Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 222 (Dibawa Velove)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 165


(Dibawa Velove)


...•...


...•...


"Rania!"


Disaat Rania serta Lydia & Taufiq tengah asyik berbincang sambil bergurau, tiba-tiba saja muncul suara seorang wanita dari depan memanggil nama Rania dan membuat mereka bertiga menoleh secara bersamaan.


Rania terkejut sekaligus senang melihat mamanya berdiri di dekat pagar sambil menatap ke arahnya dan tersenyum, ia pun langsung bangkit dari kursi lalu berlari menghampiri mamanya lalu memeluk tubuh sang mama disana dengan sangat erat.


Sementara Lydia & Taufiq hanya terpaku disana memandangi Rania yang tampaknya senang sekali bisa bertemu dengan mamanya, bahkan Rania sampai meletakkan begitu saja sandwich yang tadi ia makan di atas kursi.


"Mama pasti mau jemput Rania kan?" tanya Rania melepas pelukan sambil tersenyum.


Velove membalas senyum putrinya lalu berjongkok dan memegang wajah Rania dengan kedua tangannya sembari mengusapnya lembut, Rania pun tampak senang menikmati sentuhan dari sang mama yang selama ini ingin sekali ia rasakan.


"Iya sayang, mama sengaja datang kesini mau ketemu sama Rania sekaligus jemput Rania! Rania mau kan pulang bareng sama mama?" ucap Velove.


"Ya mau dong, mah! Aku kan anak mama, masa aku gak mau pulang sama mama?" ucap Rania.


"Ahaha, pinter kamu sayang! Kalo gitu langsung aja yuk kita pulang sekarang! Mama udah siapin makan siang yang enak loh buat Rania, pasti Rania mau kan makan masakan mama?" ucap Velove.


"Wah mau banget dong mah, aku kan belum pernah cobain masakan mama! Tapi, apa mama udah bilang sama kak Tania?" ucap Rania.


"Kamu tenang aja, nanti mama bakal bilang kok sama kakak kamu itu! Untuk sekarang Rania ikut dulu sama mama ke rumahnya mama, mau kan?" ucap Velove mengusap rambut putrinya.


"Mau mau!" ucap Rania manggut-manggut tersenyum.


"Bagus, pinter anak mama! Yaudah yuk kita masuk ke mobil, supaya Rania bisa langsung cobain masakan mama nanti di rumah! Katanya Rania pengen makan masakan mama, sekarang ini kesempatan buat Rania!" ucap Velove merayu putrinya.


"Iya mah, tapi aku mau pamit dulu sama Bu guru cantik dan om satpam!" ucap Rania.


"Ohh, yaudah oke... tapi, jangan lama-lama ya!" ucap Velove mencolek hidung putrinya.

__ADS_1


"Gak lama kok mah, cuma pamit aja!"


Rania berbalik badan lalu kembali menemui Lydia dan juga Taufiq disana, sedangkan Velove juga mengikutinya dari belakang. Rania pun berpamitan pada Lydia serta Taufiq sembari mencium tangan keduanya.


"Bu guru cantik, om satpam! Rania pamit pulang sama mama, ya? Makasih udah nemenin Rania nunggu jemputan tadi!" ucap Rania.


"Iya sayang, sama-sama! Kamu hati-hati ya pulangnya! Oh ya, ini sandwich kamu bawa aja buat makan di mobil!" ucap Lydia memegang pipi Rania lalu memberikan sandwich tadi pada Rania.


"Iya Bu guru, yaudah Rania pulang ya? Dadah bu guru cantik, dadah om satpam!" ucap Rania.


"Dadah Rania...." ucap Lydia & Taufiq bersamaan.


"Kita pergi dulu ya Bu, pak! Permisi..." ucap Velove.


"Iya Bu, hati-hati!"


Setelah berpamitan pada mereka, Velove & Rania langsung pergi menuju mobil yang sudah terparkir di depan sekolah. Tampak seorang supir membukakan pintu untuk mereka agar lebih mudah, Velove pun membawa Rania ke dalam mobilnya.


Rania tampak asyik memakan sandwich yang diberikan Lydia tadi kepadanya tanpa memperhatikan sekeliling, sehingga ia tidak menyadari kalau Tania & Revan juga muncul diwaktu bersamaan setelah ia masuk ke dalam mobil bersama mamanya.


"Jalan pak!" perintah Velove.


"Baik, non!"




Sementara itu, benar saja Revan bersama Tania langsung masuk ke dalam sekolah untuk mencari Rania. Mereka tampak panik karena datang terlambat menjemput Rania disana, namun Tania sedikit lega saat berpapasan dengan Lydia.


"Bu Lydia!" sapa Tania.


"Eh kamu Tania, ada apa?" tanya Lydia heran.


"Kita mau jemput Rania, dia kemana ya? Pasti masih nunggu di dalam, ya?" ucap Tania celingak-celinguk mencari keberadaan adiknya disana.


"Rania?" Lydia makin terheran-heran.


"Iya Bu, Rania adik saya! Tadi saya ada urusan sebentar di luar, makanya saya jadi terlambat datang buat jemput Rania!" ucap Tania.


"Loh, tapi Rania baru aja dijemput sama mamanya! Terus sekarang dia udah pergi, emang kalian tadi gak ketemu sama mereka?" ucap Lydia.


"Apa? Dijemput mamanya??" ujar Tania terkejut.


"Iya, mereka baru beberapa menit yang lalu pergi terus gak lama lagi kalian datang! Aku kira kamu ketemu sama Rania di depan, soalnya bener loh baru banget mereka perginya!" ucap Lydia.

__ADS_1


"Tapi kita gak ngeliat Rania, mungkin aja mereka emang buru-buru pergi supaya gak ketemu kita!" ucap Tania.


"Yaudah, kamu gausah panik! Kan Rania dijemput sama mamanya, jadi dia gak bakal kenapa-napa! Kalau kamu mau ketemu Rania, kan kamu tinggal susulin aja ke rumah mamanya!" ucap Lydia.


"Iya bener itu, Tania! Kamu jangan panik begini dong! Tenang aja, Rania pasti aman kok sama mamanya!" ucap Revan menenangkan gadisnya.


"Aku tau, tapi kan—"


"Ssshhh! Udah udah, tenang gausah dipikirin! Kita langsung aja susulin mereka sekarang, aku yakin mobil mereka pasti belum jauh!" potong Revan.


"Kamu bener, yaudah ayo kita pergi! Bu Lydia, terimakasih ya infonya!" ucap Tania.


"Iya Tania, sama-sama!" ucap Lydia tersenyum namun masih terheran-heran karena Tania terlihat sangat panik seperti itu.


Tania & Revan langsung bergegas pergi dari sana menuju mobilnya untuk mengejar mobil milik Velove yang juga membawa Rania di dalamnya, sangking paniknya mereka sampai hampir salah masuk mobil karena bentuk mobilnya mirip.


Namun, untungnya mereka bisa segera masuk ke mobil yang benar lalu Revan dengan cekatan langsung menancap gas dan mengejar mobil Velove. Ya tapi ia tidak tahu seperti apa bentuk mobil Velove itu, begitu juga dengan Tania.


"Sayang, kamu tau mobil mamanya Rania?" tanya Revan menoleh ke arah gadisnya.


"Enggak, aku belum pernah lihat!" jawab Tania menggeleng sambil manyun.


Ciitttt....


Seketika Revan menginjak rem begitu mendengar jawaban dari Tania, ia menatap wajah gadisnya membuat Tania takut serta kebingungan.


"Kenapa sih? Kok malah berhenti?" tanya Tania.


"Ya kamu kocak, gimana kita mau ngejar kalo kamu aja gak tahu mobilnya kayak gimana?" ujar Revan.


"Huft, udah jalan aja!" ujar Tania.


"Kemana?"


"Ya jalan aja ish!"


"Iya iya..."


Revan kembali menjalankan mobilnya sesuai perintah Tania, namun saat melewati sebuah sekolah kanak-kanak Tania malah melihat Reno sedang bersama putrinya serta seorang gadis cantik disana dan tampak begitu mesra.


"Siapa ya gadis itu?" batin Tania.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2