalian juga akan melangsungkan pernikahan!" ucap William.
"Iya benar itu, Tania." sahut Eva.
"Yasudah, alangkah baiknya kalau kita segera saja melangsungkan acara ini. Karena para tamu undangan juga sudah datang, dan Tania juga sudah siap untuk dipasangkan cincin di jari manisnya oleh pria yang dia cintai!" ucap Jordi.
"Hahaha, iya juga ya. Yaudah, kita langsung kesana aja dan mulai acaranya!" ucap William.
__ADS_1
"Ayo Revan, gandeng calon kamu itu! Jangan gugup terus dong!" ujar Eva.
"Iya Revan, tunjukkan jiwa laki-laki kamu!" sahut John.
"Eee iya pah, mah." ucap Revan masih grogi.
Revan pun mendekati Tania lalu perlahan menyatukan jari-jarinya dengan milik Tania.
"Tania, aku senang!" ucap Revan.
"Iya, aku juga." balas Tania.
Mereka semua pun langsung berjalan menuju tempat yang sudah disediakan untuk pasangan tersebut saling memasang cincin.
...•••...
Disisi lain, Reno tengah mengajak Lyota untuk makan malam berdua di sebuah restoran mewah.
Reno sengaja menyewa satu restoran itu agar bisa leluasa berduaan dengan Lyota disana, bahkan Reno juga menyewa sebuah grup band yang akan menemani mereka di malam yang dingin dan romantis ini.
Lyota tampak cantik dengan gaun pemberian Reno serta jepit rambut milik Rosa yang sengaja diberikan oleh Reno kepada gadis cantik itu.
"Sayang, kamu suka gak sama pemandangan di restoran ini?" tanya Reno sembari meraih tangan Lyota yang ada di atas meja.
"Suka kok, lu bener-bener keren deh! Bisa-bisanya lu sewa satu restoran begini cuma buat kita makan malam, harusnya kan gak perlu tau! Buang-buang duit aja pake disewa segala!" ucap Lyota.
"Ahaha, untuk ajak gadis secantik kamu makan malam. Itu butuh keseriusan sama niat yang kuat, supaya saya bisa bikin kamu bahagia!" ucap Reno.
"Makasih ya, baru kali ini gue diajak makan malam di restoran mewah kayak gini. Apalagi cuma kita berdua yang ada disini, terus pake ada band juga lagi yang nyanyi buat kita. Rasanya udah kayak orang pacaran aja, padahal kan kita cuma temen." ucap Lyota tersenyum sambil celingak-celinguk.
"Kamu salah, sayang! Alasan saya ajak kamu kesini, karena saya mau sampaikan sesuatu ke kamu! Saya pengen kamu tau kalau saya ini serius menjalin hubungan dengan kamu!" ucap Reno.
Lyota tampak terkejut dengan perkataan Reno.
Pria itu tampak mengambil sesuatu dari saku kemejanya lalu menunjukkan pada Lyota.
Sebuah kotak cincin yang cantik ada disana.
"Sayang, maukah kamu menjadi istri saya dan juga ibu bagi Tania?" ucap Reno melamar Lyota sembari membuka kotak cincin itu di hadapan gadisnya.
Lyota menganga terkejut mendengarnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1