Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 327 (Mencari bukti)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 270


(Mencari bukti)


...•...


...•...


Sesampainya di markas Jordi, kini Arsen serta Tania langsung menemui Fajar dan Tama yang sudah berdiri tepat di depan markas itu menanti kehadiran dua kakak-beradik itu. Ya dua pria tersebut tampak tersenyum senang begitu melihat Tania sudah datang disana, harapan mereka untuk bisa menolong Jordi pun semakin menguat dengan hadirnya Tania.


Tanpa berlama-lama lagi, Fajar serta Tama langsung coba menghampiri Tania dan Arsen lalu menjelaskan pada mereka kronologi kejadian penculikan Jordi oleh preman-preman tadi. Fajar merasa sangat bersalah karena ia gagal untuk menolong Jordi dari tangkapan preman tersebut, begitu juga dengan Tama yang bercerita sambil menangis pada Tania.


"Udah, kalian jangan nangis begitu dan salahin diri kalian sendiri! Ini semua emang udah takdir, jadi kita gak bisa bersikap seperti itu! Sekarang kita tinggal cari cara, gimana supaya kita bisa bebasin bang Jordi dari mereka?!" ucap Tania.


"Benar itu, apa kalian berdua ada info tentang preman yang culik bang Jordi? Supaya lebih gampang juga buat kita nyari bang Jordi, misal ciri atau bentuk mobil mereka gitu?" tanya Arsen.


"Umm, duh sorry banget nih! Masalahnya kita gak bisa lihat wajah mereka, karena mereka pakai topeng hitam buat nutupin wajahnya! Terus mereka juga gak bawa kendaraan, mereka tuh bawa bang Jordi sambil jalan ke arah sana!" jawab Fajar sambil menunjuk ke jalan yang dilalui preman tadi.


"Hah? Berarti bang Jordi dibawa ke tempat dekat sini dong? Kan gak mungkin kalau tempatnya jauh, mereka gak bawa mobil?" ucap Tania menebak.


"Ada benarnya juga kata-kata kamu, tapi bisa aja mereka sembunyiin mobil mereka di depan sana! Supaya gak ada bukti yang bisa didapat Fajar sama Tama, mereka gak mungkin sebodoh itu!" ucap Arsen mengoreksi dugaan Tania.


Tania pun memutar bola matanya sambil terus membuang nafas kasarnya, ia semakin tak karuan mencemaskan kondisi Jordi yang saat ini ia juga tidak tahu dimana keberadaannya. Tania sangat khawatir kalau terjadi sesuatu pada Jordi dan tak ingin kehilangan Jordi, namun Arsen dengan segera dapat menenangkan hati adiknya agar tak bersedih.

__ADS_1


"Tenang Tania! Kakak dan kita semua yang ada disini akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan bang Jordi, kamu jangan sedih ya cantik!" ucap Arsen.


"Iya kak, tapi aku takut banget terjadi sesuatu sama bang Jordi disana! Gimana kalau mereka kasar dan pukulin bang Jordi?" ucap Tania sedih.


"Kamu tenang ya! Itu semua gak akan terjadi kok, kita pasti bisa bebasin bang Jordi dari tangan mereka dan bawa balik bang Jordi kesini! Kamu sekarang ikut kakak buat susurin jalan depan sana, siapa tau ada sesuatu yang bisa kita jadikan petunjuk untuk selamatin bang Jordi!" ucap Arsen.


Tania mengangguk setuju lalu menyeka air mata yang ada di pipinya. Ia pun ikut bersama Arsen menyusuri jalan yang dilalui preman tadi untuk membawa Jordi pergi dari sana.


"Kak, emang kakak berharap dapat bukti kayak apa?" tanya Tania pada Arsen.


"Ya apa aja, pokoknya bisa dijadikan bukti buat kita! Kalau kamu temuin sesuatu yang mencurigakan, kasih tau aja ke kakak!" jawab Arsen.


"Ohh, iya kak siap!" ucap Tania tersenyum.


Arsen, Tania, Fajar serta Tama mulai bergerak mencari informasi mengenai keberadaan Jordi yang diculik oleh preman-preman tadi. Mereka semua terus berupaya untuk bisa menemukan Jordi dan membebaskan pria itu, tentu mereka tak mau jika Jordi mengalami sesuatu yang buruk seperti dipukuli atau yang lainnya karena Jordi sedang diculik.


...•••...


Sesampainya di depan pagar rumah, Reva langsung menoleh ke arah wajah Reno dan berniat pamitan pada pria tersebut agar ia bisa segera turun dari mobil Reno. Reva sudah tidak tahan lagi terlalu lama berada disana bersama Reno, ia merasa malu karena Reno sudah melihat bagian tubuhnya ketika mengganti pakaian miliknya saat ia tengah pingsan.


"Reno, aku turun duluan ya? Kamu mau ketemu Lyota atau enggak? Biar sekalian aku panggil Lyota buat samperin kamu disini, dia pasti senang pagi-pagi gini udah ditemuin sama kamu!" ucap Reva.


"Oh boleh, tapi kamu kenapa gugup kayak gitu sih? Santai aja kali, aku kan cuma anterin kamu pulang gak ngelakuin apa-apa ke kamu!" ucap Reno.


"Si-siapa yang gugup? Aku juga biasa aja kok, kamu salah kira kali! Orang daritadi aku gak gugup tuh, aku cuma ngerasa gak enak aja sama kamu karena udah bikin repot kamu!" ucap Reva mengelak.


"Oh gitu, kirain kamu gugup karena tahu kalau aku yang gantiin pakaian kamu semalam!" ucap Reno.


"Hah? Enggak kok, ngapain juga?" ujar Reva.


Reno tersenyum renyah sembari garuk-garuk kening serta memalingkan wajahnya, ia merasa gemas karena ekspresi Reva ketika sedang gugup sama persis dengan Lyota. Hal itu membuat ia ingin sekali bertemu dengan Lyota alias calon istrinya agar bisa puas memegangi wajahnya, tentu Reno tak mungkin melakukan itu pada Reva karena takut Lyota marah.

__ADS_1


"Eee yaudah, aku turun duluan ya? Kamu kalau mau ketemu Lyota, ikut aja masuk dan tunggu di depan situ! Nanti biar aku panggilin Lyota nya supaya bisa temuin kamu disana," ucap Reva.


"Oke, makasih kak Reva!" ucap Reno tersenyum.


Reva manggut-manggut saja lalu turun dari mobil Reno dan masuk ke dalam rumahnya, sedangkan Reno tetap disana memandangi Reva yang berjalan meninggalkannya. Barulah Reno turun dari mobil setelah Reva masuk ke rumahnya, ia pun menunggu kehadiran Lyota sambil duduk di depan rumah sesuai dengan yang dikatakan Reva tadi padanya.


Sementara Reva kini menemui Lyota serta Niko dan juga ibunya yang sedang sarapan di dalam, ia mencium tangan Julia lalu duduk disana dan kemudian berbicara pada Lyota.


"Ta, ada calon suami lu tuh di depan! Dia pengen ketemu sama lu katanya," ucap Reva.


"Hah? Maksudnya Reno?" tanya Lyota.


"Ya iyalah, emang calon suami lu ada berapa sih ha?" ujar Reva terheran-heran.


"Ya cuma satu sih," ucap Lyota.


"Yaudah, temuin gih sana!" ucap Reva.


"Iya kak, makasih ya udah kasih tau!" ucap Lyota.


"Hooh!" ucap Reva manggut-manggut.


Lyota pun beranjak dari kursinya, lalu berjalan ke luar menemui Reno yang sedang duduk di teras menunggu kehadirannya. Sedangkan Reva mulai mengambil piring untuk sarapan bersama ibunya, namun Julia tampak curiga dan heran pada putrinya itu karena baru pulang di pagi hari begini.


"Sayang, kamu tuh abis darimana sih? Kok semalaman gak pulang?" tanya Julia.


Reva terkejut dan bingung harus menjawab apa.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2