
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 77
(Borong)
...•...
...•...
Reno masih berada di mobilnya dalam perjalanan pulang menuju rumah, ia sengaja langsung pulang karena ingin mempunyai waktu luang lebih banyak bersama putrinya yakni Tania kecil. Memang sejak Rosa pergi, Reno harus sigap menjadi ayah sekaligus ibu bagi putrinya karena Tania kecil masih membutuhkan sosok ibu di kehidupannya. Reno pun sampai tidak bisa mengontrol terus-terusan perusahannya demi memberi waktu bersama Tania kecil, ia merasa senang jika melihat putrinya bahagia dan itu hanya terjadi ketika bersamanya.
Tiba-tiba pikirannya teringat kembali pada saat William sang klien memberitahu nama putrinya pada Reno, ya nama Tania yang ia dengar itu kembali mengingatkan dirinya pada sosok wanita cantik yang pernah menghuni hatinya walau tak sempat ia miliki. Bahkan sampai saat ini Reno juga masih memiliki rasa yang sama kepada Tania, namun entah kenapa sekarang Reno tidak lagi berhasrat untuk bisa hidup bersama wanita itu karena ia sudah pernah dikecewakan olehnya dahulu.
"Tania? Apa benar yang gue pikirin ini, kalau Tania anaknya pak William itu Tania Putrisari? Tapi kayaknya gak mungkin deh, gue cuma terlalu berharap aja! Paling namanya aja yang sama, orangnya mah beda...." batin Reno mengerutkan keningnya berkali-kali untuk menghilangkan pikiran tentang Tania dari kepalanya.
Saat masih dalam perjalanan, Reno tak sengaja melewati toko mainan anak yang berada di dekat sana. Tentu Reno jadi kepikiran kembali dengan putrinya dan punya niat baik untuk membelikan Tania kecil mainan, ia pun meminggirkan mobilnya sejenak mencari tempat parkir. Setelahnya, ia langsung turun dari mobil dan berjalan menuju toko mainan itu.
Saat di dalam toko, Reno menuju ke tempat mainan perempuan yang mana isinya seperti boneka-boneka atau apalah itu mainan perempuan lainnya. Reno bingung harus membeli yang mana, semua mainan disana terlihat bagus dan menarik baginya. Akhirnya karena bingung Reno memilih memborong semuanya untuk membuktikan pada readers kalau ia lebih kaya dan sultan dibanding Rafi Ahmad.
"Eee mbak, saya mau borong semua boneka disini tanpa terkecuali ya! Nah ini alamat rumah saya, nanti tolong dikirim kesini! Oh ya boneka yang ini, biar saya bawa langsung ke rumah!" ucap Reno menemui mbak-mbak petugas disana sambil membawa boneka besar warna pink di tangannya.
"Baik, pak! Totalnya jadi 8 juta 880 ribu rupiah, pak! Mau pembayaran cash atau pakai kartu debit, pak?" ucap mbak-mbak itu telah selesai menghitung.
"Eee ini pake kartu aja, saya gak pegang uang cash sebanyak itu!" ucap Reno menyerahkan kartunya.
"Baik, pak!"
__ADS_1
Setelah pembayarannya selesai, petugas disana langsung membungkus semua boneka tanpa terkecuali. Sementara Reno kembali ke mobilnya membawa sebuah boneka cantik di tangannya yang akan ia berikan langsung pada putrinya nanti.
"Semoga kamu senang, Tania!"
...•••...
Sementara itu, Tania meminta bantuan pada Rizky untuk mengantarnya ke tempat ia akan bertemu dengan Cakra untuk menyerahkan Velove. Selain itu, ia juga meminta seluruh pengawalnya waspada dan berjaga-jaga takutnya Cakra malah akan berbuat seperti sebelumnya yakni menculik Tania.
"Rizky, lu ikut sama gue ya!" ucap Tania.
"Ogah, nanti gue dimarahin mulu!" ujar Rizky menolak.
"Kagak kok, ayolah temenin gue! Masa gue harus sendirian sih ketemu sama Cakra? Nanti kalo gue diapa-apain lagi gimana, emang lu gak kasihan sama gue yang cantik ini??" ujar Tania memohon.
"Ahaha, ngapain juga gue kasihan sama cewek bawel cerewet banyak omong kayak lu? Tapi, kalau lu emang kepengen banget gue temenin yaudah coba bilangnya pake nada yang lembut dong! Jangan malah marah-marah, sekali-kali lu lembut gitu!" ucap Rizky.
"Haish ribet amat lu! Ya ya ya, gue lembut nih! Rizky, nanti tolong temenin gue ya ketemu sama Cakra! Rizky baik deh, mau ya temenin gue?" ucap Tania menunjukkan wajah gemasnya di hadapan Rizky.
Sontak Rizky langsung menganga terkejut melihat wajah Tania yang begitu menggemaskan, ia tak menyangka Tania bisa seperti itu karena sebelumnya wanita itu selalu saja menyebalkan.
"Ya ampun, gini amat sih lu! Ya ya gue akuin lu emang cantik, tapi sayangnya lu juga nyebelin! Makanya gak ada cowok yang mau sama lu, coba dong rubah sikap lu kayak tadi tuh baru deh banyak yang demen sama lu!" ujar Rizky.
"Dih lu siapa ngatur-ngatur gue? Udah intinya sekarang lu mau temenin gue apa enggak?" ujar Tania.
"Yaudah iya gue temenin, emang lu janjian dimana dan jam berapa sama mafia itu??" tanya Rizky.
"Asikkk gitu dong! Bentar lagi kok kita jalan ke kebun bambu, sekarang lu makan aja dulu gih! Kebetulan gue udah suruh pak Rusli supir gue buat beliin makanan, pasti lu laper kan? Gue mah baik plus perhatian sama siapapun, gak kayak lu sukanya ngeledek gue terus!" ujar Tania.
"Iya dah suka-suka lu aja yang penting lu happy!" ucap Rizky bangkit dari duduknya kemudian keluar dari ruangan itu.
Tania pun juga ikut bangkit lalu pergi menyusul Rizky dengan cepat, tak lupa ia mengunci pintu agar Velove tidak bisa berbuat macam-macam.
...•••...
__ADS_1
Disisi lain, Rianti tak henti-hentinya menangis di kamar sambil menutupi tubuhnya dengan selimut tebal. Ia masih merasa sakit hati atas kelakuan suaminya tadi yang dengan teganya selingkuh bersama wanita lain, ia juga tak menyangka kalau pria sebaik Lionel ternyata bisa selingkuh juga.
"Aku selalu mengira kamu lelaki baik, mas! Aku pikir kamu beda dari lelaki lainnya yang cuma mengincar tubuh aku, kayak Reno dan Joshua! Aku udah senang sekali kamu mau nikahin aku dan rawat Athar walau dia bukan anak kamu, tapi ternyata kamu sama aja mas kayak mereka!" batin Rianti.
Ceklek...
Seseorang membuka pintu kamar Rianti lalu masuk kesana dan menutup kembali pintu itu, Rianti pun menoleh melihat siapa yang datang. Matanya membulat ketika melihat putranya alias Athar tengah mendekat ke arahnya, sontak Rianti langsung menghapus air matanya karena tak mau putranya itu melihat kalau dirinya sedang menangis.
"Mah, mama kenapa?" tanya Athar dengan wajah lugunya menghampiri Rianti lalu duduk di samping mamanya itu.
"Eh sayang, gak kok mama gapapa!" jawab Rianti berusaha tersenyum mengelus puncak kepala putranya dengan lembut.
"Tapi kok mama tadi nangis? Terus kenapa mama langsung ke kamar, emang mama gak mau makan bareng sama Athar sama papa??" tanya Athar.
"Gak gitu, sayang! Mama cuma capek aja, Athar kok malah kesini? Emang Athar udah selesai makan?" ucap Rianti.
"Belum sih, mah! Tapi, aku mau tau aja mama kenapa!" ucap Athar.
"Mama gak kenapa-napa, sayang!" ucap Rianti.
"Bener mah?" tanya Athar.
"Iya dong, sayang!"
Rianti memeluk putranya dengan erat, mengusap punggungnya lembut. Ia tersenyum di dalam pelukan itu merasakan kenyamanan.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...Ini visualnya Tania kecil...
__ADS_1
...❤️❤️❤️...