Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 184 (Kakek kandung?)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 128


(Kakek kandung?)


...•...


...•...


"Rania, sayang...."


Cakra coba mendekati putrinya yang saat ini masih memeluk Jordi dengan erat, ya pria itu berusaha membuat Rania mengenalnya dan lebih akrab dengan ayah kandungnya ini.


Rania yang tengah memeluk pinggang ayah angkatnya kini reflek menoleh begitu namanya dipanggil, ia terkejut melihat sosok pria tua yang berdiri di samping Jordi karena ia tahu betul bahwa pria itu adalah pria yang sama dengan yang waktu itu menculiknya.


Rania reflek meminta perlindungan dari ayah angkatnya karena ia takut dengan Cakra, ya Jordi pun tak mengerti mengapa tiba-tiba Rania ketakutan sampai seperti itu. Sedangkan Cakra paham sekali kalau Rania ketakutan karena dirinya pernah menculik gadis kecil tersebut, ia pun mencoba mendekat lagi agar Rania tidak takut padanya.


"Om, jangan deket-deket sama aku! Aku gak mau dideketin om lagi, aku mau sama ayah dan kakak!" ucap Rania menyembunyikan wajahnya pada sela-sela kaki ayah angkatnya.


"Hey, Rania! Kamu kenapa sih, sayang? Kok ketakutan gitu ngeliat pak Cakra?" tanya Jordi heran.


"Om itu yang udah culik aku, ayah! Waktu itu kan aku pernah diculik sama orang dan akhirnya kak Tania berhasil bebasin aku, orangnya itu ya om ini!" jawab Rania menjelaskan pada Jordi.


Sontak Jordi terkejut tak menyangka mendengar penjelasan dari gadis kecil itu, ia menoleh ke arah Cakra dan pria itu tampak manggut-manggut tanda mengiyakan perkataan Rania bahwa memang benar ialah yang sudah menculik gadis kecil tersebut.

__ADS_1


"Itu memang benar adanya, Jordi! Tetapi, saya pada saat itu belum mengetahui kalau Rania adalah cucu kandung saya yang hilang dan sudah sejak lama saya mencarinya...." ucap Cakra dengan mata berkaca-kaca yang mungkin siap merembes.


Rania terkejut saat Cakra menyebut bahwa dirinya adalah cucu kandung pria tersebut, ya Rania langsung menatap ke arah wajah Cakra dengan terheran-heran karena masih tak mengerti apa maksud dari perkataan Cakra barusan.


"Om, maksud om apa? Kok om bilang kalau aku ini cucu kandung om sih?" tanya Rania heran.


Cakra pun tersenyum lebar memandang wajah Rania yang kini mau menatapnya balik, ia sedikit mendongak melihat ke arah Jordi yang juga tampak senang saat anak angkatnya menatap wajah Cakra.


"Iya benar, kamu adalah cucu kandung om! Yang artinya om ini ya kakek kamu, sayang!" ucap Cakra menjelaskan pada Rania.


"Hah? Seriusan om??" ujar Rania syok.


"Ayah, yang dibilang sama om ini emang bener?" tanya Rania sembari mendongak menatap wajah ayah angkatnya dengan penasaran.


"Iya, sayang! Mulai sekarang kamu panggil om ini dengan sebutan kakek, ya? Karena dia benar kakek kandung kamu yang selama ini nyari-nyari keberadaan kamu, gimana kamu seneng gak bisa ketemu sama keluarga kandung kamu?" ucap Jordi.


"Wah seneng banget dong, yah! Tapi, ayah gak lagi bohongin aku kan sekarang??" ucap Rania.


Rania pun beralih menatap wajah kakeknya, kini ia mulai tersenyum dan nampak bahagia melihat kakek kandungnya yang memang selama ini juga ia cari-cari identitasnya sejak ia mengetahui jika Jordi bukanlah ayah kandungnya.


"Kakek...."


"Aku sayang sama, kakek...!!"


Rania berteriak sembari menangis terisak, ia berlari menghampiri Cakra dan memeluknya erat lalu menangis sesenggukan di dalam pelukan kakek kandungnya yang baru kali ini ia temui.


Sementara Jordi tampak terharu menyaksikan momen tersebut, ia merasa senang sekaligus sedih karena dengan begini kemungkinan untuknya bisa bertemu Rania akan semakin kecil.


🌺


Dari dalam rumah, kini Tania tengah mencari-cari keberadaan Rania adiknya karena di dalam sana ia tak berhasil menemukannya apalagi kamarnya juga kosong tidak ada orang sama sekali. Tania pun menemui papanya di ruang tamu sekaligus menanyakan dimana Rania, namun sang papa juga tidak tahu karena mereka memang sama-sama habis dari luar tadi sehingga tak tahu dimana Rania.

__ADS_1


"Duh, Rania dimana ya pah? Aku udah cari ke kamarnya gak ada, terus disini juga gak ada!" ujar Tania cemas dan panik.


"Tenang dulu, mungkin aja Rania lagi main diluar sama pengasuhnya... soalnya tadi papa titipin Rania ke mbak Fitri buat dijagain, coba gih kamu cek sana ke taman samping atau belakang!" ucap William.


"Ohh, iya sih pah! Yaudah makasih ya pah infonya, aku mau keluar dulu cari Rania..." ucap Tania.


"Iya, kalau sudah ketemu bawa kesini aja! Papa kangen mau main sama Rania, kebetulan juga Rania anaknya gemesin dan kalo main sama dia itu rasanya papa seneng banget!" ujar William.


"Iya papa, nanti aku bawa kesini deh Rania sekalian sama mbak Fitri nya buat nemenin papa..." ujar Tania sambil sedikit tertawa.


"Yeh Rania nya aja..."


"Hahaha, iya siap pah!"


Setelah tertawa kecil seperti barusan, Tania pun langsung bergegas keluar untuk mencari Rania karena ia sungguh cemas dan khawatir entah mengapa memang perasaannya tiba-tiba tidak enak memikirkan Rania padahal tadi papanya sudah mengatakan kalau Rania sedang main dengan pengasuhnya.


Ya tapi Tania masih belum tenang hanya dengan mendengar perkataan papanya itu, ia harus menemui Rania langsung untuk memastikan bahwa gadis kecil itu benar baik-baik saja dan tidak dalam kondisi bahaya atau kenapa-napa.


Setelah keliling-keliling halaman rumah akhirnya Tania berhasil menemukan adiknya yakni Rania di taman samping rumahnya, ya ia pun tersenyum karena melihat Rania dalam kondisi baik-baik saja dan tidak kenapa-kenapa apalagi terluka.


Namun, matanya menelisik begitu menyadari ada sosok pria yang sangat ia benci disana tengah bermain tertawa ria bersama Rania dan seperti tidak ada beban atau rasa bersalah padahal sebelumnya dia sudah menculik Rania.


"Itu kan si penculik Rania, ngapain dia disini? Terus kok bisa sih dia main sama Rania didiemin gitu aja? Duh bang Jordi juga gimana sih, harusnya kan dia jagain Rania!" ujar Tania heran.


Tania pun maju ke depan dengan raut wajah kesal dan tangan terkepal bersiap memukul wajah Cakra alias si mafia yang dahulu menculik Rania, ia benar-benar tidak mau dan tidak terima kalau adiknya disentuh apalagi diajak bermain seperti itu oleh seorang pria jahat seperti Cakra yang sudah sempat membuat hidupnya bersedih dulu.


"Raniaaa...."


Tania berteriak kencang memanggil nama adiknya dari jarak dekat, sontak Rania serta orang-orang disana menoleh begitu mendengar suara teriakan tersebut dan semuanya tampak kaget melihat Tania berdiri disana dengan muka kesal.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2