
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 26
(Hah?)
...•...
...•...
Setelah selesai mengurus pembayaran untuk sekolah Rania, Tania pun kembali keluar menemui Riko dan siap pulang.
"Pak Riko, aku udah selesai disini! Sekarang kita kembali ke tempat bang Jordi ya!" ucap Tania tersenyum.
"Baik non, silahkan masuk non!" ucap Riko membukakan pintu mobil untuk Tania.
Tania hanya tersenyum lalu berjalan masuk ke dalam mobilnya, Riko pun menutup kembali pintunya lalu masuk juga ke mobil kursi bagian depan bersebalahan dengan supir.
"Ayo pak, kita jalan!" ucap Tania meminta supirnya untuk segera melajukan mobilnya.
"Baik non, tapi kita mau kemana?" tanya sang supir pada Tania sambil menyalakan mobilnya.
"Balik ke tempat tadi ya pak..." jawab Tania.
"Siap non!" ujar sang supir tegas.
Supir itu pun menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sementara Tania bersandar di kursinya.
Saat mobil itu melaju melewati sebuah taman kanak-kanak, Tania tak sengaja melihat seseorang yang mirip sekali dengan Reno.
"Loh itu kan Reno, dia ngapain ya disini?" gumam Tania bertanya-tanya sambil terus memandangi tubuh Reno walau mobilnya sudah melaju cukup jauh dari sana.
Akhirnya Tania berhenti memandangi Reno setelah memang tubuh pria itu tak terlihat lagi dari kaca belakang mobilnya, namun tampak gadis itu masih memikirkan Reno.
"Sebenarnya gue pengen banget ketemu sama Reno tadi, apalagi sekarang gue kangen bisa bareng sama Reno lagi... tapi entah kenapa rasanya sulit buat lakuin itu!" gumam Tania.
__ADS_1
Gadis itu tampak menyesal karena tidak menemui Reno tadi, namun ia juga bingung dengan perasaannya sendiri yang masih belum jelas apakah ia mencintai Reno atau tidak.
"Ish Tania! Stop dong mikirin Reno! Ayolah kamu harus moveon dan bisa lupain dia! Masa cuma begitu aja gak bisa sih cemen amat!" gumam Tania memukul-mukul kepalanya sendiri karena pusing.
Hal itu disaksikan oleh Riko yang melihat nona nya dari kaca spion, ia langsung menengok kebelakang dan bertanya pada Tania.
"Maaf non, apa ada yang salah?" tanya Riko penasaran karena tiba-tiba Tania melakukan hal yang tak seharusnya dilakukan.
"Eh gak ada kok pak, maaf saya cuma sedikit pusing aja!" jawab Tania tersenyum.
"Ohh, kalo gitu kita mampir ke apotik aja dulu non sekalian beli obat pusing untuk non Tania!" ujar Riko menawarkan Tania untuk membeli obat pusing di apotik.
"Eh gausah pak, saya bukan pusing sakit kok! Udah gak perlu khawatir saya baik-baik aja!" ucap Tania.
"Baik non!" ucap Riko lalu kembali menghadap ke depan melihat jalan.
Sedangkan Tania menggaruk-garuk dahinya yang tak gatal karena merasa malu, akhirnya ia mengambil handphonenya untuk menutupi rasa malunya dari Riko.
•
•
Mereka terus menjaga jarak agar tak berada terlalu dekat dengan mobil Tania dan nantinya malah akan membuat posisi mereka diketahui.
Pria yang mengendarai motor merasa tidak nyaman karena si cucok meong memeluknya terlalu erat seperti sepasang kekasih.
"Heh Andri! Lu jangan peluk-peluk gue kayak gini ah, geli tau...!! Emang lu gak malu apa daritadi diliatin terus sama orang-orang yang lewat? Cepet lepasin!" ujarnya berteriak.
"Hah? Lu ngomong apaan Bay? Suara lu gak jelas di kuping gua, malah kayak kumur-kumur!" ujar pria cucok meong yang bernama Andri, ia tak mendengar dengan jelas suara dari temannya yang tengah mengendarai motor karena berisiknya suara motor itu.
"LEPASIN TANGAN LU, JANGAN PELUK GUA!" ujar Bayu berteriak lebih kencang agar Andri bisa mendengar suaranya kali ini.
"Yaelah Bay, gitu aja pake marah-marah lu! Iya iya gua lepasin ini, gausah teriak juga kali emang dikata gua budeg apa...!!" ujar Andri ngambek melepaskan pelukannya sambil memukul punggung Bayu.
"Hadeh punya temen gini amat ya..." ujar Bayu menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Hah? Lu ngomong apaan lagi...??" teriak Andri mendekatkan telinganya ke samping kepala Bayu, namun Bayu malah mendorong kepala Andri hingga hampir kejengkang.
"Jangan deket-deket lu...!!" ujar Bayu.
"Hah??" lagi-lagi Andri tidak mendengarnya.
__ADS_1
"BACOT!" ujar Bayu kesal sehingga ia berteriak mengeluarkan kata-kata toxic.
"Ya ampun tega banget lu Bay, masa temen sendiri dibilang bacot sih..??!!" ucap Andri.
"Abisnya lu budeg banget sih! Jadi males gua ngomong sama lu...!!" ujar Bayu.
"Hah...???"
Bayu pun ngamuk-ngamuk gak jelas membentur-benturkan jidatnya ke spedometer motornya sendiri, ia mengelus dada karena mempunyai teman seperti Andri.
...•••...
Disisi lain, Reno masih menunggu anaknya sekolah bersama Anggi alias mamahnya di depan sekolahan tersebut.
Namun, tiba-tiba terlintas dalam pikiran Reno tentang seseorang yang memukul kepalanya pada malam hari itu dan menyebabkan dirinya koma selama beberapa hari.
"Sampai sekarang gue belum tau siapa dia dan gimana caranya dia bisa nerobos masuk ke dalam rumah gue, padahal gue udah tugasin bodyguard sama satpam buat jagain rumah gue!" gumam Reno melamun sambil duduk.
Reno pun berniat untuk mencari tau tentang orang itu sekaligus mencari keberadaan orang tersebut karena ia penasaran sekali siapa orang itu dan bagaimana caranya bisa menembus keamanan di rumahnya.
"Gue harus cari dia! Ya gua bakal bikin perhitungan sama dia sekaligus bawa dia ke kantor polisi, gara-gara dia gua hampir meregang nyawa dan berpisah dengan Tania! Pokoknya sampai kapanpun gua gak akan pernah maafin dia....!!" gumam Reno.
Reno tiba-tiba bangkit dari duduknya, hal itu membuat Anggi yang duduk disampingnya heran dan langsung ikut berdiri.
"Eh kamu mau kemana Reno?" tanya Anggi.
"Eee... anu mah, aku mau izin pergi sebentar! Nanti aku langsung balik lagi kok kesini, mamah jangan khawatir aku aman kok kan perginya sama pak Mawang!" jawab Reno.
"Mamah tenang aja, nanti aku minta supir kita pak Rozak buat jemput mamah disini sekaligus bawa Tania pulang nanti!" sambung Reno.
"Yasudah kalau kamu memang yakin bisa pergi, mamah gak bisa berbuat apa-apa kalau kamu sudah kepengen pergi... pesan mamah cuma satu, hati-hati ya jangan sampai kamu terluka lagi kayak kemarin!" ucap Anggi.
"Iya mah, aku pergi dulu ya! Assalamualaikum... ayo pak Mawang kita pergi...!!" ucap Reno mencium punggung tangan Anggi.
"Baik den!" ucap Mawang.
Lalu, Reno bersama Mawang pergi dari sana meninggalkan Anggi sendirian... memang mamahnya itu harus menunggu Tania kecil sampai pulang sekolah agar cucunya itu tidak rewel nantinya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1