Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 82 (Ritual)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 27


(Ritual)


...•...


...•...


Rianti baru bangun dari tidurnya karena sinar matahari yang menyinari kamarnya, ia terkejut sekali saat melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 8 pagi dan suaminya juga sudah tidak ada disampingnya.


Rianti pun langsung bangkit dari tempat tidurnya lalu merapihkan kasurnya, setelahnya ia langsung berlari keluar kamar dengan tergesa-gesa untuk mengecek anaknya yang harus sekolah pagi ini.


Namun, saat ia sampai di bawah tidak ada satupun keluarganya disana... akhirnya Rianti pergi ke dapur menemui bi Susi yang sedang masak untuk makan siang.


"Eee bi, saya mau tanya dong... suami dan anak saya Athar kemana ya? Kok mereka gak kelihatan disini??" tanya Rianti.


"Ohh, tadi pak Lio sama den Athar udah pergi nyonya! Pak Lio anterin den Athar ke sekolah bareng sama Aliyah dan non Christy juga, emang pak Lio gak bilang sama nyonya....??" jawab Susi.


"Duh ya ampun jadi mereka udah berangkat ke sekolah bi? Haduh bisa gawat nih, pasti mas Lio bakal marah banget sama aku...!!" ujar Rianti tampak cemas dan panik.


"Loh kenapa nyonya?" tanya Susi penasaran mengapa majikannya itu berbicara seperti itu.


"Eh gapapa kok bi, yaudah aku mau mandi dulu bi! Nanti kalau suami aku pulang tolong bilang ya kalau aku udah bangun..." ujar Rianti.


"Iya iya nyonya..." ucap Susi.


Rianti pun bergegas kembali ke kamarnya untuk mandi, ia mau coba merayu suaminya nanti ketika pulang agar tak memarahinya karena telat bangun tadi.


Sesampainya di kamar, Rianti langsung melepas pakaiannya satu persatu lalu melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi.


Ia menyalakan air shower yang kemudian mulai membasahi tubuhnya, Rianti lalu mengambil sabun nya yang terletak disampingnya kemudian mulai mengusap seluruh tubuhnya dengan cairan sabun tersebut.


__ADS_1



Sementara itu, Lionel bersama Aliyah & Christy baru pulang dari mengantar Athar ke sekolah.


"Eee Aliyah, kamu tolong kasih makan Christy ya! Saya mau ke kamar cek istri saya sudah bangun atau belum..." ucap Lionel.


"Iya baik pak!" ucap Aliyah.


"Makan yang kenyang ya sayang! Papah nanti temuin kamu lagi abis bangunin mamah oke!" ucap Lionel mendekatkan wajahnya ke tubuh Christy yang digendong Aliyah sambil mencolek sekilas pipinya.


Setelah berpamitan pada putrinya, Lionel langsung naik ke atas menuju kamarnya untuk mengecek apakah istrinya sudah bangun atau belum.


Ceklek... Lionel membuka pintu sambil memanggil nama istrinya, namun rupanya sudah tidak ada siapa-siapa di kasur itu dan malah tempat tidur itu sudah rapih seperti semula.


Lionel pun mendengar suara shower dari dalam kamar mandi, ia akhirnya tau kalau istrinya sedang mandi di dalam sana.


Anehnya Lionel malah berjalan ke arah pintu kamar mandi lalu mengetuk-ngetuk pintunya sambil memanggil nama istrinya itu.


TOK TOK TOK...


"Sayang, Rianti... kamu lagi di dalam kan?" ucap Lionel mengetuk pintu sambil mendekatkan wajahnya ke depan pintu itu.


"Rianti...." panggil Lionel lagi dari luar kamar mandi.


"Aku mau masuk dong, kebelet nih sayang!" sambungnya saat mengetahui Rianti sudah mematikan air shower nya.


Rianti yang tubuhnya masih penuh sabun pun terkekeh mendengar suara suaminya yang meminta masuk ke dalam, ia berjalan mendekati pintu dengan berhati-hati karena telapak kakinya juga licin.


Kreeekkkk... Rianti membuka pintunya dengan kondisi tanpa busana dan tubuhnya hanya ditutupi oleh busa sabun.


Lionel menganga melihat tubuh mulus istrinya yang sangat menggoda itu, ia tanpa ragu-ragu langsung menghampiri Rianti dan menariknya lalu menutup pintu kamar mandi itu.


Ya mereka pun melakukan ritual percocok tanaman di dalam kamar mandi itu seperti yang biasa dilakukan oleh sepasang suami-istri pada umumnya.


Suara-suara racauan penuh kenikmatan terdengar jelas meramaikan suasana di dalam kamar mandi itu, ditambah suara percikan air yang menambah heboh aksi mereka.


...•••...


Disisi lain, Reno meminta Mawang menghentikan mobilnya saat ia melihat sebuah mobil berhenti di pinggir jalan dan tampaknya tengah mogok.


"Eee pak, berhenti dulu pak! Kayaknya ada mobil mogok tuh kita coba bantu mereka pak!" ucap Reno.

__ADS_1


"Iya baik den..." ucap Mawang lalu menghentikan mobilnya tepat di belakang mobil yang tengah mogok itu.


Reno pun turun dari mobilnya dan langsung berjalan menghampiri pengendara mobil yang tengah sibuk membetulkan mobilnya.


"Permisi pak, mobilnya kenapa?" tanya Reno.


"Eh mas, ini tiba-tiba tadi mobil ini mesinnya mati pas lagi di jalan... untungnya jalanan lagi sepi jadi gak ada pengendara lain di belakang saya! Terus saya udah coba cek tapi saya gak ngerti masalahnya apa mas..." jawab pengendara itu.


"Oh yaudah coba biar saya bantu cek pak! Kebetulan saya pernah belajar tentang mesin waktu sekolah dulu, jadi saya tau lah sedikit-sedikit tentang mesin..." ucap Reno.


"Baik mas, silahkan!" ucapnya mempersilahkan Reno untuk mengecek mobilnya.


Reno pun langsung maju saja dan mulai mengutak-atik kap mesin mobil itu, ia terlihat seperti seorang ahli mesin.


Tak lama kemudian, seorang wanita datang menghampirinya bersama seorang pria dibelakangnya yang membawa kantung plastik berisi barang belanjaan.


"Gimana pak, udah bisa mobilnya?" tanya wanita itu pada pria yang tadi ditemui Reno, tampaknya pria tersebut adalah supirnya.


"Eee belum non, tapi ini ada mas mas yang katanya tau tentang mesin... dia lagi cek mobilnya non!" jawab sang supir.


Wanita itu pun mengalihkan pandangannya ke arah pria yang tengah membetulkan mobilnya, ia syok ketika melihatnya dan tak menyangka kalau akan bertemu pria itu disana.


"Reno...."


Mendengar namanya disebut oleh seorang perempuan, Reno langsung menoleh ke arah wanita itu karena merasa mengenali suaranya.


Ya seperti wanita itu, Reno juga kaget saat melihat sosok wanita di depannya... bahkan ia sampai menganga seketika dan menatap wanita itu tanpa berkedip.


"Tania? Kok kamu ada disini...??" ucap Reno yang masih terkejut, ia belum mengetahui jika mobil itu adalah milik Tania.


"Iya Ren, kebetulan ini mobil aku yang lagi mogok! Makasih ya kamu udah mau bantu buat cek mobil aku..." ucap Tania.


"Oh jadi ini mobil kamu? Ya ampun dunia itu sempit banget ya, gak nyangka kita bakal ketemu lagi di jalanan kayak gini! Aku seneng banget bisa ketemu lagi Tania, ya walaupun sekarang rasanya agak beda gak seperti dulu!" ujar Reno tersenyum.


"Iya Ren, sama aku juga seneng bisa ketemu kamu lagi disini!" ucap Tania membalas senyuman Reno namun sambil malu-malu dan menundukkan kepalanya.


Akhirnya mereka berdua malah saling tatap-tatapan dan Reno juga melupakan tujuan awalnya yang ingin mencari informasi tentang siapa yang sudah memukul kepalanya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2