Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 136 (Besok pulang)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 80


(Besok pulang)


...•...


...•...


Cakra sampai di rumah sakit membawa Rania yang pingsan ke ruang UGD, ia diharuskan menunggu di luar selagi Rania diperiksa oleh dokter. Cakra tampak cemas dan panik terhadap kondisi gadis kecil itu, bagaimanapun ia sama sekali tidak ingin hal buruk terjadi pada Rania apalagi kalau sampai gadis itu kenapa-napa nantinya.


Saat sedang menunggu Rania diperiksa, Cakra baru kepikiran tentang janjinya dengan Tania di kebun bambu sore hari ini. Ia pun langsung merogoh saku celananya mencari-cari ponsel miliknya disana, namun benda itu tidak ia temukan disana dan Cakra langsung panik begitu menyadarinya.


"Aduh, hp saya dimana ya? Apa jangan-jangan ketinggalan di rumah tadi lagi? Saya harus ambil hp itu, pasti Tania mengira saya main-main karena tidak datang ke tempat itu sekarang! Kondisi Velove dalam bahaya kalau begini, gawat!" batin Cakra panik sambil mengusap wajahnya kasar.


Cakra pun menemui anak buahnya di luar dan meminta mereka pulang mengambil ponselnya yang tertinggal, setelahnya Cakra kembali ke ruang UGD menunggu Rania selesai diperiksa. Pria tua itu tampak sangat khawatir mencemaskan kondisi Rania yang masih belum diketahui apa penyebab gadis kecil tersebut sampai pingsan di kamar.


"Semoga aja Rania gak kenapa-napa, kalau sampai Rania sakit atau apapun itu pasti nyawa Velove berada dalam bahaya! Tania benar-benar mirip dengan papanya ketika muda dulu, mereka selalu saja bersikap semena-mena dan kasar!" gumam Cakra panik sambil terus melirik ke arah pintu UGD.


Tak lama kemudian, seorang dokter muncul dari dalam ruangan tersebut kemudian menghampiri Cakra yang terduduk di dekat sana. Mafia itu langsung berdiri begitu melihat dokter keluar mendekati dirinya, ia pun tampak khawatir lalu melontarkan pertanyaan pada dokter itu mengenai kondisi gadis kecilnya yang pingsan tadi.


"Dok, bagaimana keadaan cucu saya?" tanya Cakra menatap penuh penasaran serta kecemasan.


"Tenang, pak! Cucu bapak baik-baik aja kok, sepertinya dia hanya kelelahan karena kurang beristirahat! Setelah ini, tolong lebih diperhatikan lagi ya pak cucunya! Makanan yang dikonsumsinya harus mengandung gizi yang cukup, saya juga sudah menyiapkan vitamin untuknya!" jawab dokter itu.


"Baik, saya akan lebih memperhatikan cucu saya nantinya! Sekali lagi terimakasih, dok! Oh ya apa saya bisa menemui cucu saya di dalam?" ucap Cakra sedikit merasa lega setelah mengetahui kalau Rania baik-baik saja.


"Ya, bisa kok pak! Kebetulan cucu bapak juga sudah Sadar walau kondisinya masih lemah, mungkin dia butuh istirahat satu malam disini pak!" ucap dokter.


"Baiklah, terimakasih dok!" ucap Cakra.

__ADS_1


"Sama-sama, pak! Kalau begitu saya permisi.." ucap dokter itu melempar senyum pada Cakra.


"Iya..."


Dokter itu pun pergi dari sana lebih dulu menuju ruangannya, sementara Cakra langsung masuk ke dalam menemui Rania dengan tergesa-gesa. Tampak gadis kecil itu memang sangat lemah karena kurang istirahat, Cakra pun merasa sangat bersalah karena sudah mengurung gadis itu di kamar sehingga Rania tidak bisa cukup tidur.


"Rania..." ucap Cakra berdiri di samping tubuh Rania.


Sontak gadis kecil itu melirik ke asal suara yang memanggil namanya, matanya menunjukkan kalau ia malas sekali menatap pria tua alias Cakra.


"Kamu gapapa, kan?" tanya Cakra mengelus rambut Rania dengan lembut sembari melempar senyum.


Rania hanya geleng-geleng kepala sebagai jawaban dari pertanyaan Cakra padanya, ia pun mengalihkan pandangannya ke arah lain karena malas terus-terusan menatap wajah pria yang sudah memisahkan dirinya dengan Jordi & Tania.


"Maafkan om ya, sayang! Ini semua salah om, harusnya om gak kurung kamu di kamar!" ucap Cakra coba bersikap lembut pada gadis itu.


"Aku mau pulang, om!" ucap Rania dengan lemah menatap nanar wajah pria tua di sampingnya.


"Sure, setelah keluar dari rumah sakit! Om bakal langsung bawa kamu pulang kok, om juga udah bilang ke kakak kamu kalau om bakal pulangin kamu!" ucap Cakra.


"Beneran, om?" tanya Rania sumringah.


"Kalo gitu sekarang aja kita pulang, om! Aku udah gak kenapa-napa kok, aku mau ketemu ayah sama kakak ku!" ucap Rania.


"Jangan, Rania! Kata dokter kamu masih harus dirawat disini semalam, besok baru om antar kamu ketemu mereka ya!" ucap Cakra.


Wajah Rania tampak cemberut, ia memanyunkan bibirnya sembari membuang muka. Namun, ia tetap senang karena akhirnya akan bertemu kembali dengan ayah dan kakaknya besok. Rania pun bertekad untuk sehat agar tak ada alasan lagi bagi Cakra untuk menahan dirinya di rumah sakit itu.


...•••...


Sementara itu, Tania berada satu mobil dengan papanya dan tengah dalam perjalanan pulang menuju rumah. Tania memakan kebab yang ia beli sebelumnya disana dengan lahap, sementara sang papa fokus pada hp nya mengetik pesan.


"Tania!"


Tiba-tiba saja William menyebut nama putrinya sembari memandang wajah Tania yang berada di sampingnya, ya mereka berdua duduk berdampingan di jok belakang mobil tersebut.


"Iya, pah!" saut Tania saat namanya disebut sambil menoleh dan menghentikan sejenak aktivitas makannya walau ia masih sangat lapar.

__ADS_1


"Sudah ada info tentang Rania?" ucap William.


Sontak Tania terkejut saat papanya menanyakan itu padanya, ia merasa heran mengapa sang papa bisa mengetahui hal tersebut. Padahal ia belum pernah menceritakannya pada papanya sebelumya.


"Eee papa tahu darimana soal-"


"Riko!" William langsung memotong ucapan Tania dengan cepat sebelum putrinya itu selesai berbicara.


"Riko yang kasih tau papa, makanya sekarang papa tanya sama kamu, gimana kabar Rania? Apa kamu udah berhasil bebasin dia??" sambung William.


Tania terdiam bingung harus mengatakan apa pada papanya, tak mungkin ia bilang kalau ia menculik seorang wanita demi membebaskan adiknya. Ia takut kalau papanya akan marah nanti dan merusak semua rencana yang sudah dijalaninya.


"Kenapa? Ayo katakan saja! Papa ingin tahu, papa janji tidak akan ikut campur kok kalau memang kamu tidak mau papa terlibat!" ucap William.


"Eee.... Rania masih belum bebas, pah! Harusnya hari ini aku udah ada janji sama penculiknya buat ketemu, tapi dia malah gak datang!" ucap Tania.


"Ohh, siapa emang yang nyulik Rania?" tanya William.


"Namanya Cakra, pah! Menurut info yang aku dapat, katanya dia seorang mafia yang kuat!" jawab Tania.


"Wah, harus hati-hati kamu kalau berurusan sama mafia! Yakin, gak mau minta bantuan papa?" ucap William mendekati wajah putrinya.


"Eee gausah pah, aku sendiri aja yang urus! Aku gak mau nyusahin papa..." ucap Tania.


"Yaudah, gapapa! Oh ya, papa mau kamu urus cabang perusahaan papa yang ada disini! Kebetulan papa sedang menjalin proyek terbaru dengan PT rero abadi, papa harap kamu bisa melanjutkannya!" ucap William.


"Hah? Kenapa aku pah?" tanya Tania kaget.


"Karena cuma kamu anak papa yang tersisa, sudah tidak perlu khawatir! Kamu akan ditemani seorang ahli dalam bidang ini kok, kamu cukup kontrol aja semuanya!" ucap William mengusap kepala putrinya.


Tania pun mengangguk pelan, sebenarnya ia tidak suka kalau harus mengurus perusahaan papanya karena ia memang tidak mengerti apa-apa.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_1


...Bakal ketemu Reno...


...❤️❤️❤️...


__ADS_2