
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 184
(Kelar)
...•...
...•...
Reno baru melepaskan mulut Lyota setelah mereka menjauh dari mobil-mobil tadi dan rumah itu, ya Lyota pun tampak kehabisan nafas karena mulutnya terus dibekap oleh Reno, padahal sudah berulang kali ia mencoba meminta Reno untuk melepaskannya.
"Ish, lu tuh kenapa sih? Gue hampir kehabisan nafas tau!" ujar Lyota kesal.
"Hahaha, ya maaf. Abisnya kamu kalo ngomong itu gak difilter dulu sih, kan kalo sampe mereka marah bisa gawat!" ucap Reno.
"Yaelah, ngapain sih takut sama mereka?" ujar Lyota.
"Iya dah yang jagoan. Sekarang tuh yang penting buat saya adalah keselamatan putri saya, saya mau Tania bisa selamat dan gak dijual!" ujar Reno.
"Iya iya, yaudah sekarang kita balik kesana aja! Gue janji deh bakal jaga omongan gue." ucap Lyota.
"Ya gak bisa lah. Mereka itu banyak banget jumlahnya, kalo kita nekat kesana yang ada bisa mampus kita sama mereka! Mending sekarang saya lapor polisi terdekat dulu, kita minta bantuan mereka biar sekalian aja tuh orang-orang ditangkap supaya gak ada penculikan lagi!" ucap Reno.
"Terserah lu aja!" ucap Lyota manggut-manggut.
Reno pun mengeluarkan ponselnya dari saku celana lalu mulai menghubungi polisi sesuai yang ia katakan tadi untuk meminta bantuan tentunya.
Suasana yang sepi di sekitar sana membuat Reno memang tak ada pilihan lain selain meminta bantuan pada polisi, lagipun jumlah orang-orang disana tadi sangat banyak dan tentunya akan sulit bagi mereka untuk bisa menerobos masuk ke dalam tanpa ketahuan.
Setelah selesai menghubungi polisi, Lyota bertanya pada Reno apa yang akan mereka lakukan saat ini sembari menunggu polisi datang.
"Kita mau ngapain nih?" tanya Lyota.
"Ya nggak tau, kita duduk aja dulu! Paling sebentar lagi para polisi bakal sampai kesini, terus baru deh kita langsung serbu rumah tadi!" jawab Reno.
__ADS_1
"Yakin lu? Kerja polisi yang lambat, apalagi ini negara lawak. Nanti Tania keburu dibawa ke luar negeri sama orang-orang itu!" ucap Lyota.
"Hus! Kamu jangan bicara begitu!" ujar Reno.
"Lah kenapa?" tanya Lyota tak mengerti.
"Nanti tiba-tiba ada kang bakso lewat bawa HT terus lu ditangkap, mau? Lagian kita tuh harus terus berkata yang baik-baik, karena omongan adalah doa!" jawab Reno.
"Iya juga ya, yaudah deh gue gak bicara gitu lagi. Tapi, gue khawatir banget sama Tania!" ucap Lyota.
"Iya sama, saya juga khawatir kok sama anak saya. Makanya kita berharap yang terbaik buat dia, semoga aja polisi bisa secepatnya sampai dan kita bisa bebasin Tania sebelum terlambat!" ucap Reno.
Lyota manggut-manggut dengan wajah cemberut lalu duduk di trotoar jalan sembari memegangi pipinya dengan kedua tangan.
Reno yang melihatnya merasa gemas lalu ikut duduk di samping gadis itu dan terus memandangi wajahnya dari samping, Reno memang sudah tertarik dengan kecantikan dan kebaikan Lyota padanya juga kepada Tania kecil selama ini.
"Makasih ya, kamu udah mau bantu saya buat cari Tania sampai kesini. Saya gak tau lagi deh kalo gak ada kamu bakal gimana," ucap Reno.
"Buat apa? Gue aja belum berhasil buat selamatin Tania dari tangan mereka." ucap Lyota.
"Ya gapapa, seenggaknya kamu udah mau temenin saya dan bantu saya untuk cari Tania. Harusnya kan kamu gak perlu lakuin ini, pasti kamu banyak kegiatan yang harus dilakuin kan?" ucap Reno.
"Ada sih, tapi nanti bisa gue handle setelah Tania selamat dan gak kenapa-napa." ucap Lyota.
•
•
Tak lama kemudian, polisi yang tadi dihubungi Reno akhirnya sampai disana menemui mereka berdua sesuai tempat yang dikatakan Reno pada mereka lewat telpon sebelumnya.
Sontak Reno serta Lyota langsung bangkit berdiri dan tersenyum melihat kedatangan polisi-polisi tersebut yang diluar dugaan bisa lebih cepat dibanding pikiran Lyota tadi.
"Permisi, dengan bapak Reno?" tanya seorang polisi.
"Iya benar pak, saya Reno. Dan ini istri saya, kami sedang mencari putri kami yang diculik oleh orang-orang jahat, pak." jawab Reno menjelaskan.
"Hah?" Lyota terkejut dengan perkataan Reno, tetapi ia terdiam lantaran Reno mencubit pinggangnya.
"Baiklah, beritahu kami dimana tempat penculik itu berada! Supaya kami bisa langsung datang ke tempat itu dan selamatkan putri kalian," ucap polisi.
"Siap, pak! Rumahnya gak jauh kok, itu yang ada bangunan besar dan tua di depan sana!" ucap Reno.
__ADS_1
"Oh ya, memang sebenarnya sudah banyak laporan dari warga sekitar tentang rumah misterius itu. Namun, tak ada bukti membuat kami sulit untuk bisa menangkap mereka." ucap polisi.
"Nah tenang pak, kalau saya ada buktinya. Jadi, bapak bisa tangkap mereka sekarang!" ucap Reno.
"Baik, bergerak semua!" ujar polisi itu.
Sang komandan bersama Reno serta Lyota berjalan paling depan menuju rumah tersebut, mereka diikuti oleh banyaknya pasukan polisi di belakang dengan sudah bersiap memasang senjata.
Ketika sampai di depan pagar rumah itu, benar saja terlihat banyak sekali orang-orang yang sedang membawa anak kecil ke dalam mobil dengan keadaan pingsan tak sadarkan diri.
"Benar kan pak, mereka penculik." ucap Reno.
"Iya, biar kami yang maju dan menyergap mereka. Kalian tunggu saja disini, karena itu sangat berbahaya!" ucap polisi.
"Siap!"
Polisi-polisi tersebut pun maju dan langsung mengepung orang-orang disana yang sedang memasukkan cukup banyak anak kecil ke dalam mobil.
"Jangan bergerak!!" teriak komandan polisi sembari mengacungkan pistol ke arah mereka.
Sontak orang-orang itu terkejut dan kompak menghadap ke arah polisi tersebut, mereka saling pandang bingung darimana asalnya polisi-polisi itu dan bagaimana para polisi bisa tau keberadaan serta kegiatan mereka.
"Ada apa ini, pak?" tanya salah seorang dari mereka.
"Jangan banyak tanya! Angkat tangan dan lepaskan semua anak-anak itu, lalu ikut kami ke kantor untuk diproses lebih lanjut!" ujar komandan polisi.
Orang-orang itu pun mengangkat tangan ke atas dan menyerahkan diri pasrah, karena mereka memang belum mempersiapkan diri untuk menghadapi para polisi yang muncul tiba-tiba, akhirnya polisi itu langsung membawa mereka dan memborgol tangan mereka satu persatu.
Setelahnya, Reno muncul menghampiri mereka untuk mencari Tania putrinya. Ia melihat orang yang tadi berbicara dengannya saat di depan pagar, dan orang itu pun menatap sinis ke arahnya seperti tau kalau Reno lah yang melapor pada polisi.
"Kami sudah amankan mereka semua, di dalam juga kami temukan banyak anak kecil. Mungkin anda bisa periksa yang mana putri anda!" ucap polisi.
"Baik, pak!" ucap Reno singkat.
Tak butuh waktu lama bagi Reno menemukan putrinya diantara rombongan anak-anak itu, ya ia pun langsung menghampiri Tania yang sedang pingsan dan menggendongnya, ia tampak sangat senang begitupun dengan Lyota.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
__ADS_1
...Yeay kasus Reno & si penculik kelar...
...❤️❤️❤️...