Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 339 (Nikah cepat)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 282


(Nikah cepat)


...•...


...•...


Reno dan keluarganya masih berada di rumah Lyota untuk melangsungkan acara lamaran, ya Reno diwakili oleh papanya yakni Darma akan berbicara mengenai lamaran tersebut. Tampak sekali kalau Reno sudah tidak sabar ingin segera memiliki Lyota secara utuh, bahkan sedari tadi Reno juga sudah terus menatap Lyota sambil tersenyum menggoda.


Sementara Lyota sendiri tampak tersipu malu dan hanya bisa menunduk disana, ia sungguh tak menyangka jika Reno akan datang melamarnya di hari ini dan semendadak ini. Apalagi sebelumnya Anggi sang mama dari Reno juga belum merestui hubungan antara mereka, namun sekarang bisa tiba-tiba Anggi datang kesana bersama Reno dan Darma untuk melamar dirinya di hadapan Julia.


"Baiklah, langsung saja kita mulai acara ini ya? Tujuan kami semua datang kesini itu adalah untuk mengantar putra kami, Reno Dirgantara yang berniat melamar putri ibu, Lyota Arkandini! Untuk itu, langsung saja saya menyerahkan kelanjutan lamaran ini pada putra saya, silahkan Reno!" ucap Darma.


"Eee Lyota, apa kamu bersedia untuk menerima lamaran aku dan menjadi istri sah aku? Walau aku udah tahu jawabannya pasti iya, tapi tetap aku mau tanya lagi biar tambah pasti!" ucap Reno.


Lyota tersenyum tipis sembari memalingkan wajah mendengar kata-kata Reno, entah mengapa ia justru merasa lucu ketika Reno berbicara seperti itu, padahal harusnya acara ini adalah acara yang serius dan juga sakral terjadinya.


"Bagaimana Lyota? Apa kamu mau menikah sama nak Reno?" tanya Julia memandang putrinya.


Lyota pun mendongak menatap wajah ibunya dan juga Reno yang ada di depannya, sejujurnya ia masih bingung apakah ia siap untuk menikah dengan Reno.


"Umm, ya aku bersedia!" jawab Lyota tegas.

__ADS_1


Reno sangat terkejut dan senang mendengar jawaban dari Lyota itu, ia pun mengambil cincin yang sudah ia siapkan untuk dipasangkan pada jari manis calon istrinya itu.


Terlihat Anggi masih amat tak suka melihat momen romantis antara putranya dengan Lyota, ya karena ia memang belum sepenuhnya merestui hubungan Reno dan juga Lyota. Namun, ia tak memiliki pilihan lain selain menuruti kemauan putranya itu demi kebaikan cucunya alias Tania kecil yang memang merasa nyaman ketika bersama Lyota calon ibunya.


Setelah selesai memakaikan cincin di jari manis Lyota, kini Reno pun bangkit bersama Lyota dan saling berpelukan di hadapan orang tua mereka sambil tersenyum senang. Lyota juga tampak menangis bahagia karena akhirnya bisa resmi bersatu dengan Reno dalam ikatan cinta mereka walau Anggi masih belum menerima Lyota.


"Sayang, aku seneng banget akhirnya kita bisa saling mengikat cincin di jari masing-masing! Aku makin gak sabar pengen nikah sama kamu, gimana kalau besok atau lusa aja sayang?" ucap Reno di sela-sela pelukan mereka.


Lyota pun terkejut mendengar penuturan Reno yang ingin cepat-cepat menikah dengannya itu.


"Hah? Kamu gak asal ngomong?" tanya Lyota.


"Ya kalau kamu emang mau, kenapa enggak? Aku yakin papa sama mama aku setuju aja kita nikah cepat, begitupun dengan ibu kamu dan juga kakak kamu kan?" ucap Reno tersenyum.


Lyota pun menatap ke arah ibu serta kakaknya, lalu beralih menatap Anggi dan juga Darma seakan bertanya mengenai keinginan Reno itu.


"Ibu setuju aja sayang, yang penting itu terbaik buat kalian berdua nak! Menurut ibu, emang lebih cepat itu lebih baik kok! Jadi, gak akan timbul fitnah diantara kalian berdua nantinya!" ucap Julia.


"Kali ini papa setuju sama mama kamu Ren, pernikahan kamu dan Lyota kan masih belum dipersiapkan sama sekali! Jadi gak mungkin lah kalau kamu menikah lusa apalagi besok, ya paling antara satu atau dua Minggu ke depan!" sahut Darma menyetujui perkataan istrinya.


"Yaudah deh, kalo gitu aku dan Lyota akan menikah Minggu depan! Kamu setuju kan sayang?" ucap Reno bertanya pada Lyota.


"Aku ngikut kamu aja," jawab Lyota singkat.


Reno tersenyum kemudian memeluk Lyota lagi dengan sangat erat, ia menyesap aroma tubuh Lyota yang membuatnya selalu tergoda untuk bisa terus bersama gadis itu kapanpun dimanapun.


...•••...


Disisi lain, Tania dan Arsen serta Revan tampak syok bukan main begitu mengetahui kabar jika Asrul alias si penculik Jordi itu meninggal karena kecelakaan ketika dikejar oleh mobil pasukan Arsen. Ya mereka sama sekali tak menyangka hal itu dapat terjadi dan kini semakin sulit bagi mereka untuk bisa menemukan Jordi karena tak ada petunjuk apapun.


Arsen juga sudah memerintahkan pasukannya itu untuk memeriksa jasad Asrul dan mencari tahu apa ada petunjuk mengenai Jordi atau tidak, mereka bertiga berharap kalau masih ada kesempatan bagi mereka untuk bisa menemukan Jordi walau Asrul sudah tiada, terlebih Tania yang terus saja menangis tak mau terjadi sesuatu pada ayah angkatnya itu.

__ADS_1


"Tania sayang, udah ya jangan nangis! Kan belum tentu kalau kita gak bisa temuin bang Jordi, kamu harus yakin bahwa bang Jordi itu baik-baik aja dan sebentar lagi kita pasti bisa ketemu sama bang Jordi!" ucap Arsen coba menghibur adiknya.


"Iya kak, tapi masalahnya sekarang peluang kita tuh semakin kecil kak! Aku khawatir aja anak buah Asrul udah ngelakuin hal buruk ke bang Jordi, karena tadi Asrul sempat bilang ke aku kalau sekarang ini bang Jordi lagi ada di suatu tempat sama anak buahnya yang banyak itu!" ucap Tania cemas.


Arsen mendekati adiknya itu lalu merangkul pundak Tania dari samping sambil tersenyum.


"Sayang, percaya aja kalau kita pasti bisa temuin bang Jordi sekarang ini! Kakak bakal usaha sekeras mungkin untuk bisa bantu kamu, jadi kamu jangan sedih lagi ya sayang!" ucap Arsen.


"Iya Tania, kita semua disini itu bakal terus berusaha kok buat cari bang Jordi! Kamu gak perlu sedih gitu, bang Jordi pasti baik-baik aja kok!" ucap Revan.


"Makasih ya kak, Revan!" ucap Tania singkat.


Revan ikut mendekati Tania dan memegang satu pundak gadis itu dari samping seperti yang dilakukan oleh Arsen, lalu kedua pria itu bersamaan mencium pipi Tania bermaksud menghibur gadis itu.


Cupp!


Tania tampak terkejut dan reflek menganga lebar tak percaya dengan apa yang dialaminya.


"Jangan sedih lagi ya!" ucap Arsen.


"Iya Tania, ada aku sama kakak kamu disini yang akan selalu hibur kamu! Jadi, kamu gak perlu takut apalagi cemas soal bang Jordi!" sahut Revan.


Tania pun tersenyum dan merasa terharu karena memiliki dua lelaki yang sangat menyayangi dirinya, ia langsung saja memeluk kedua pria tersebut sambil menangis penuh haru.


"Tania!"


Tiba-tiba saja muncul suara seorang pria dari arah depan mereka, ya ketiganya pun kompak menoleh lalu terkejut saat melihat orang tersebut.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2