
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 129
(Tania tak percaya)
...•...
...•...
"Raniaaa...."
Tania berteriak kencang memanggil nama adiknya dari jarak dekat, sontak Rania serta orang-orang disana menoleh begitu mendengar suara teriakan tersebut dan semuanya tampak kaget melihat Tania berdiri disana dengan muka kesal.
"Kak Tania...." ucap Rania yang langsung sumringah melihat Tania berdiri disana, ia maju mendekati Tania lalu memeluk gadis tersebut dengan erat.
Tania yang dipeluk secara tiba-tiba itu jadi tak fokus melihat ke arah Cakra, ia pun tersenyum mengusap lembut rambut terurai milik adiknya lalu berjongkok di hadapan gadis kecil itu sembari menggenggam kedua pipi Rania dengan gemas.
"Kakak kangen loh sama kamu, sayang! Kamu lagi ngapain tadi disana...??" ucap Tania tersenyum.
"Aku juga kangen sama kakak, itu loh tadi aku lagi main sama ayah sama kakek juga..." jawab Rania sambil tersenyum renyah dan tampak bahagia.
"Sama kakek? Maksudnya Rania itu, kakek siapa?" tanya Tania terheran-heran.
"Kakek Cakra, kak! Tadi ayah sendiri yang bilang kalau dia itu kakek kandung aku, aku seneng banget deh kak bisa ketemu sama keluarga kandung aku setelah sekian lama...." jawab Rania.
"Hah??"
__ADS_1
Tania pun terkejut mendengar perkataan Rania barusan, ia langsung menoleh ke arah Cakra serta Jordi yang masih berdiri disana menatap mereka dengan senyum tersimpul di wajah masing-masing.
"Eee... Rania tunggu sini dulu, ya? Kakak mau kesana ketemu sama ayah!" ucap Tania.
"Iya, kak!"
Tania pun bergerak maju menemui Jordi untuk meminta penjelasan atas perkataan dari Rania tadi, sementara Rania tetap disana ditemani Fitri sang pengasuhnya sembari bermain balon tiup.
"Bang, maksudnya apa sih ini...?? Kenapa Rania barusan bilang kalau pria itu kakeknya, emang iya begitu?" tanya Tania penasaran.
Jordi pun kebingungan sembari menengok ke arah Cakra, sedangkan Tania terus saja mencecar dirinya dengan tatapan penasaran dan seperti meminta Jordi untuk segera menjawabnya.
"Eee... emang begitu nyatanya, Tania!" jawab Jordi.
Jordi terlihat gugup saat mengucapkan itu terlebih lagi raut wajah Tania juga langsung berubah 180 derajat menjadi sangat terkejut, sepertinya gadis itu masih belum menyangka kalau Cakra adalah kakek kandung dari Rania.
"Iya Tania, saya juga baru tahu kalau ternyata Rania adalah cucu saya.... jujur, jika sebelumnya saya sudah tahu Rania itu cucu saya pasti saya tidak akan menculiknya tapi membawa dia pulang!" ucap Cakra.
"Heh, mana buktinya kalau emang Rania itu cucu lu? Gue gak bisa percaya gitu aja ya sama kata-kata doang, gue butuh bukti!" ucap Tania.
"Itu artinya lu udah buang Rania dong dulu ke sungai, terus ngapain sekarang lu muncul lagi terus ngaku ke Rania kalau lu kakeknya dia? Bukannya lu udah gak pengen ada dia di keluarga lu?" ujar Tania.
"Ya, emang bener semua yang kamu katakan Tania! Dahulu saya sama sekali tidak menginginkan kehadiran Rania di keluarga saya, itu karena Rania adalah anak hasil perzinaan yang dilakukan putri saya dan saya malu jika banyak media memberitakan itu maka hancur sudah martabat saya!" ucap Cakra tampak bersedih.
"Tapi itu dulu, karena sekarang saya sudah sangat menyesali semua perbuatan yang saya lakukan itu! Maka dari itu saya ingin membawa Rania kembali ke rumah, lagipun putri saya sekaligus ibu kandung Rania juga menginginkan Rania kembali!" sambungnya menjelaskan pada Tania.
Tania terdiam belum tahu harus berkata apa untuk saat ini, ia ikut terharu mendengar penjelasan Cakra namun baginya perbuatan Cakra juga salah karena sudah membuang bayi yang tidak bersalah dan sekarang malah ingin meminta kembali Rania setelah dia membuangnya 8 tahun lalu.
...•••...
Disisi lain, Reno baru pulang ke rumah setelah menghabiskan waktu untuk pergi bersama Lyota menemani gadis itu makan sampai mengantarnya pulang ke rumah karena motor miliknya sedang diperbaiki di bengkel.
Ya tampaknya Reno amat sangat bahagia bertemu sosok gadis seperti Lyota yang asik dan manis, memang Lyota bukan gadis baik karena dia begajulan bahkan sampai kebut-kebutan di jalan dan akhirnya menabrak seorang pedagang mie ayam.
__ADS_1
Namun, bagi Reno gadis seperti itulah yang lumayan menarik perhatiannya dan membuat ia tertantang untuk bisa mengejarnya lalu memiliki Lyota seutuhnya dan menjadi pengganti Rosa di hidupnya.
Kini Reno telah sampai di pelataran rumahnya dan langsung turun dari mobil lalu berjalan ke depan pintu sembari memandangi nomor kontak Lyota di layar ponselnya yang baru ia minta tadi, bahkan Reno sampai mengecupnya seperti orang tidak waras.
"PAPAAA...."
Tiba-tiba suara anak kecil berteriak menggema di telinga Reno yang tengah fokus menatap layar ponselnya itu, ya suara khas tersebut berasal dari mulut putrinya yang tak lain adalah Tania kecil.
"Tania...."
Reno tampak sumringah melihat putrinya tengah tersenyum renyah di depan sana menunggunya sembari memeluk boneka yang ia belikan beberapa waktu lalu, ya Reno pun mempercepat langkahnya sambil menaruh ponsel di saku celana untuk menghampiri Tania kecil.
Begitupun dengan Tania yang juga langsung berlari mendekati papanya karena ia sudah menanti kehadiran Reno sedari tadi, gadis kecil itu pun memeluk tubuh papanya tanpa melepas boneka yang sedang ia peluk tersebut.
"Aku kangen sama papa, kangen banget!" ucap Tania kecil di dalam pelukan papanya.
"Iya sayang, papa juga kangen banget sama kamu! Maaf ya papa terlambat pulangnya, soalnya tadi ada masalah sedikit di luar jadinya papa harus urus dulu dan lambat deh pulangnya..." ucap Reno.
"Masalah apa, pah?" tanya Tania kecil menatap mata papanya dengan raut menggemaskan.
"Cuma masalah kecil kok, kamu gausah khawatir ya sayang! Lagian papa udah urus semuanya dan sekarang gak ada masalah lagi, jadi papa bisa main deh sama Tania sekarang..." ujar Reno tersenyum sembari mencubit hidung Tania kecil.
"Yeay asik! Kita bisa main sama-sama lagi dong pah, ajak Selina juga ya pah buat main bareng kita!" ucap Tania kecil sambil tersenyum.
"Hah? Selina, siapa Selina sayang?" tanya Reno.
"Boneka aku dong, pah...." jawab Tania kecil tersenyum menggemaskan dengan dua lesung pipi yang muncul menambah gemas wajahnya.
"Ohh, hahaha...."
Mereka pun tertawa kecil dengan Reno yang terus saja mencengkeram gemas wajah putrinya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...