
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 55
(Es dung dung)
...•...
...•...
Tania sudah rapih kembali dan hendak pergi keluar, Howard serta Hendi yang berdiri di depan pintu kamar Tania pun terkejut karena nona nya itu sudah bersiap-siap.
"Loh non Tania mau kemana?" tanya Howard penasaran memandangi tubuh nona nya.
"Saya mau pergi pak, tapi kayaknya saya gak perlu pengawalan deh karena ini sifatnya privasi jadi kalian berdua disini aja ya!" ucap Tania.
"Waduh maaf non, tapi gak bisa kayak gitu! Kita ini kan ditugaskan untuk mengawal non Tania kemanapun non pergi, jadi ya kita harus ikut sama non Tania terus!" ucap Howard.
"Umm, yaudah deh suka suka kalian aja!" ucap Tania gak mau ribet lalu pergi melewati 2 pengawalnya itu.
Howard & Hendi terkena kibasan rambut Tania dan tertegun karena gadis itu cukup wangi, ya mereka pun heran karena tak biasanya Tania memakai minyak wangi sebanyak itu.
Setelahnya mereka melangkah menyusul Tania mengikuti gadis itu dari belakang, walaupun nona nya itu melarang mereka ikut.
Sesampainya di depan pintu pagar, Tania langsung meminta supirnya yakni Rusli untuk mengantar ia pergi... Riko yang berdiri tepat di dekat sana pun penasaran nona nya itu hendak pergi kemana lagi padahal baru pulang.
"Maaf non, non Tania mau kemana ya? Bukannya non baru sampai, apa tidak capek non kalau harus pergi lagi?" tanya Riko menghampiri Tania.
"Saya ada urusan pak, oh ya gimana kondisi ayah angkat saya bang Jordi? Dia ada sama kamu kan pak??" ucap Tania baru teringat pada ayah angkatnya yang terluka.
"Tenang saja non, semuanya sudah saya urus dan pak Jordi sekarang masih menjalani perawatan di rumah sakit.." ucap Riko.
"Bagus deh, yaudah saya mau pergi pak! Apa kamu mau ikut juga sama kayak Howard dan Hendi??" ucap Tania.
__ADS_1
"Tentu non, saya akan temenin non Tania! Mari non kita pergi sekarang!" ucap Riko membuka pintu mobil untuk Tania.
Tania pun tersenyum lalu melangkah masuk ke dalam mobil, pintu ditutup oleh Riko lalu pria itu juga masuk ke tempat duduk depan bersampingan dengan Rusli sang supir.
"Kita mau kemana non?" tanya Riko menoleh ke belakang melihat nona nya yang sedang bermain ponsel.
"Umm, nanti aja saya tunjukin jalannya!" jawab Tania lalu beralih melihat layar ponselnya kembali.
"Baik non, pak ayo kita jalan!" ujar Riko.
"Siap!" ucap Rusli.
Mobil pun melaju sedang mengikuti arahan dari nona nya yakni Tania, namun di pertengahan jalan tiba-tiba Tania minta berhenti karena ia melihat tukang es dung dung lewat.
"Pak, pak berhenti dulu pak! Aku pengen beli es dung dung itu!" ucap Tania menepuk-nepuk kursi tempat duduk Rusli.
"Siap non!" ucap Rusli kemudian memberhentikan mobilnya di pinggir sesuai perintah dari Tania.
Tania pun hendak turun dari mobil membeli es dung dung, akan tetapi Riko mencegahnya dan menyuruh ia tetap berada di mobil.
"Maaf non, biar saya aja yang kejar tukang es dung dung nya! Non tunggu disini sebentar!" ucap Riko lalu dengan cepat membuka pintu mobil dan turun keluar lalu berlari mengejar tukang es dung dung yang sudah lumayan jauh.
...•••...
Disisi lain, Reno pulang ke rumah sehabis menemui orang suruhannya untuk menemukan badut yang sudah memukulnya waktu itu.
Kedatangannya itu berbarengan dengan sang putri Tania kecil yang baru pulang dari sekolah bersama Anggi, Reno pun langsung pergi putrinya dan memeluk gadis kecil itu.
"Papa..." ujar Tania kecil berteriak lalu berlari menghampiri papanya yang juga tengah berjalan ke arahnya.
Hug...
Reno mendekap tubuh putrinya dengan sangat erat, ia senang melihat Tania kecil kembali ceria seperti dulu karena sebelum ini Tania kecil selalu bersedih dan murung.
"Udah pulang kamu cantik?" tanya Reno mengelus punggung putrinya dan mencium pipi gemas Tania kecil.
"Iya udah pah, tadi seru banget loh di sekolah aku belajar tentang sayur-sayuran! Terus aku juga diajak ke kebun sekolah pah, aku kasih pupuk ke tanaman terus siram tanamannya seru deh pokoknya pah..." ujar Tania kecil menceritakan apa yang ia lakukan di sekolah.
"Wah seru banget kayaknya sayang, yaudah kalo kamu suka nanti papa bakal beliin kamu bibit biar kita bisa tanam sama sama di kebun belakang rumah!" ucap Reno.
__ADS_1
"Mau mau pah, pasti tambah seru kalo aku nanem nya bareng papa sama oma!" ucap Tania kecil tertawa gembira.
"Yaudah nanti kita beli bibitnya bareng-bareng ya cantik! Yuk sekarang kita masuk dulu, kamu pasti lapar kan abis sekolah?" ucap Reno mencolek hidung Tania kecil.
Tania kecil mengangguk-angguk sambil tersenyum, Reno pun menggendong putrinya itu lalu membawanya ke dalam diikuti oleh Anggi yang menggemblok tas milik cucunya.
Saat di meja makan, Anggi penasaran pada putranya tersebut karena lebih sering bengong sampai makanan di piringnya cukup lama disentuh oleh pria itu.
"Reno, kamu lagi mikirin apa sih? Itu makanan untuk dimakan loh bukan buat dianggurin gitu aja, apa kamu masih kangen sama mendiang istri kamu?" ucap Anggi penasaran.
"Iya pah, papa kok diem aja sih?" saut Tania kecil dengan keluguannya.
"Eee aku gapapa kok mah, sayang! Ini juga aku mau makan makanannya..." jawab Reno tersenyum lalu mulai menyendokkan nasi ke mulutnya.
Anggi tak yakin kalau putranya itu baik-baik saja, ia merasakan ada yang sedang disembunyikan oleh Reno kepadanya.
...•••...
Sementara itu, Tania sudah sampai di tempat tujuannya yakni rumah Cakra alias mafia yang telah menculik adiknya.
"Non, kita ngapain kesini? Emangnya ini rumah siapa ya non kalo boleh tau?" tanya Riko terheran-heran memandangi rumah besar yang ada disampingnya.
"Ohh ini mah rumahnya si mafia, gak tau deh siapa namanya dia! Kita perhatiin aja dari sini ya pak, sampai ada yang keluar dari dalam sana terus baru deh kita ikutin dia!" jawab Tania sambil melahap es dung dung yang dibeli oleh Riko tadi.
"Siap non! Tapi, emang non ada masalah apa sih sama mafia itu? Kok sampai harus ngawasin rumahnya segala kayak gini?" tanya Riko masih kebingungan.
"Aduh udah deh pak jangan banyak tanya, aku mau nikmatin es dung dung yang lezat ini dulu nanti aja tanya-tanya nya ya!" ucap Tania kesal karena terus diganggu saat sedang makan es dung dung.
"Maaf non," ucap Riko menunduk lalu mengalihkan pandangannya ke arah rumah itu lagi sambil terus mengawasinya.
Sementara Tania masih asyik memakan es dung dung di tangannya sampai habis, mulutnya kini tampak belepotan akibat makan es itu seperti anak kecil aja.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...Cie disenyumin Tania❤️...
__ADS_1