
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 322
(Rania kemana?)
...•...
...•...
"Assalamualaikum, mama!" Tania kecil yang baru pulang sekolah langsung berlari masuk ke dalam menghampiri Lyota yang berada di ruang tamu, bahkan Tania sampai melepas genggaman tangannya dari sang Oma alias Anggi.
Tentu saja hal itu membuat Anggi merasa geram karena cucunya sekarang jadi lebih dekat pada Lyota dibanding dirinya, padahal yang ia inginkan adalah Tania kecil selalu bersamanya.
Sementara Lyota tampak tersenyum senang melihat Tania kecil sudah pulang dari sekolahnya, ia beralih menatap wajah Tania lalu berjongkok untuk bersiap memeluk putri kecilnya itu. Ya mereka pun berpelukan disana di hadapan Anggi serta Darma yang juga tengah memperhatikan mereka.
"Eh sayang, waalaikumsallam. Kamu pinter banget sih baru datang ngucap salam, mama bangga deh sama kamu sayang!" ucap Lyota.
"Ya iya lah, dia itu kan cucu saya. Dia berpendidikan dan selalu diajarkan hal-hal yang baik, gak kayak kamu Lyota! Jadi, jangan samakan Tania itu dengan kamu!" cibir Anggi.
"Mah, mama stop dong!" tegur Darma kesal.
Anggi hanya memutar bola mata, lalu duduk di sofa tanpa menggubris teguran dari suaminya. Sedangkan Darma coba bicara pada Lyota untuk menenangkan menantunya itu, dibantu juga oleh Tania kecil yang kasihan melihat mamanya.
"Lyota, maafin mama kamu ya! Dia emang suka begitu orangnya, tapi sebenarnya mama kamu itu baik kok sayang!" ucap Darma.
"Iya mah, oma baik kok! Mama yang sabar aja ya!" sahut Tania kecil tersenyum.
__ADS_1
Lyota pun ikut tersenyum lalu memegang wajah putrinya dengan kedua tangan, ia merasa senang karena masih ada orang yang baik dan mau perduli dengannya seperti Tania serta Darma. Walau hingga kini ia masih belum bisa membuat Anggi mau menerima dirinya di keluarga itu, namun ia tak menyerah sampai disitu saja.
"Iya pah, sayang. Mama juga tahu kok kalau Oma nya Tania itu baik banget, mana ada orang tua di dunia ini yang jahat sih? Yaudah sayang, mama temenin kamu mandi sama ganti baju yuk!" ujar Lyota.
"Oke mama!" ucap Tania kecil mengangguk.
Lyota berdiri menggandeng tangan Tania, sebelum melangkah ia pamitan terlebih dahulu pada sang papa alias Darma.
"Pah, aku bawa Tania ke kamar dulu ya?" ucap Lyota.
"Iya Lyota, makasih ya kamu udah mau bantu urus Tania! Emang dia ini anaknya masih suka manja, padahal udah gede loh!" ujar Darma tersenyum.
"Ahaha, gapapa kok pah. Aku kan sekarang udah jadi mamanya Tania, aku juga pengen urusin Tania seperti halnya seorang ibu pada umumnya!" ucap Lyota.
"Reno memang tidak salah pilih istri, kamu itu wanita yang baik dan cantik Lyota!" ucap Darma.
Lyota tersipu mendapat pujian dari papa mertuanya, sedangkan Anggi yang mendengar itu merasa sakit hati dan tak terima karena suaminya memuji wanita lain di hadapannya. Apalagi terlihat jelas kalau Darma memang sengaja ingin membuat Anggi merasa jengkel dengan pujian itu.
Setelahnya, Lyota dan Tania kecil pun pergi ke kamar sambil bergandengan tangan. Lyota hendak membantu putri kecilnya untuk mandi plus ganti baju karena Tania memang masih mengenakan seragam sekolah miliknya.
"Mah, oma itu kenapa sih selalu jahat sama mama? Padahal mama kan orang baik, tapi Oma malah kayak gak suka gitu sama mama. Aku heran deh, emang mama salah apa sih?" tanya Tania kecil.
"Eee kamu kok tanya gitu sih sayang? Oma itu gak jahat, Oma baik kok sayang!" ucap Lyota.
"Tapi, yang aku lihat gak gitu mah. Oma malah selalu galak sama mama, aku kan tahu dan lihat sendiri mama!" ucap Tania kecil.
Lyota menunduk bingung tak tahu harus menjawab apa pada Tania kecil saat ini.
...•••...
Disisi lain, Arsen dan Tania telah sampai di rumah sehabis menonton film bersama Carla. Mereka turun dari mobil dengan masing-masing perasaan yang berbeda, ya Arsen tetap dengan sedihnya lalu Tania terus saja senyum-senyum berusaha membuat Arsen sang kakak dapat terhibur, walau sulit namun Tania yakin kalau ia bisa melakukan itu saat ini.
Disaat Tania serta Arsen hendak masuk ke dalam rumah, pandangan Arsen tiba-tiba menangkap sosok gadis cantik yang baru keluar dari rumah tersebut sambil tersenyum membawa alat penyiram bunga di tangannya. Ya wanita cantik itu ialah Velove yang ternyata sudah kembali dan ada di rumah Tania lagi, hal itu membuat Arsen akhirnya dapat tersenyum.
__ADS_1
"Tania, kak Arsen? Kalian abis pada darimana? Kok tadi aku pulang rumahnya malah sepi?" tanya Velove.
"Eee iya nih Ve, gue sama kak Arsen tuh abis nonton film di bioskop. Kebetulan kan lagi ada film yang seru tuh, kita penasaran makanya langsung nonton deh ke sana! Eee emangnya di dalam gak ada siapa-siapa gitu, Rania belum pulang?" ucap Tania.
"Belum tuh, kamu gak sama Rania?" ujar Velove.
"Eee enggak sih, aku tadi titip Rania sama Revan. Dia bilang katanya dia bisa kok jemput Rania di sekolah, tapi kok dia belum antar Rania kesini ya?" ucap Tania terheran-heran.
"Coba kamu hubungin Revan deh, Tania! Aku cemas banget sama Rania, takutnya terjadi sesuatu ke dia!" ucap Velove cemas.
"Iya iya, lu tenang ya!" ucap Tania.
Velove mengangguk tanda setuju, Tania mengambil ponselnya dari saku celana kemudian coba menghubungi nomor Revan. Akan tetapi, nomor pria itu tidak bisa dihubungi dan membuat Tania serta Velove semakin cemas.
"Duh, nomernya gak aktif lagi!" ujar Tania.
"Coba kamu telpon terus Tania!" ujar Velove.
"Udah ini, tapi tetep gak bisa! Apa mungkin mereka lagi pada main?" ucap Tania.
"Mana aku tahu!" ucap Velove.
"Sabar sayang! Aku yakin Rania pasti baik-baik aja kok, Revan itu kan orang baik. Dia pasti bisa jagain Rania dengan baik juga! Kalian berdua tenang aja, nanti juga mereka pulang kok!" ucap Arsen.
Sebagai seorang kakak yang baik, Arsen merangkul kedua gadis cantik itu dan tersenyum menatap wajah keduanya secara bergantian sembari mengusap puncak kepala. Sedangkan Velove tampak berdebar-debar saat berdekatan dengan Arsen, jantungnya seakan tak bisa terkontrol saat ini karena kelakuan dari Arsen.
Cupp!
Diluar dugaan, Arsen memberanikan diri mengecup kening Velove serta Tania secara bergantian. Hal itu membuat Velove semakin tak karuan dan salah tingkah dibuatnya.
"Udah, kalian tenang ya! Kita masuk aja dulu ke dalam, tunggu Rania nya sambil duduk santai dan ngobrol!" ucap Arsen.
Kedua gadis itu hanya bisa mengangguk, lalu mereka bertiga pun berjalan masuk ke dalam rumah dengan Arsen berada di tengah-tengah.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...