Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 145 (Papa & Anak)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 89


(Papa & Anak)


...•...


...•...


Cakra masuk ke kamar putrinya dengan niatan hendak mengajak gadis itu keluar untuk sekedar menikmati waktu berdua, memang sudah cukup lama Cakra tak berkumpul bersama putrinya sejak kejadian beberapa waktu silam yang mana pria itu terpaksa harus meminta Velove membuang anak hasil hubungan terlarangnya dengan seorang lelaki.


Kala itu Cakra sangat geram dan marah besar pada putrinya, ia takut anak Velove akan membuat namanya tercoreng dan tidak bisa dianggap sebagai seorang mafia terkuat di negara ini lagi. Ya sejak itulah hubungan antara ayah dan putri kandungnya ini merenggang, namun secara perlahan sekarang Cakra berusaha membangun kembali tali yang sempat terputus serta memperbaiki kesalahannya di masa lampau yang sudah membuang cucunya.


"Velove...." sapa Cakra sembari berdiri di tengah pintu kamar putrinya, ia menatap gadisnya dari sana memandang punggung Velove yang tengah duduk di depan cermin meja riasnya.


"Kamu lagi apa?" tanya Cakra lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Velove, ia menghampiri putrinya dengan tongkat di tangan sebagai tumpuan untuk berjalan.


Velove menoleh ke arah papanya lalu melempar senyum tipis, ia tampak sangat cantik dengan balutan kaos hitam disertai celana panjang.


"Cuma ngaca aja, pah!" jawab Velove singkat.


Cakra mengusap wajah putrinya lalu memberi kecupan tepat pada pucuk kepala Velove, ia juga melingkarkan tangannya di leher gadis itu lalu menarik pelan dagu Velove hingga menatap ke arahnya. Cakra mengelus seluruh wajah putrinya dengan lembut memperlakukan Velove seperti anak bayi, bertubi-tubi ia menghujani putrinya dengan kecupan manis penuh kasih sayang.


"Papa minta maaf sama kamu, kalau selama ini papa udah nyakitin hati kamu! Mulai sekarang papa janji akan selalu berusaha untuk menebus semua kesalahan papa di masa lalu, papa gak mau hubungan kita terus-terusan seperti ini sayang! Tolong, maafkan papa ya!" ucap Cakra tampak sangat tulus berbicara seperti itu.

__ADS_1


Velove merasa tersentuh dengan ucapan dan perlakuan manis dari sang papa, belum pernah ia mendapatkan perlakuan seperti ini dari papanya karena selama ini mereka selalu menjauh.


Cakra semakin menjadi, ia kini mengecup leher putrinya dengan lembut serta menyesapnya pelan membuat Velove merasa bergidik. Deru nafas papanya membuat wanita itu memejamkan mata menahan dirinya, entah apa maksud Cakra melakukan itu pada putrinya.


"Aku udah maafin papa kok," ucap Velove menjauh dari wajah papanya karena sudah tidak tahan.


"Makasih," ucap Cakra singkat sambil tersenyum.


"Aku juga mau minta maaf sama papa, seharusnya aku gak bersikap seperti itu ke papa! Gimanapun juga kan papa itu papa aku..." ucap Velove.


"Ya, papa maklum kok! Kamu seperti itu kan karena kesalahan papa sendiri, jadi kamu gak perlu minta maaf segala!" ucap Cakra mendekat dan mendekap tubuh putrinya dengan erat.


Velove merasa tak nyaman diperlakukan seperti itu oleh papa kandungnya sendiri, bagaimanapun seharusnya papanya tidak melakukan ini.


"Eeemmhh..." erangan pelan keluar dari mulut putrinya tersebut, ia tidak tahan karena papanya terus mencumbui lehernya juga meremass payudaraa miliknya yang masih terbungkus baju.


Cakra menarik putrinya untuk berdiri tegap lalu membelai rambut Velove, tak lama belaiannya turun ke wajah serta bibir mungil gadis itu sambil satu tangannya terus mengeratkan pelukan mereka dengan mendorong bokong Velove.


"Gak tahu sayang, setiap berdekatan dengan kamu papa selalu ingin menggauli kamu! Tenang aja untuk kali ini papa pastikan kamu tidak akan mengandung anak seperti dulu, jadi papa gak perlu khawatir dan buang bayi kamu lagi seperti dulu! Ayo, kita lakukan itu lagi sekarang sayangku!" ucap Cakra tersenyum.


Velove terus menggelengkan kepalanya sembari meneteskan air mata karena kecewa pada sikap papanya, baru saja ia merasa senang karena berpikir sang papa akan berubah. Namun, sekarang papanya itu malah ingin kembali mengulang kejadian kelam beberapa waktu lepas.


Ya benar, seorang lelaki yang sudah menghamili Velove dahulu adalah Cakra sendiri alias papa kandungnya. Sungguh kejadian yang sangat membagongkan tapi benar terjadi pada mereka, kala itu Cakra memang tak bisa menahan nafsuunya melihat Velove yang sudah bertumbuh menjadi gadis dewasa dengan lekuk tubuh indah.


Kehilangan istrinya membuat Cakra tak bisa melakukan hubungan badan cukup lama, sampai akhirnya ia melakukan itu kembali pada putrinya yang saat itu tengah tertidur pulas di kamarnya.


"Jangan, pah!" ucap Velove ketakutan.


Cakra malah mendorong tubuh Velove dengan kasar ke atas ranjang, niat awalnya yang ingin meminta maaf dan memperbaiki hubungan dengan putrinya terlupakan akibat tak dapat menahan nafsuunya.


Cakra langsung membuka pakaiannya dan menindih tubuh putrinya tersebut, lidahnya tanpa basa-basi langsung menjilati area leher Velove sampai gadis itu mengerang panjang. Dengan cepat Cakra membekap mulut putrinya menggunakan bibirnya yang sudah haus akan ciuman, ia melumatt bibir Velove dengan buas dan ganas membuat gadis itu sulit bernafas.

__ADS_1


...•••...


Disisi lain, Olivia terbangun membuka matanya dan merasakan sesuatu yang menyakitkan pada area sensitif miliknya. Ia baru menyadari kalau saat ini tengah berada satu ranjang bersama Joshua, pria itu masih tertidur memejamkan mata tepat di sampingnya.


Olivia langsung mengecek kondisi tubuhnya dengan membuka selimut yang berada di atasnya, ia syok karena saat ini tubuhnya telanjang bulat tak berpakaian sehelai benangpun. Tentu saja Olivia sangat panik karena ini sangat mengagetkan baginya, ia menangis sembari menatap wajah Joshua dan berusaha mengingat kejadian semalam.


Ya ia ingat betul malam itu kondisinya sedang mabuk berat akibat terlalu banyak minum, dan setelahnya ia sama sekali tidak sadar apa yang terjadi mungkin karena mabuk yang dialaminya.


"Apa semalam aku sudah melakukan itu dengan Joshua? Tapi, kenapa Joshua tega berbuat begini sama aku?" gumam Olivia menangis.


Ia pun berusaha bangkit lalu terduduk di kasur, matanya melirik terus-menerus ke arah Joshua yang berada di sampingnya. Sesekali ia meringis menahan sakit pada area miliknya, tentu saja rasanya sangat sakit baginya karena ia belum pernah melakukan itu sebelumnya yang itu artinya Joshua sudah merenggut kesucian dirinya.


Terlihat darah masih membekas di sprei, Olivia yang menyadari itu semakin merasa sedih dan menangis sesenggukan.


Joshua sepertinya mendengar suara tangisan gadisnya, ia pun membuka matanya lalu syok karena melihat Olivia menangis di sampingnya.


"Loh, hey! Kamu kenapa, sayang?" ucap Joshua cemas sembari memegang pundak Olivia.


Olivia menoleh lalu menatap wajah Joshua dengan penuh amarah dan kekesalan, ia benci pada laki-laki yang sudah merenggut kesuciannya itu.


"Kamu, kenapa kamu tega lakuin ini sama aku? Kenapa Jos, kenapa??" ujar Olivia.


"Loh, kok kamu bilang gitu? Semalam kan kita lakuin nya atas dasar suka sama suka, jadi bukan murni salah aku dong sayang! Malah kamu sendiri yang mancing-mancing aku duluan, pake segala minta tidur seranjang lah..." ucap Joshua.


"Hah? Mana mungkin aku begitu, Jos!" ujar Olivia.


"Kalo kamu gak percaya, nih aku ada video permainan kita tadi malam!" ucap Joshua mengambil ponselnya.


Joshua menunjukkan sebuah video panas antara dirinya dengan Olivia semalam, ya gadis itu langsung syok melihatnya dan tak menyangka kalau ia malah menikmati permainan Joshua semalam.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2