
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 9
(Rania jadi sopan?)
...•...
...•...
Tania & Rania sampai di markas copet tempat Jordi berada, benar saja tampak disana Jordi tengah duduk sambil menyeruput secangkir kopinya.
Tentu saja Tania tersenyum karena sudah jarang melihat mantan bos copetnya itu meminum kopi.
"Itu ayah kak, kita samperin apa jangan nih?" tanya Rania sambil menoleh ke arah Tania, kini ia telah sedikit berubah jadi lebih sopan karena mendapat pembelajaran dari Tania tentang yang namanya sopan santun.
"Ya samperin dong Rania sayang, kan tujuan awal kakak kesini ya mau ketemu sama bang Jordi!" jawab Tania sambil membelai rambut Rania dan kemudian kembali menggandeng tangannya.
Mereka pun lanjut berjalan mendekati Jordi yang sudah tak jauh lagi dari tempat mereka berdiri saat ini, sontak Jordi langsung menoleh saat mendengar suara langkah kaki yang tak asing di telinganya.
"Wah wah benar kan kalian yang datang, eh tapi kok kalian bisa barengan begini datangnya? Emangnya kalian pada abis darimana sih??" ujar Jordi beranjak dari duduknya dan menunjukkan wajah penasarannya karena kedua anak angkatnya itu datang secara bersamaan.
"Ehehe.. iya ayah tadi kak Tania selamatin aku loh dari kejaran para warga, padahal hampir aja tadi aku ketangkap sama mereka! Duh aku gak bisa bayangin deh kalau tadi kak Tania gak datang selamatin aku, mungkin sekarang aku udah abis digebukin sama mereka dan dibawa ke kantor polisi.." jelas Rania sambil berlari menghampiri Jordi dan memeluknya.
Jordi semakin keheranan karena sikap Rania berubah menjadi lebih kalem dari biasanya dan juga menjadi sangat sopan pada dirinya, padahal selama ini Rania selalu menggunakan kata gue lu saat berbicara padanya sebelumnya.
Namun, Jordi tak mau bertanya tentang hal itu pada Rania karena takut nantinya gadis kecil itu malah berubah kembali menjadi seperti biasanya.
__ADS_1
"Oh ya? Wah kalo gitu kamu harus terimakasih sayang sama kakak kamu, benar kan apa yang ayah bilang kalau kakak kamu ini orangnya selain cantik juga baik hati! Kamu kalo udah besar harus jadi kayak kak Tania ya sayang..!!" ucap Jordi tersenyum membenarkan poni rambut Rania yang berantakan setelah ia lari tadi menghampirinya.
"Iya dong ayah, aku pengen banget jadi kayak kak Tania nantinya... punya mobil, punya banyak bodyguard terus bisa tolong orang yang lagi kesusahan! Oh iya yah, kak Tania juga udah banyak kasih aku pelajaran tentang bagaimana caranya jadi orang baik loh pas di jalan tadi! Makanya sekarang aku kepengen banget bisa berubah jadi lebih baik dan berhenti merebut milik orang lain.." ucap Rania.
Jordi pun memeluk anak angkatnya itu sambil mengusap-usap punggungnya, tak lupa juga ia memandang wajah Tania lalu tersenyum ke arahnya sebagai tanda terimakasih mungkin.
Tania pun membalas senyuman dari Jordi sekaligus ikut juga memeluk mantan bos copetnya itu.
"Beruntung banget gue karena anak yang gue temuin di sungai 30 tahun lalu sekarang udah tumbuh jadi manusia yang baik hati dan juga bisa memberikan pelajaran pada Rania, padahal dari kecil gue selalu ajarin dia kejahatan seperti nyopet dan gak pernah sama sekali kasih tau dia tentang hal-hal baik..." gumam Jordi di dalam pelukan itu sambil meneteskan air mata karena tak bisa menahannya lagi.
...•••...
Joshua bersama Olivia telah selesai makan siang di restoran Jepang tadi, tampak kini Joshua terus memegangi perutnya yang terasa mules akibat memakan sushi disana.
Sedangkan Olivia senyum-senyum saja dan ia juga merasa puas alias kenyang, tiba-tiba saja Joshua menghentikan langkahnya dan terdiam bengong menatap ke arah depan kirinya.
Ya terlihat Rianti ada disana bersama anak-anak dan juga pengasuhnya tengah masuk ke mobil mereka, Joshua pun mengingat kembali saat-saat ia masih bersama Rianti dulu.
"Rianti? Ternyata selama ini kamu masih tinggal disini, bahkan sekarang kamu sudah mempunyai 2 anak... terlihat sekali kamu tidak kesulitan untuk melupakan aku Rianti, sementara aku yang mengusir mu ini justru sampai sekarang masih sulit untuk mengusir bayanganmu di dalam pikiranku!" gumam Joshua sambil terus menatap ke arah Rianti yang sedang masuk ke mobilnya.
Namun, ia tak berhasil menemukan apapun karena memang Rianti dan anak-anaknya sudah masuk seutuhnya ke dalam mobil.
Akhirnya Olivia pun melingkarkan tangannya di lengan Joshua sambil menempelkan kepalanya tepat di samping bahu laki-laki itu.
"Kamu kenapa sih Jos? Apa ada sesuatu yang kamu lihat saat ini?? Aku disini loh kenapa kamu malah ngeliatin ke arah lain sih?" ujar Olivia.
Sontak Joshua terkejut saat tiba-tiba Olivia mendekatinya dan berbicara seperti itu.
"Eh eee... maaf Oliv, aku gak bermaksud cuekin kamu kok! Tadi aku cuma kayak lihat seseorang yang mirip sama teman aku aja disana, tapi ternyata bukan mungkin cuma kebetulan mirip aja kali!" ucap Joshua sambil tersenyum dan mengusap-usap kepala wanita yang kini bersandar di bahunya.
"Oh gitu, yaudah kita balik yuk! Biar aku anterin kamu dulu ke toko kamu, baru deh nanti aku lanjut pulang ke rumah!" ucap Olivia.
"Eh jangan-jangan gausah, biar aku ke toko sendirian aja gapapa! Udah kamu langsung pulang aja ya gak perlu mikirin aku!" ucap Joshua.
__ADS_1
Olivia pun melepaskan lengan Joshua dan juga mengangkat kembali kepalanya, tak lupa ia menyeka rambutnya yang sedikit berantakan itu.
"Oke terserah kamu aja kalo maunya begitu, aku pergi duluan ya! Hati-hati loh pulangnya..!!" ucap Olivia.
"Iya, kamu juga hati-hati ya jangan ngebut!" ucap Joshua tersenyum tipis pada wanita itu.
Olivia mengangguk-angguk pelan kemudian berjalan pergi menuju mobilnya dan meninggalkan Joshua sendirian disana.
Saat Olivia sudah menjauh dari sana, Joshua pun juga ikut pergi dari tempat itu walau dengan perasaan sedih karena harus bertemu lagi dengan Rianti wanita yang saat ini masih terus mengusik hatinya.
...•••...
Sementara itu, Tania masih berada di markas copet tempat Jordi mengumpulkan anak buahnya yang ingin menyerahkan hasil copetannya.
Saat ini ia tengah mengajarkan Rania cara-cara untuk menjadi orang yang lebih baik dan sopan, tampak sekali Rania sangat antusias mendengarkan perkataan dari Tania itu.
"Terimakasih Tania, lu dah mau ajarin Rania hal-hal penting seperti ini! Padahal seharusnya gue sebagai ayah yang semestinya ngajarin Rania tentang ini, tapi apa daya gue aja belum ngerti soal beginian!" ujar Jordi tersenyum namun hatinya terluka.
"Sama-sama bang, Rania kan juga adik aku sekarang jadi aku juga bertanggung jawab buat ngajarin dia! Aku juga seneng banget kalo Rania mau belajar tentang sopan santun seperti ini, oh ya bang kalo boleh aku juga mau masukin Rania ke sekolah dasar supaya dia bisa tumbuh jadi anak yang pintar!" ucap Tania memandang wajah Jordi.
"Wah aku mau banget dong kak sekolah, boleh ya yah soalnya aku sering ngeliat anak-anak yang pergi sekolah waktu aku nyopet kemarin-kemarin! Kelihatannya mereka bahagia banget loh yah, aku juga pengen kayak mereka itu..." ujar Rania.
"Tapi Tania, gue gak punya cukup uang buat bayar sekolahnya Rania nanti! Terus juga peralatan sekolahnya kan gak murah, duit darimana yang bisa gue dapetin? Masa iya uang nyopet gue pake buat sekolahin Rania??" ujar Jordi.
"Tenang aja bang, udah biar semuanya aku yang urus! Nanti Rania tinggal masuk sekolah aja ya, kakak pasti bakal beliin kamu peralatan sekolah yang bagus-bagus..!!" ucap Tania.
"Jangan lah Tania, gue kan jadi gak enak kalo harus ngerepotin lu kayak gini! Harusnya gue sebagai ayahnya Rania yang sekolahin dia, bukan lu Tan!" ujar Jordi menolak tawaran Tania.
"Gapapa kok bang, gini aja deh biar abang gak ngerasa sungkan gitu... gimana kalo bang Jordi terima tawaran aku buat kerja di salah satu cabang perusahaan papah ku? Dengan begitu kan bang Jordi bisa dapatin uang halal buat bantu biaya sekolah Rania, gimana mau gak bang??" ucap Tania.
"Nanti gue pikir-pikir dulu ya Tan..." ucap Jordi yang kelihatan bingung sekali saat itu.
Tania pun tersenyum dan kembali mengajarkan Rania tentang sopan santun, bahkan selanjutnya ia juga mengajarkan Rania menulis dan membaca.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...