
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 86
(Temu kangen)
...•...
...•...
Tania sampai di rumahnya bersama sang gadis kecil cantik yang tak lain adalah Rania, gadis kecil itu tampak menganga melihat rumah besar yang bisa disebut seperti istana versi sederhana karena ukurannya yang sangat luas dan mewah.
Rania menelan saliva nya kasar menatap rumah itu dari balik kaca mobil Rizky, ya mereka memang masih berada di mobil karena Tania ingin berbicara sejenak pada pria yang sudah banyak membantunya itu untuk membebaskan Rania dari Cakra.
"Kak, ini rumah kakak?" tanya Rania sumringah sembari menoleh ke arah kakaknya di samping.
"Iya benar, tapi sekarang ini bukan cuma rumah kakak aja! Mulai hari ini rumah itu juga resmi jadi rumah kamu, karena kamu bakal tinggal disana bareng-bareng sama kakak dan ayah Jordi!" jawab Tania mencolek pipi Rania.
"Wahhh...." Rania sangat gembira serta tidak sabar untuk segera turun dan masuk ke rumah itu.
Rizky masih diam di kursi kemudi, entah mengapa rasanya ia sedih sekali jika harus berpisah dengan Tania karena gadis itu cukup membuatnya bahagia. Sudah cukup lama Rizky tidak sebahagia ini saat bersama seorang wanita, ia memang kesulitan membuka hatinya untuk wanita manapun sejak ia kehilangan kekasih hatinya. Tapi, Tania berhasil membuat Rizky seperti menemukan kembali sosok yang telah lama ia nantikan.
Tania kini mengusap-usap punggung adiknya yang masih terus saja memandangi rumahnya, ia beralih menatap ke depan mencari wajah Rizky melalui kaca spion tengah mobilnya. Gadis itu tersenyum saat kedua netra coklat saling bertemu dan memandang walau hanya lewat spion, Rizky langsung mengalihkan pandangannya karena malu.
"Heh, gue mau ngomong dong sama lu!" ucap Tania menegur pria yang berada di kursi kemudi.
"Yaelah apa lagi sih? Udah deh lu turun sana, kasian tuh adek lu udah gak sabar buat masuk ke rumahnya! Gue juga ada urusan lain, jadi mending lain kali aja kita ngobrol-ngobrol nya!" ucap Rizky.
"Ohh ya oke deh gapapa, tapi boleh gak gue minta nomor telepon lu? Supaya nanti kalo gue mau ajak lu ketemuan lebih gampang gitu, gimana?" tanya Tania meminta nomor telepon pria itu.
__ADS_1
"Hahaha, bilang aja lu minta nomer gue karena pengen deket terus sama gue kan? Ah elah pake alasan biar gampang ketemuan, nanti pasti kalo gue kasih lu bakal terus telponin gue gak tau waktu! Jangan ah gue gak mau tar keganggu lagi!" ujar Rizky tidak mau memberikan nomornya.
"Ish, yaudah kalo gak boleh mah! Ayo Rania, kita turun sekarang pasti ayah sama papa udah nungguin kamu!" ucap Tania menggandeng tangan adiknya.
"Iya kak," ucap Rania manggut-manggut tersenyum.
Tania langsung mengajak adiknya turun dari mobil Rizky karena merasa kesal pada pria itu, mereka pun berjalan ke depan pagar dengan cepat karena Tania sedang terbawa emosi. Sementara Rizky merasa bersalah karena sudah membuat gadis itu kecewa, sebenarnya ia juga mau memberikan nomornya pada Tania dan mereka bisa ketemu lagi. Namun, jika itu terjadi pasti misinya akan sulit untuk dilanjutkan dan penyamarannya bisa saja terbongkar.
"Maafin gue ya, Tania! Gue gak mau lu kebawa-bawa karena gue takut lu bakal kenapa-napa kalau deket sama orang kayak gue, sebaiknya emang kita berpisah walau ini sangat berat buat gue!" ucap Rizky terus menatap Tania dari mobilnya.
Dengan berat hati Rizky menarik persneling mobilnya lalu menginjak pedal gas dan pergi dari rumah Tania.
•
•
Tania & Rania sampai di depan pagar rumahnya, mereka langsung disambut oleh para penjaga disana termasuk Riko yang disuruh pulang duluan tadi. Tania sempat menoleh ke belakang saat mendengar mesin mobil Rizky dinyalakan, entah kenapa ia merasa sedih sekaligus kecewa karena Rizky pergi begitu saja dari sana dan tidak mau memberikan nomor hp nya kepada dirinya.
Namun, dengan segera ia menepis rasa sedih di dalam hatinya menghilangkan jauh-jauh pikiran tentang pria tersebut. Bagaimanapun juga Rizky memang bukan siapa-siapa baginya, wajar saja jika Rizky tidak mau memberikan nomornya.
"Makasih, pak! Oh ya, papa aku masih ada di dalam kan?" ucap Tania bertanya mengenai papanya.
"Ada kok non, tuan ada di dalam sedang menunggu kedatangan non Tania sama non Rania!" ucap Riko.
"Bagus deh, yuk Rania kita masuk ke dalam!" ucap Tania kembali menggandeng tangan Rania.
Gadis kecil itu dengan senang hati mengangguk dan menuruti perkataan kakaknya, mereka pun berjalan masuk menuju pintu rumahnya dengan diikuti oleh Howard & Hendi dari belakang. Sedangkan Riko tetap berjaga di pintu gerbang bersama 2 orang satpam yang ditugaskan William, tampak Riko ikut bahagia melihat nona telah kembali bersama sang adik yang berhasil dibebaskan dari tangan Cakra.
"Waduh, kenapa tuh senyum-senyum aja daritadi?" seloroh Taqi (satpam disana) ketika melihat Riko senyum-senyum di hadapannya.
"Hahaha, ada apa ya kira-kira??" saut Bandi (satpam disana juga) sambil tertawa kecil.
Riko hanya diam dan seketika senyum di wajahnya menghilang akibat perkataan dua satpam tersebut, ia langsung membuang muka menahan malu sembari menggaruk wajahnya yang tak gatal.
Sementara Tania & Rania kini sudah berada di dalam rumah ingin bertemu dengan ayah dan papa mereka.
__ADS_1
"Ayahhh...." teriak Rania saat melihat Jordi tengah duduk di sofa ruang tamu sembari mengobrol bersama seorang pria di sampingnya.
Sontak Jordi menoleh saat suara itu muncul, ia sangat mengenali suara tersebut suara yang sangat ia rindukan untuk didengar lagi.
"Rania?" ujar Jodi syok sambil bangkit dari duduknya, terukir senyum di wajahnya saat menatap wajah gadis kecil tersebut.
"Ayaaahhh..." Rania kembali berteriak lalu melepas genggamannya dari Tania dan maju berlari menghampiri ayahnya yang sudah sangat ia rindukan.
Jordi langsung duduk bersimpuh dengan tangan terentang lebar bersiap menyambut putrinya ke dalam pelukan dirinya, Jordi mendekap erat tubuh Rania sembari melepas kerinduannya.
"Aku kangen banget sama ayah," ucap Rania terisak.
"Sama, ayah juga kangen sekali sama kamu sayang! Jangan pernah kamu hilang lagi dari kehidupan ayah ya cantik!!" ucap Jordi mengusap punggung Rania.
Momen haru tersaji disana antara seorang anak dan ayah yang saling berpelukan melepas rindu setelah cukup lama berpisah, walau mereka tidak ada hubungan darah sama sekali tetapi keduanya terlihat sangat serasi layaknya ayah dan anak kandung.
Tanpa sadar William sampai menitikkan air mata menyaksikan momen tersebut, Tania pun langsung menghampiri papanya lalu memeluk William dengan erat.
"Aku sayang papa..." ucap Tania.
"Iya, papa juga sayang sama kamu Tania!" ucap William mengecup kening putrinya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...Happy New Year🥳🥳🥳...
...Goodbye 2021, Welcome 2022🎉...
...Hope we can do better than this year, and i hope you guys all who support my novel always happy❤️...
...Apa resolusi kalian di 2022 guys???...
__ADS_1
...🤔🤔🤔...