
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 85
(Terakhir kalinya)
...β’...
...β’...
...Bentar lagi tahun baruπ₯³...
...πππ...
...|||...
Tania membawa Rania pergi dari kebun bambu tersebut dengan mobilnya, mereka kini berada dalam mobil dan duduk berdampingan di jok belakang. Sedangkan Rizky berada di kursi kemudi seorang diri dan merasa seperti seorang supir bagi Tania, ya tapi mau gimanapun juga ia harus melakukan ini demi kebaikan dua gadis beda umur dan generasi itu.
Sesekali Rizky melirik melalui kaca spionnya untuk melihat sedang apa dua wanita itu, tanpa sadar senyum terukir di wajahnya ketika melihat Tania sedang memeluk Rania sembari mengusap-usap pucuk kepala gadis kecil itu. Rizky pun turut bahagia karena Tania merasakan bahagia, walau ia sedikit sedih karena setelah ini harus berpisah dengan Tania dan kembali fokus menjalankan misinya.
"Mungkin ini terakhir kalinya saya bisa bersama kamu, Tania! Setelahnya pasti kita tidak mungkin bertemu lagi, karena saya harus benar-benar merahasiakan identitas saya demi kelancaran misi yang akan saya laksanakan..." batin Rizky merasa sedih sembari menitikkan air mata.
Pria itu langsung menghapus air matanya agar tidak malu jika Tania melihatnya menangis, tentu ia akan diledek habis-habisan oleh gadis itu apalagi Tania memang senang sekali meledeknya. Rizky pun fokus menatap jalan sembari memegang setirnya, semua kesedihan ini tentunya harus ia lupakan sejenak setidaknya sampai mereka selamat di tujuan.
__ADS_1
Sementara Tania masih tampak sumringah mengajak main adiknya, ia menceritakan segala hal tentang papanya yakni William yang namanya memang terkenal di hampir seluruh dunia. Tania bercerita dengan sangat bangga terhadap papanya, membuat Rania ikut merasa bangga dan semakin tidak sabar bertemu dengan papa kakaknya itu.
"Kak, kalau om itu papanya kakak berarti papa aku juga dong? Kan aku ini adiknya kak Tania..." ujar Rania dengan kepolosannya.
"Iya dong, sayang! Jadi nanti Rania punya dua papa, yang pertama ayah Jordi terus yang kedua papa William! Gimana, kamu seneng gak?" ucap Tania.
"Wah seneng banget kak, yeay asik aku punya dua papa! Nanti aku bisa pamerin deh ke temen-temen aku di sekolah, pasti semuanya pada iri sama aku karena bisa punya dua papa..." ujar Rania.
"Hahaha, iya suka-suka kamu aja sayang! Rania udah gak sabar ya buat sekolah lagi??" ucap Tania.
"Iya dong kak, aku gak sabar mau ketemu temen-temen sama bu guru cantik!" ucap Rania.
"Bagus, kalo gitu pas nyampe di rumah nanti kamu harus langsung istirahat yang cukup ya! Kakak gak mau kamu sakit lagi, terus malah gak bisa masuk sekolah lagi deh..." ucap Tania.
"Iya, siap kak!" ucap Rania sambil nyengir.
"Pinter nih adik kakak!" puji Tania sembari mencolek gemas hidung Rania dengan telunjuknya.
Namun, Rizky malah senang karena akhirnya bisa melihat Tania tertawa sampai sebegitunya. Pasalnya selama kenal dengan gadis itu, Rizky belum pernah melihat Tania tertawa bahkan senyum saja jarang.
"Baru kali ini gue lihat Tania sebahagia itu, kayaknya kehadiran Rania di hidup Tania emang sangat berarti! Dia bisa bikin Tania kembali ceria hanya dalam waktu beberapa menit, sungguh kemesraan antara adik-kakak yang sangat indah!" batin Rizky.
...β’β’β’...
Disisi lain, Joshua kembali menemui Felicia di kamarnya karena ia tergerak hatinya untuk mengecek kondisi gadis itu disana. Tampak Felicia tengah tertidur di atas ranjang menghadap membelakangi pintu kamar, Joshua pun masuk ke dalam lalu menutup pintu seperti semula.
Pria itu mulai melangkah maju mendekati Felicia untuk memastikan apakah gadis itu sedang tidur atau hanya pura-pura saja, ia tersenyum saat mengetahui Felicia memang tertidur dan mulutnya terbuka sedikit menambah gemas wajah gadis itu di mata Joshua yang mesum.
Bukannya pergi keluar, Joshua malah duduk di atas ranjang lalu mendekatkan tubuhnya ke arah Felicia sembari tangannya mulai mengelus lembut wajah gadis itu. Perlahan ia menyibakkan selimut yang menutupi tubuh mulus gadisnya agar ia bisa melihat dengan sempurna tubuh milik Felicia, burungnya langsung menegang begitu melihat Felicia hanya memakai tanktop serta celana pendek.
"Wah berani juga nih cewek, kayaknya dia sengaja mau bikin gue nafsuu lagi terus genjot dia karena gue yakin dia ketagihan sama permainan gue! Hahaha, permintaan mu akan dengan senang hati aku wujudkan Felicia cantik!" gumam Joshua dengan suara pelan agar tak membangunkan gadis itu.
__ADS_1
Ia memajukan sedikit tubuhnya ke dekat Felicia, tangannya kini mengelus lengan gadis itu secara lembut dan teratur dari atas sampai bawah. Tampak disana terdapat tato kecil bergambar bunga yang menambah kesan estetik keindahan tubuh Felicia, tak cukup hanya mengelus Joshua pun mulai mengecup lengan gadis itu lalu menyesapnya dan sedikit menggigit tanpa meninggalkan bekas.
Bukan hanya sekedar mengecup, Joshua juga menjilati tiap inci lengan gadisnya sampai Felicia mengerang tanpa sadar lalu sempat bergerak sedikit namun tidak mengubah posisi tidurnya. Mungkin Felicia menganggap sentuhan-sentuhan itu hanyalah sebuah mimpi di alam bawah sadarnya, sehingga Joshua kembali melanjutkan aksinya dan kini beralih pada leher gadis itu yang mulai ia resapi tiap aromanya lalu sedikit mengecupnya lembut.
"Emmhh.."
Desahann dengan mulut tertutup menambah gairah lelaki itu, ia mulai sedikit kasar karena sudah sangat menegang. Joshua menarik tubuh Felicia hingga terlentang lalu merentangkan tangan gadis itu, ia pun mengecup dan menyesap area leher jenjang Felicia lalu turun ke dada serta belahan ketiak Felicia. Rasa nikmat menyerang tubuh Felicia hingga gadis itu mulai sadar dari mimpinya, ia membuka matanya lalu terkejut karena melihat Joshua tengah asik menjilati area ketiaknya dengan rakus.
"Aaaaa..."
Felicia berteriak membuat Joshua terkejut lalu menoleh ke arah gadisnya, ia langsung menutup mulut gadis itu dengan telapak tangannya dan menatap tajam ke arah mata Felicia.
"Hey, diam! Nikmati saja permainan saya ini, maka kamu akan baik-baik saja dan tidak akan terluka! Ayolah, ini tidak akan sakit kok!" ucap Joshua tersenyum licik ke arah gadis itu.
Lagi-lagi Felicia hanya bisa pasrah ketika tubuhnya dinikmati oleh pria yang bukan siapa-siapanya, bahkan mereka baru bertemu beberapa waktu lalu dan Joshua sudah menggaulinya sebanyak tiga kali. Ini mah namanya bukan khilaf lagi tapi ketagihan, padahal Joshua juga sudah memiliki wanita yang dicintainya yakni Olivia walau ia belum berani menyentuh milik gadis tersebut karena terlalu cinta padanya sampai tak berani menyentuhnya.
"Eeemmhh..."
"Aakkhh.."
"Eenngghh..."
Lenguhan, desahann, erangan, dan apapun itu namanya keluar dari mulut Felicia karena tubuhnya tak mampu lagi menahan rangsangan yang diberikan Joshua padanya. Sementara pria itu tampak asik menusuk-nusuk mis v milik Felicia dengan dua jarinya, sembari lidahnya berkutat di puncak gunung kembar sang gadis cantik itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...Anggap aja itu bonus dari author buat kalian para pecinta 18+, 21+ dan yang plus-plus lainnya...
__ADS_1
...πππ...