
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 156
(Kepleset)
...β’...
...β’...
Setelah Rania dibawa pergi oleh Velove serta Cakra, Tania pun tampak kesepian dan hanya bisa manyun sambil rebahan di kasur kamarnya, ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan sekarang karena tak ada Rania yang biasanya menemani dirinya disana.
"Huft, gak ada Rania sebentar aja gue udah kayak begini... gimana kalo sampe Rania bener-bener dibawa ke rumah si Cakra, ya?" gumam Tania.
Tak lama kemudian, ponselnya berdering membuat Tania harus bangkit untuk mengambil handphone miliknya itu, ia tampak sumringah saat mengetahui yang menghubunginya adalah Revan alias kekasih dan juga calon suaminya itu.
"Ternyata Revan..." gumamnya.
Tanpa berlama-lama lagi, Tania segera mengangkat telepon dari Revan itu disana dan kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk, ia tersenyum dan wajahnya tampak ceria menantikan suara Revan yang sedari tadi ia tunggu.
π"Ish, kok kamu malah diem aja sih??" ujar Tania emosi karena Revan hanya diam tak berbicara.
π"Hahaha, nah gitu dong kamu yang ngomong duluan jangan aku terus! Aku lagi bayangin nih muka kamu yang lagi manyun, pasti lucu banget! Kalo aku disana pasti udah langsung aku cubit tuh muka kamu, hahaha..." ucap Revan tertawa kecil.
π"Apa sih? Jadi kamu nelpon aku cuma mau ngeledekin aku nih??" ujar Tania kesal.
π"Ya enggak lah, Tania! Aku mau ajak kamu ketemuan terus kita jalan-jalan berdua lagi, supaya kita bisa makin akrab!" ucap Revan.
π"Kemana?" tanya Tania penasaran.
π"Nanti aja kita pikirin kalo udah di jalan, mending sekarang kamu siap-siap dulu! Aku tahu kamu pasti belum mandi kan?" ucap Revan.
π"Kok tau sih?" ujar Tania malu-malu.
π"Hahaha, tuh kan bener! Ya aku tau lah, ini kan hari libur dan kamu juga gak kemana-mana pasti malas buat mandi..." ujar Revan.
π"Hehe, tapi aku tetep wangi kok!" ucap Tania.
π"Iya aku percaya, yaudah kamu siap-siap gih! Aku langsung on the way kesana nih, kebetulan pasien ku juga udah gak ada!" ucap Revan.
π"Oke, hati-hati ya!"
__ADS_1
Setelah mengucapkan hati-hati kepada Revan, Tania pun bangkit dari kasurnya lalu meletakkan ponsel di meja dan bergegas mengambil handuknya kemudian berlari menuju kamar mandi, ia sudah tidak sabar untuk pergi bersama calon suaminya saat ini.
"Akhirnya aku gak gabut lagi..." gumamnya.
Gubrakkk...
Naas bagi Tania, sangking semangatnya ia malah terpeleset saat hendak masuk ke kamar mandi dan akibatnya ia terjatuh dengan posisi duduk, ia pun merintih kesakitan memegangi kaki serta bagian pinggulnya yang terkena lantai kamar mandi.
"Awwhhh..."
Karena disana tidak ada siapapun kecuali dirinya sendiri, Tania terpaksa bangkit dengan berpegangan pada apapun yang ada disana dan berusaha untuk kembali ke ranjang karena kakinya sakit, tentu ia tak sanggup jika harus mandi dengan kondisi begini.
"Duh, apes banget sih gue!" gumamnya.
β’
β’
TOK TOK TOK...
Revan baru saja beberes untuk pergi menjemput Tania di rumahnya, namun sudah ada yang mengetuk pintu ruangannya lagi dari luar, ia pun terpaksa duduk kembali lalu mempersilahkan siapapun yang ada di luar untuk masuk.
"Ya, masuk!" teriak Revan.
Ceklek...
"Hadeh, yasudah suruh dia masuk!" ucap Revan.
"Baik, dok!"
Wanita itu pergi sejenak memanggil pasien yang ingin bertemu dengan Revan disana, sedangkan Revan terpaksa harus menunda niatnya untuk pergi karena ia harus profesional dalam pekerjaan yang sudah lama ia tekuni itu.
TOK TOK TOK...
"Masuk!"
Ceklek...
Pintu dibuka untuk kedua kalinya dan seorang wanita cantik yang seksi masuk ke dalam sana sambil tersenyum, ia menutup pintu kembali lalu menghampiri Revan yang sedang duduk disana.
"Apa yang ingin andaβ"
Ucapan Revan terhenti saat ia menatap sosok wanita yang berdiri di hadapannya kini, ia seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini, sedangkan wanita itu tampak tersenyum lalu duduk tepat di depan Revan.
"Apa kabar, Revan?" ujarnya sembari menjulurkan tangan ke arah Revan.
"Baik,"
__ADS_1
Revan hanya tersenyum tipis memandang wajah wanita di depannya tanpa berkedip, ia juga tidak menghiraukan tangan dari wanita itu karena merasa tak enak jika harus bersentuhan dengan wanita lain dikala ia sudah memiliki calon istri.
"Kamu gak mau jabat tangan aku?" tanya wanita itu.
"Sorry, sepertinya begitu!" jawab Revan.
"Oh oke, tapi gak biasanya loh kamu begini! Ada apa sih sebenarnya, Van?" ujar wanita itu.
"Gak ada apa-apa kok, saya mau jaga image aja! Sekarang kamu katakan apa yang mau kamu konsultasikan dengan saya, karena saya gak punya banyak waktu!" ujar Revan.
Wanita itu hanya tersenyum sembari memiringkan kepalanya menyentuh pundak, ia mengedip-ngedipkan matanya bermaksud menggoda pria yang ada di hadapannya sambil menggerakkan tangannya ke depan untuk menyentuh tangan Revan.
Akan tetapi, Revan segera menghindar dan mendengus kesal lalu bangkit karena ia akan langsung pergi dari sana, ia tak perduli dengan wanita di depannya yang tidak jelas itu.
"Mau kemana, Van?" tanya wanita itu heran.
"Saya harus pergi sekarang, kamu jangan larang saya apalagi tahan-tahan saya...!!" bentak Revan.
Akhirnya Revan langsung pergi begitu saja meninggalkan wanita itu, ia ingin menjemput Tania di rumahnya untuk mengajak gadisnya itu pergi jalan-jalan berdua.
β’
β’
"Tania, gimana kaki kamu sekarang?" tanya William sembari mengusap-usap kaki Tania.
Ya Tania saat ini sudah rebahan di ranjang dengan punggung bersandar pada sandaran kasur, ia masih merasakan sakit pada bagian pinggul serta kakinya karena terjatuh di kamar mandi tadi, untungnya William langsung datang membantunya dan sedikit mengurut kakinya yang sakit.
"Udah mendingan kok, pah! Makasih ya, tadi sakit banget tau..." ucap Tania.
"Makanya kamu hati-hati dong, sayang! Lagian ngapain sih kamu buru-buru begitu, sampe bisa kepleset?" ujar William.
"Hehe, aku soalnya mau diajak jalan sama Revan, pah! Makanya aku buru-buru deh, aku juga jadi gak fokus ngeliat jalan..." jawab Tania nyengir.
"Ohh, pantas aja kamu begitu..."
"Maaf ya pah, aku jadi nyusahin papa deh!" ucap Tania merasa bersalah.
"Gapapa lah, terus sekarang gimana? Kamu jadi apa enggak nih jalan sama Revan nya?" tanya William.
"Umm... jadi sih kayaknya, pah! Soalnya aku kan belum kabarin Revan kalau aku jatuh di toilet, paling dia udah di jalan mau kesini pah... aku mandi dulu ya, pah? Aku takut pas Revan sampe aku malah belum siap, kan gak enak!" ucap Tania.
"Hus! Kamu lagi sakit kok mau mandi, udah kamu disini aja jangan kemana-mana! Nanti biar papa yang kasih tau Revan, kalau kamu jatuh dan gak bisa jalan!" ucap William.
"Yah, iya deh pah..."
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...