Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 151 (Sekolah lagi)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 95


(Sekolah lagi)


...•...


...•...


Tania mengantar adiknya ke sekolah dengan diantar oleh Riko & Rusli, ya sebenarnya Rania ingin sekali diantar William karena hendak mengenalkan papa barunya itu pada teman-temannya di sekolah. Namun, William mendadak ada urusan penting yang tidak bisa ditinggal sehingga Rania harus menunda keinginannya itu.


Setelah sampai di sekolah, mereka berdua pun langsung turun kemudian masuk ke gerbang sekolah. Terlihat sudah banyak murid yang juga datang disana, Rania tampak senang sekali bisa kembali bersekolah seperti sebelumnya.


"Wah akhirnya aku bisa sekolah lagi kak, aku gak sabar deh mau ketemu temen-temen aku lagi! Kira-kira mereka masih pada ingat sama aku gak ya?" ucap Rania tersenyum lebar.


"Ya pasti masih dong, sayang! Kamu itu kan baru gak sekolah beberapa hari, jadi pasti teman-teman kamu yang banyak itu masih pada kenal kamu kok! Udah gausah mikir aneh-aneh ya, sekarang mending kita masuk dulu ke dalam!" ucap Tania menenangkan adiknya sembari memegang dua pundak Rania.


"Iya kak," ucap Rania singkat sembari manggut-manggut pelan.


Mereka langsung disambut oleh satpam disana yang juga tampak sudah rindu dengan kehadiran Rania, ya tentu saja karena lumayan lama juga Rania tidak datang ke sekolah padahal gadis itu baru satu hari masuk sekolah waktu itu.


"Eh eh eh, lihat siapa nih yang datang...?? Waw adek Rania ternyata, apa kabar kamu cantik?" ujar Taufiq selaku satpam disana tampak sumringah sembari mencolek pipi gemas Rania.


"Hai, om satpam! Aku baik kok, om satpam kangen ya sama aku??" ujar Rania dengan nada gemas.


"Hahaha, aduh gemesin banget sih kamu! Ya iya dong om satpam kangen banget sama kamu, emang selama ini kamu kemana aja sih?" ujar Taufiq.


"Aku gak bisa sekolah om, makanya baru sekarang aku datang kesini lagi! Aku juga udah kangen banget sama temen-temen, sama om satpam juga!" ucap Rania sembari tertawa kecil.


"Ohh, yaudah yang penting Rania sekarang kan udah sekolah lagi! Om ikut seneng loh, soalnya Rania itu gemesin banget terus ramah lagi!" ucap Taufiq.


Tania hanya tersenyum melihat keakraban adiknya dengan satpam disana, ia senang karena banyak orang suka pada Rania dan mau menjadi teman baiknya. Walau ia sedikit merasa sedih karena teringat momen kecilnya yang mana saat itu orang-orang membenci dirinya, ya tentu saja karena Tania diwaktu kecil adalah seorang pencopet handal yang dibenci seluruh warga kota.


"Tania, Rania!"

__ADS_1


Tiba-tiba suara seorang wanita muncul dari arah belakang, sontak Tania menoleh lalu melihat sahabatnya yang tak lain adalah Lydia seorang guru disana yang juga wali kelas Rania.


"Eh Bu Lydia," ucap Tania tersenyum.


Rania pun tampak gembira begitu melihat ibu gurunya datang kesana, ia langsung menghampiri Lydia sembari tersenyum bahagia.


"Bu guru cantik!" ujar Rania menabrak dan memeluk pinggang Lydia, karena tingginya hanya sepinggang guru itu.


"Eh Rania, akhirnya kamu datang juga ke sekolah! Kemana aja selama ini, cantik? Ibu dan temen-temen kangen loh sama kamu, tadinya ibu pikir Rania udah gak mau sekolah lagi makanya gak dateng-dateng!" ucap Lydia tersenyum seraya mengelus wajah gadis kecil yang kini memeluknya itu.


"Ada insiden sebelumnya yang bikin Rania gak bisa pergi sekolah, itu kenapa Rania cukup lama gak datang lagi kesini padahal dia baru sekolah satu hari!" ucap Tania menjelaskan.


"Ohh, tapi Rania gapapa kan sayang?" tanya Lydia menggenggam wajah Rania dengan gemas.


"Gapapa kok Bu guru cantik!" jawab Rania.


"Syukurlah, yaudah sekarang kan semester baru dan Rania banyak ketinggalan pelajaran sama nilai di rapot semester sebelumnya itu kosong! Nah Rania mau kan ikut ujian susulan supaya nilai kamu gak kosong?" ujar Lydia berjongkok di hadapan Rania.


"Tapi, aku belum belajar bu guru cantik! Nanti kalo nilai aku jeblok gimana?" ujar Rania.


"Ya tenang aja Rania, nanti ibu juga bakal mengulang materi semester sebelumnya biar kamu ngerti!" ucap Lydia mencubit pipi Rania.


"Makasih ya bu Lydia!" ucap Tania.


"Iya sama-sama, Rania juga kan udah jadi murid aku! Yaudah sekarang kita langsung masuk aja yuk, bareng sama ibu sekalian ketemu temen-temen kamu!" ucap Lydia mengajak muridnya masuk.


"Ayo, bu! Aku juga udah kangen banget sama temen-temen kelas aku, kak aku mau masuk dulu ya sama bu guru cantik!" ucap Rania berpamitan pada kakaknya sembari cium tangan.


"Iya, semangat ya sekolahnya! Jangan bandel apalagi nakal dan ngelawan sama bu guru kamu, inget pesan kakak sebelumnya!" ucap Tania sambil mencolek hidung adiknya.


"Iya dong kak, aku pasti inget semua perkataan kakak!" ucap Rania tersenyum.


"Bagus, yaudah kalo gitu kamu masuk terus kakak mau pulang ya?" ucap Tania.


"Iya kak, hati-hati di jalan!!" ucap Rania.


"Hooh, titip Rania ya bu Lydia!" ucap Tania menatap wajah guru itu sambil tersenyum.


"Iya Tania, pasti aku jagain Rania kok!" ucap Lydia.


Setelah berpamitan, Lydia bersama Rania pun masuk ke dalam sekolah sambil bergandengan tangan. Sedangkan Tania kembali ke mobil karena hendak pulang ke rumah, ia merasa tenang setelah tahu Rania kini bersama Lydia.

__ADS_1




Sesampainya di rumah, Tania langsung dicegat papanya yang muncul secara tiba-tiba sambil memanggil namanya membuat Tania sedikit kaget.


"Tania!" panggil papanya.


"Ah iya pah, kenapa?" ujar Tania terkejut.


"Boleh papa bicara sebentar sama kamu?" tanya papanya itu sembari mendekati Tania.


"Umm, mau bicara soal apa pah?" ucap Tania penasaran.


"Ada, kita kesana dulu bicara sambil duduk!" ucap William sambil menunjuk ke arah sofa.


Tania pun mengangguk pelan lalu mengikuti papanya menuju sofa, mereka duduk berdampingan disana dan wajah Tania tampak tegang karena penasaran dengan apa yang akan dibicarakan papanya.


"Papa mau bicara apa sama aku?" tanya Tania.


"Ini soal calon suami untuk kamu! Papa berpikir akan menjodohkan kamu dengan anak teman papa, dia itu orangnya baik, tampan, mapan bahkan juga seorang lulusan terbaik di Finland sana! Gimana, apa kamu tertarik sama yang papa usulkan?" ujar William.


Sontak Tania terkejut karena papanya mau menjodohkan ia dengan lelaki Finlandia, tentu ia tidak mau karena ia saja tidak bisa berbahasa negara sana. Namun, disisi lain ia juga memang sedang mencari sosok calon suami yang bisa menemani ia menjalani masa-masa tua.


"Eee, kenapa tiba-tiba papa mau jodohin aku?" tanya Tania menatap heran ke wajah papanya.


"Ya karena kamu itu sudah berusia matang, udah seharusnya kamu memiliki seorang suami! Mau sampai kapan kamu betah ngejomblo kayak gini? Gimanapun juga papa ini sudah tua dan tentunya papa mau melihat kamu bahagia bersama suami kamu sebelum ajal papa tiba, apalagi kalau papa juga bisa nimang cucu dari kamu sayang!" ucap William.


"Pah, aku juga mau nikah kok! Cuma ya sampai sekarang aku belum nemu lelaki yang pas, makanya aku belum bisa nikah!" ucap Tania.


"Nah, itu dia alasan papa mau jodohin kamu sama anak teman papa! Kebetulan dia juga baru lulus S3 di Oxford, mungkin dia bakal langsung menikah nantinya dan bisa saja kamu yang dipilih!" ucap William.


"Umm, yaudah deh pah aku nurut aja sama papa!" ucap Tania terpaksa menuruti kemauan papanya.


"Baguslah, nanti papa atur pertemuan kalian ya!" ucap William tersenyum sembari mengusap kepala bagian belakang putrinya.


Tania pun tampak tersenyum tipis lalu menunduk dan merasa sedih, pasalnya ia masih saja mengingat kenangan sang mantan yang tak lain adalah Reno.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2