Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 377 (Nonton film)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 320


(Nonton film)


...•...


...•...


Tania mengajak Arsen masuk ke sebuah bioskop yang mana disana sudah ada seorang wanita kenalan Tania untuk dipertemukan dengan Arsen, ya Tania memang sengaja ingin mengenalkan Arsen dengan wanita lain agar pria itu tidak terus merasa galau dan sedih, akibat ditinggal nikah oleh Velove sang gadis yang sangat ia cinta dan sayangi itu.


Ekspresi Arsen dari awal ia ikut dengan Tania, sampai kini ia tiba di bioskop masih sama dan tidak mengalami perubahan sedikitpun. Ya Arsen sama sekali tidak tergiur dengan perkataan Tania tentang si gadis cantik yang akan ia temui saat ini, biarpun Tania juga telah menunjukkan foto gadis itu padanya dan ya memang cantik bahkan manis seperti Tania.


"Kak, yuk kita kesana! Nah itu dia, kakak udah ditunggu sama dia! Nanti kakak nonton filmnya berdua sama dia aja, ya? Aku mah duduk di tempat yang agak jauhan, biar kakak bisa leluasa pdkt sama dia!" ucap Tania.


"Haish, emang harus begini apa Tania? Jujur loh kakak males banget sayang!" tanya Arsen lemas.


"Iya kak, harus! Udah ya kakak nurut aja sama aku, ini tuh demi kebaikan kakak loh! Aku gak mau kakak sedih terus mikirin Velove, lagian ini juga udah waktunya kakak buat nikah!" ucap Tania tegas.


"Umm, ya oke deh kakak nurut kali ini!" ujar Arsen.


"Nah gitu dong, baru namanya kakak ku yang ganteng dan gagah! Yuk kak kita samperin dia, tuh dia udah melambai kesini!" ucap Tania.


"Iya..." ucap Arsen pasrah.


Mereka pun bergerak maju mendekat ke arah gadis cantik yang memakai baju cukup tertutup, tak seperti wanita pada biasanya yang selalu berpakaian terbuka untuk memancing gairah lelaki.

__ADS_1


"Hai, Carla! Kenalin ini kakak ku, namanya kak Arsen. Ayo kak kenalan dulu dong!" ucap Tania tersenyum.


"Iya Tania, hai aku Carla!" ucap gadis cantik itu mengenalkan diri sembari menyodorkan tangan ke arah Arsen dan tersenyum.


"Arsen," ucap Arsen singkat plus dingin.


Mereka pun saling berjabat tangan disana, baru pertama kali saja gadis bernama Carla itu sudah langsung dibuat terpesona dan terkagum-kagum pada sosok Arsen. Carla sampai tak mau melepas genggaman tangannya saat ini dan ingin terus memegang tangan pria di depannya tersebut.


"Ehem ehem, udah kali!" sindir Tania.


Sontak Arsen langsung melepas tangannya dari genggaman Carla dan tampak salah tingkah, begitu juga dengan Carla sendiri.


"Hehe, maaf! Yaudah yuk, kita langsung masuk aja ke studionya! Beberapa menit lagi filmnya dimulai loh, jangan sampe kita kelewatan walau cuma beberapa menit bahkan detik!" ucap Tania.


Arsen hanya mengangguk pelan, lalu Tania dengan sengaja meminta Arsen menggandeng tangan Carla.


"Ayo kak, gandeng tangan Carla! Supaya lebih romantis dan Carla jadi makin tertarik sama kakak, udah gausah malu-malu!" bisik Tania.


"Apaan sih?" ujar Arsen heran.


"Maaf, kita masuk ke dalamnya gandengan aja biar lebih cepat!" ucap Arsen.


"Eee i-i-iya," ucap Carla gugup.


Melihat itu membuat Tania senyum-senyum sendiri dan merasa senang, ia sangat berharap Carla dapat menghilangkan rasa sedih di hati kakaknya dan sang kakak alias Arsen itu bisa ceria kembali.


Setelahnya, mereka bertiga pun masuk ke dalam studio pemutaran film dan duduk di tempat masing-masing untuk mulai menonton film bertemakan horor itu, ya Tania sengaja memilih film itu agar terkesan semakin romantis.


Arsen dan Carla duduk bersebelahan, sedangkan Tania ada di barisan yang berbeda dengan mereka.


"Semoga kak Arsen bisa happy deh!" batin Tania.


...•••...

__ADS_1


Disisi lain, Revan mengantarkan Rania pulang ke rumahnya dengan mobil. Saat di dalam perjalanan Revan memberitahu pada Rania mengenai hal-hal yang harus diketahui oleh Rania tentang syarat berpuasa, ya itu karena Revan sudah tahu kalau Rania memaksa Athar puasa padahal Athar bukan termasuk golongan kaum yang diwajibkan puasa.


Rania memang belum mengetahui apa agama Athar dan apakah Athar harus berpuasa, yang ia tahu semua orang diwajibkan untuk puasa seperti yang telah diberitahu oleh Tania sebelumnya. Ya Rania pun tampak merasa bersalah karena sudah memaksa Athar untuk berpuasa tadi, sehingga Athar tidak bisa makan dan sekarang kelaparan.


"Rania, gak semua orang itu harus puasa loh sayang! Ada beberapa orang yang keyakinan nya beda dengan kita itu gak mewajibkan puasa, misalnya Athar sama mamanya!" ucap Revan.


"Kenapa begitu kak? Emang keyakinan mamanya Athar sama Athar itu apa?" tanya Rania bingung.


"Iya sayang, mereka bukan muslim seperti kita yang harus dan wajib puasa di bulan Ramadhan. Soal itu nanti Rania bisa tanyakan lagi sama Athar ya, intinya sekarang Rania jangan sembarang nyuruh orang buat puasa ya!" ucap Revan tersenyum.


"Oh gitu ya kak? Yaudah deh, besok-besok aku gak akan kayak gitu lagi! Maaf ya kak Revan, karena aku udah bikin keributan tadi!" ucap Rania.


"Gapapa sayang, kamu gak salah kok! Kamu kan belum tahu dan belum paham soal beginian, makanya sekarang kak Revan jelasin ke kamu supaya kamu bisa paham dan gak mengulang lagi kesalahan yang sama! Kakak tahu kok Rania itu anak yang pintar, jangan sedih lagi ya!" ucap Revan.


"Iya kak..." ucap Rania manggut-manggut pelan.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di mall besar yang ada di kota dan tanpa basa-basi Revan langsung turun dari mobil begitu juga dengan Rania yang sudah tidak sabar ingin segera bermain disana.


"Wah kak, ini mall nya besar banget! Pasti di dalam banyak permainan yang seru deh!" ujar Rania.


"Pasti dong sayang! Makanya kakak bawa Rania kesini, supaya Rania bisa puas-puasin main disini dan gak kelaparan karena puasa!" ujar Revan.


"Hahaha, kakak bisa aja! Lagian aku juga gak lapar kok, kan aku udah kuat!" ucap Rania.


"Bagus deh sayang! Yaudah, kita langsung masuk aja yuk ke dalam! Kalau terlalu lama disini nanti kulit kita bisa gosong loh, lumayan panas soalnya cuaca disini sayang! Kita ngadem di dalam, terus masuk ke ruang bermain yang seru banget itu!" ucap Revan.


"Iya kak, ayo aku juga udah gak sabar!" ujar Rania.


Revan tersenyum sembari mengusap puncak kepala Rania dengan lembut, lalu ia pun menggandeng tangan gadis kecil itu melangkah memasuki mall yang besarnya tak terhingga itu.


"Sebenarnya aku pengen juga ajak Tania kesini, tapi gapapa deh walau cuma sama Rania!" batin Revan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2