Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 144 (Tahun baruan)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 88


(Tahun baru, ya jalan-jalan!)


...•...


...•...


Tania sudah bersiap-siap memakai pakaian rapihnya, sebuah dress berwarna merah ati dengan bagian atas yang terbuka menampilkan tubuh mulus Tania. Semua orang terpana begitu melihat Tania menuruni tangga, termasuk juga sang papa yang sengaja membelikan gaun itu untuk putrinya.



Ya begitulah kira-kira penampilan Tania saat ini, cantik gak? cantik lah masa enggak! Ia berdandan seperti itu karena papanya mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keliling Jakarta, padahal mereka tinggalnya di Bogor, aneh kan? Tania pun menghampiri papa, ayah angkat dan adiknya di ruang tamu sambil terus menyunggingkan senyum.


"Wah kak Tania cantik banget, aku sampe pangling ngeliatnya kak!" ucap Rania memuji kecantikan kakaknya sembari tersenyum.


"Hahaha, bisa kamu ih! Kamu juga cantik banget loh sayang, lucu deh bajunya kalo dipake kamu!" ucap Tania mencubit gemas pipi Rania.


Setelah berbicara pada adiknya, kini Tania menatap wajah papanya yang juga berada disana dan sudah tampak rapih dengan kemeja serta jas yang dikenakannya. Kini William tampak 10 tahun lebih muda dengan pakaian itu, apalagi ia baru menyemir rambutnya khusus untuk menyambut tahun 2022.


"Wah papa jadi kelihatan lebih muda, keren deh pah!" ucap Tania memuji penampilan baru papanya.


"Hahaha, ah bisa aja kamu! Yaudah karena udah pada siap semua, gimana kalo kita langsung jalan sekarang aja??" ucap William.


"Umm, boleh! Tapi, kita mau kemana pah?" ucap Tania bertanya pada papanya.


"Kemana aja, yang penting bareng-bareng!" jawab William sembari tertawa memeluk putrinya.


Akhirnya mereka semua pun keluar dari rumah menuju ke mobil keluarga yang bisa menampung mereka dalam satu mobil, Rania tampak sumringah karena bisa merasakan kehangatan keluarga yang telah lama ia dambakan. Walau ia belum bisa bertemu keluarga kandungnya sampai saat ini, memang yang ia tahu Jordi adalah ayah kandungnya dan mamanya sudah tiada.

__ADS_1


Tania terus merangkul dan memeluk adiknya, ia mengelus-elus punggung Rania. Ya memang mereka berdua duduk di jok paling belakang, karena di depannya ada William bersama Jordi dan di samping supir tentunya ada Riko yang ikut bersama mereka.


"Nah Rania, kamu suka nyanyi gak? Biasanya kalo lagi jalan-jalan begini kan orang suka pada nyanyi tuh di dalam mobil, kakak mau denger suara kamu dong sayang!" ucap Tania membujuk adiknya.


"Bisa dong, kak! Kakak mau aku nyanyi lagu apa?" ucap Rania meminta request lagu dari kakaknya.


"Umm, coba deh kamu nyanyi lagu naik-naik ke puncak gunung! Berhubung kita lagi jalan-jalan nih, ya walau kita gak pergi naik gunung!" ucap Tania menyarankan lagunya.


"Oke deh, kak! Dengerin ya semua..." ucap Rania bersiap-siap untuk menyanyikan satu lagu.


Rania pun mulai bernyanyi sepanjang perjalanan di dalam mobil itu, ya seisi mobil bertepuk tangan mengiringi suara merdu Rania sembari tertawa.


...•••...


Tak hanya keluarga Tania saja yang merayakan tahun baru dengan jalan-jalan keliling kota, Reno sekeluarga pun juga hendak menikmati momen liburan ini dengan berjalan-jalan. Tampak Tania kecil sangat riang gembira karena akan jalan-jalan bersama papa dan juga oma opanya, Reno juga sudah membelikan baju baru yang saat ini dipakai oleh putrinya tersebut.


Mereka semua pun masuk ke mobil dengan Reno yang menyetir sendiri mobilnya, Tania kecil duduk di depan bersama papanya sedangkan Anggi & Darma duduk di belakang berduaan seraya berpegangan tangan layaknya pasangan muda pada umumnya. Mereka tampak bahagia dan melupakan sejenak kegelisahan yang ada di hati masing-masing, begitupun Tania yang saat ini berusaha terus tertawa walau di dalam hatinya sangat merindukan sang mama. Momen tahun baru seperti ini mengingatkan dirinya pada mamanya, apalagi ia sering jalan-jalan bersama mamanya ketika tahun baru.


Reno sadar kalau putrinya sedang tidak baik-baik saja, ia berkali-kali mengusap pucuk kepala Tania kecil sembari mencubit sedikit pipinya. Ia berusaha menghibur Tania dengan bertingkah seperti badut yang lucu, tangannya memutar tombol volume radio di mobilnya agar suara lagu bertambah besar.


"Pah, kita mau kemana?" tanya Tania kecil dengan nada imut yang menggemaskan.


"Wah emang papa bisa bahasa binatang?" tanya Tania kecil.


"Bisa dong, semua bahasa bisa papa kuasai! Nanti kamu dengerin aja ya papa bicara sama harimau, papa bakal suruh harimau itu buat terkam Tania!" ucap Reno bercanda.


"Ih papa serem! Kalo gitu aku tinggal laporin sama mama yang lagi di surga, biar papa kena balasannya dari mama!" ucap Tania kecil menjulurkan lidahnya ke arah Reno.


Mendengar itu malah membuat Reno kini bersedih, ia teringat kembali pada Rosa dan kenangan saat mereka masih belum dikaruniai anak. Ya kala itu mereka berdua juga pergi ke taman safari dan Rosa tampak senang sekali, sungguh momen yang indah dan sangat dirindukan oleh Reno.


"Kok papa diem? Aku salah bicara ya?" tanya Tania kecil cemberut memandang wajah papanya.


"Eee enggak kok, sayang! Ini papa lagi fokus nyetir aja, kalau sambil ngobrol terus takut nabrak!" jawab Reno tersenyum.


"Ohh, bener sih pah! Aku gak mau kejadian yang bikin mama gak ada terulang lagi..." ucap Tania kecil spontan membuat Reno kaget.


Ya saat ini Tania kecil memang berangsur-angsur telah berhasil pulih dan tidak lagi mengalami trauma terhadap mobil, ia juga mulai bisa mengikhlaskan kepergian mamanya untuk selamanya.

__ADS_1


Darma & Anggi yang berada di kursi belakang saling pandang dan berpegangan tangan, mereka ikut merasa kesedihan yang dirasakan putra dan cucunya itu.


...•••...


Disaat keluarga Tania serta keluarga Reno berbahagia menyambut tahun baru, justru keluarga Lionel & Rianti malah adem ayem saja karena memang kondisi keduanya tidak baik-baik saja. Ya sampai sekarang Rianti masih belum bisa memaafkan kelakuan suaminya yang telah melakukan kesalahan sangat fatal itu, namun ia berusaha tetap tersenyum di hadapan anaknya.


"Mah, pah! Kita kok gak kemana-mana sih? Athar pengen loh jalan-jalan keluar rumah kayak anak-anak yang lain, ayo dong mama sama papa ajak Athar sama dedek Christy jalan!" ucap Athar.


Mendengar ucapan Athar membuat Rianti ikut bersedih, ia merasa kasihan pada putranya yang sangat ingin jalan-jalan.


"Ohh jadi anak papa ini dengan jalan-jalan keluar? Wah iya sih sama, papa juga pengen banget ajak kamu sama Christy pergi keluar! Tapi, gak tahu nih mama kamu kayaknya gak mau deh..." ucap Lionel memangku Athar sembari melirik ke arah Rianti.


Rianti pun merasa tersindir dan tidak enak, ia merasa sangat egois jika tidak mau menuruti keinginan putranya untuk pergi jalan-jalan keluar. Akhirnya demi kesenangan putra dan putrinya, ia pun mau jalan-jalan bersama mereka.


"Kata siapa aku gak mau? Mama mau kok sayang, yaudah kita jalan-jalan sekarang aja yuk!" ucap Rianti tersenyum mencubit pipi putranya.


"Yang bener mah? Yeay asikkk!!!" ujar Athar berteriak keras saking gembiranya.


"Wih girang banget nih putra papa, emang kamu diajak jalan kemana sih?" ucap Lionel.


"Umm, kemana aja deh pah yang penting kita jalan keluar!" jawab Athar penuh semangat.


Mereka pun tertawa gembira, walau Lionel tahu tawa istrinya itu tidak benar-benar terjadi karena pasti Rianti masih sangat bersedih.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...


...YUHUUU FIRST DAY IN 2022...


...🥳🥳🥳...


...TETAP SEMANGAT GUYS,...


...KITA SAMA2 BERJUANG...

__ADS_1


...🔥🔥🔥...


__ADS_2