Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 410 (Tanda merah)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 353


(Tanda merah)


...•...


...•...


Tania dan Revan kini jalan berkeliling di sekitar rumah sambil menikmati hembusan angin sepoi-sepoi yang segar serta pemandangan indah disana yang menyejukkan mata dan pikiran mereka.


Keduanya terus bergandengan tangan sambil tersenyum dan sesekali saling menatap, Tania dengan sengaja menaruh wajahnya pada pundak sang kekasih sambil mengelus dada bidang milik Revan hingga membuat pria itu terkejut.


Revan sendiri tak mau tinggal diam, ia mengusap wajah manis Tania mulai dari kening sampai dagu tanpa ada yang terlewati. Ia seperti mengabsen semua itu satu persatu, bahkan juga mencubit bagian hidung dan juga pipi sang kekasih.


"Sayang, kamu nyaman ya taruh muka di bahu aku kayak gini?" tanya Revan sambil tersenyum.


"Hooh, enak soalnya!" jawab Tania mengangguk.


Revan merasa senang dengan jawaban Tania, ia pun mendaratkan kecupan lembut pada kening Tania sembari mengelus bibirnya.


"Baguslah! Kamu bisa kok begini terus kalau kita udah nikah nanti, bahkan bersandar di paha aku juga bisa kok sayang! Selain itu, senderan di pusaka aku yang besar itu bisa banget loh!" ucap Revan.


"Apaan sih Van? Jangan ngerusak suasana deh, aku lagi pengen tentram tau!" tegur Tania kesal.


"Hahaha, iya iya maaf ya cantik! Aku cuma bercanda kok, ya tapi kalau kamu emang mau gapapa sih tinggal bilang aja gak perlu malu! Seluruh tubuh aku tersedia buat kamu sayang, terserah kamu mau nyender atau apa kek!" ucap Revan tersenyum.


"Uhh so sweet nya kamu! Aku jadi makin sayang sama kamu, asalkan kamu gak mesum pasti aku bahagia banget bisa jadi pasangan kamu Van!" ucap Tania sambil mengeratkan pelukannya.


Revan kembali tersenyum dan tangannya itu tak berhenti mengusap rambut halus gadisnya.

__ADS_1


Cupp!


"Kamu jangan khawatir sayang! Aku begini-begini juga ngerti kok soal rasa cinta, gak mungkin aku terus minta begituan sama kamu atau bahas hal berbau 21+ ke kamu. Karena dalam rumah tangga itu bukan cuma tentang bikin anak, tapi juga keharmonisan diantara kita sayang!" ucap Revan.


Tania terkejut mendengar kata-kata kekasihnya, ia semakin merasa nyaman dan senang apalagi saat Revan mengecup keningnya cukup lama.


"Aww so sweet nya! Sejak kapan cowok aku ini pandai merangkai kata-kata kayak gitu?" ujar Tania.


"Entahlah, tiba-tiba semua itu muncul aja di otak aku. Makanya aku bisa bicara begitu, aku pun juga kaget sayang! Mungkin karena aku emang pengennya begitu, jadi keluarnya itu!" ucap Revan.


"Ahaha kamu makin lucu aja sih! Eh ya, kita duduk dulu yuk disitu! Aku pegel nih jalan terus Van, sekalian nanti kamu pijitin kaki aku ya? Kamu kan ahli pijat, kaki aku pegal-pegal tahu Van!" ucap Tania sambil terkekeh kecil.


"Oh gitu, yaudah mau aku gendong aja gak?" tanya Revan sambil tersenyum.


"Eee jangan deh gausah! Aku bisa jalan sendiri kalo cuma sampe depan mah, kamu gendong aku nya pas udah nikah aja nanti!" ucap Tania.


"Siap itu mah! Abis ijab kabul, langsung aku gendong kamu ke kamar!" ujar Revan.


"Ish, ya gak pas abis ijab kabul juga dong Van! Kita kan harus temuin para temu dulu, masa langsung mau ke kamar aja? Kamu sabar dong tahan dulu, malamnya baru deh kamu boleh sesuka hati kamu!" ucap Tania.


"Ahaha iya tau sayang, aku bercanda kok! Malamnya baru aku gemborin kamu sampe pagi, gak akan aku kasih waktu buat kamu istirahat walaupun cuma satu menit!" ucap Revan.


"Hahaha..."


Revan tertawa puas melihat ekspresi wajah calon istrinya, lalu mereka berdua berhenti di dekat kursi dan duduk disana tanpa melepas genggaman tangan yang selalu melekat itu.


...•••...


Disisi lain, Rianti dan Lionel tengah berbincang berdua di dalam kamar sambil berbaring menghadap satu sama lain. Ya keduanya baru saja menuntaskan permainan panas ala suami-istri, yang belakangan memang sering dilakukan oleh keduanya.


Lionel mendekap tubuh Rianti dan mencium kening serta mengusap lembut punggung wanitanya, ia membiarkan Rianti beristirahat mengambil nafas dan menikmati aroma tubuhnya yang penuh keringat.


"Mas, kamu tahu gak? Reno sama Lyota itu lagi pergi bulan madu loh ke Bali," ucap Rianti mendongak.


"Oh ya? Terus kenapa?" tanya Lionel heran.


"Ya gapapa sih mas, aku cuma kasih tau kamu aja. Kapan ya kira-kira kita juga bisa pergi ke Bali kayak mereka?" ujar Rianti cemberut.

__ADS_1


"Ohh, istriku yang cantik dan seksi ini mau jalan-jalan ke Bali juga? Kamu emangnya mau bulan madu lagi nih sama aku? Kan waktu itu udah sayang, malahan aku ajak kamu ke new Zealand!" ucap Lionel.


"Enggak mas, bukan bulan madu. Aku cuma mau jalan-jalan biasa aja!" jelas Rianti.


"Oh gitu, yaudah nanti biar aku pikirin dulu ya? Soalnya ini kerjaan tuh lagi banyak banget sayang, aku gak bisa kalo harus jalan-jalan sekarang! Tapi, aku janji kok bakal bawa kamu dan anak-anak pergi jalan-jalan nanti!" ucap Lionel.


"Iya mas, aku juga gak buru-buru kok! Maaf juga ya mas kalau aku nyusahin, tapi entah kenapa aku pengen banget jalan-jalan mas!" ucap Rianti.


"Eee tapi sebelum kita berangkat nanti, kita checkup dulu ya sayang ke dokter? Kandungan kamu kan udah masuk usia tujuh bulan, aku takutnya kamu gak boleh naik pesawat sayang!" ucap Lionel.


"Iya mas, aku ngikut aja!" ucap Rianti.


Lionel tersenyum lalu mengeratkan dekapannya sambil menciumi leher serta pipi Rianti tanpa henti.




Singkat cerita, Rianti dan suaminya sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Mereka keluar kamar lalu menuju ke bawah untuk menikmati makan pagi bersama anggota keluarga mereka.


Sudah terdapat Athar serta yang lainnya disana, pria kecil itu menyambut kedatangan mama papanya dengan perasaan riang, karena ia memang menantikan kehadiran sang mama dan papa disana.


"Mah, pah, kok lama sih turunnya? Athar kan udah lapar nih pengen cepet makan!" tanya Athar.


"Ahaha maaf ya sayang! Tadi mama sama papa mandi dulu, terus kita juga bangunnya kesiangan. Harusnya kalau Athar emang udah laper, ya Athar makan aja gak perlu tungguin mama sama papa!" ucap Rianti.


"Eee gak ah mah, gak asik makan tanpa mama sama papa! Mendingan aku tahan laparnya, sampai mama papa datang!" ucap Athar.


"Wah keren dong Athar jagoan papa ini! Yaudah sekarang kan papa sama mama udah dateng, yuk lah kita langsung makan sama-sama!" ucap Lionel sambil tersenyum.


"Oke pah!"


Rianti pun mengambilkan piring serta nasi dan lauk untuk suaminya, tak lupa ia juga memberikan hal yang sama pada Athar disana.


"Mah, leher mama kenapa merah-merah?" celetuk Athar bertanya pada mamanya saat penasaran melihat banyak tanda merah di leher mamanya.


Sontak Rianti terkejut mendengar pertanyaan putranya, ia menoleh ke arah Lionel dengan ekspresi bingung tak tahu harus menjawab apa.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2