
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 267
(Dendam kawan lama)
...•...
...•...
Keesokan harinya Jordi, Fajar dan Tama sedang duduk membahas keuntungan mereka selama menjalani bisnis menjual makanan ringan sambil tentunya hitung-hitung uang. Fajar serta Tama juga menyerahkan uang hasil penjualan hari kemarin pada bos mereka itu, setelah mereka baru saja mengantar anak-anak disana untuk kembali menjual makanan.
Jordi terlihat sangat gembira karena uang yang diberikan oleh dua asistennya itu cukup banyak, ia tersenyum renyah sembari menghitung jumlah uang tersebut disana. Jordi memang selalu mendapat uang yang banyak sejak ia membuka bisnis jualan tersebut, apalagi bisnis itu juga cukup aman baginya karena tak terlalu beresiko seperti mencopet dulu.
"Hahaha, makin hari makin banyak aja nih duit yang dihasilin sama tuh anak-anak! Ya walau tetep aja sih duit ini juga bakal berkurang, karena gue harus kasih makan mereka semua!" ucap Jordi.
"Iya tuh bang, tapi kan mereka emang harus dibayar! Kalau enggak, bisa-bisa mereka nanti pada ngamuk dan gak mau lagi kerja buat kita!" ucap Fajar.
"Lu bener juga sih, tapi kalau begini kan lama-lama gue bisa bangkrut! Gimana ya caranya buat singkirin tuh anak-anak dari tempat ini? Gue pengen bikin bisnis yang lain, tanpa ngelibatin mereka lagi! Karena gue rasa ini gak ada untungnya, kalian bantu gue dong pikirin caranya!" ucap Jordi.
"Umm, gue belum ada rencana sih bang mau bikin bisnis apaan tanpa anak-anak itu!" ucap Fajar.
"Iya bang, gue juga sama!" sahut Tama.
__ADS_1
"Ah payah lu berdua! Masa cuma mikirin begitu aja kagak bisa? Secepatnya gue harus dapet ide pengen jalanin bisnis apa, karena gue gak mau terus kayak gini! Untung kagak terlalu banyak, eh ruginya malah banyak banget!" ujar Jordi kesal.
"Ya sabar dulu aja bang! Untuk sementara ini kita jalanin yang sekarang aja, toh kita juga sama-sama gak punya ide mau jalanin bisnis apa selain ini?" ucap Fajar sambil tersenyum.
"Iya iya, kalian benar! Yaudah, sekarang kalian pergi sana dan awasin tuh anak-anak!" ucap Jordi.
"Siap, bang!" ucap Fajar dan Tama bersamaan.
Kedua pria tersebut pun langsung beranjak pergi dari hadapan Jordi sesuai kemauan bosnya itu, ya memang sudah tugas mereka berdua untuk mengawasi anak-anak yang bekerja. Sedangkan Jordi tentunya tetap disana menghitung uang sambil ngopi-ngopi santai, barulah ketika ia merasa bosan maka ia akan pergi jalan-jalan di sekitar sana.
Namun, saat Fajar serta Tama ingin pergi tiba-tiba saja ada rombongan preman bertubuh besar muncul secara mendadak dan langsung menyerang mereka bertiga disana. Sontak ketiga pria tersebut pun panik dengan kedatangan preman-preman itu, terlebih Jordi yang sedang duduk santai menghitung uang tadi sebelum ada preman datang.
Akhirnya perkelahian tak dapat terhindarkan karena preman-preman itu langsung mengeroyok Fajar, Tama dan juga Jordi yang belum siap tentunya dengan kedatangan mereka. Ya sudah tentu kalau ketiganya kalah dan berhasil ditangkap oleh para preman tersebut, karena jumlah preman itu sangat banyak dan tak sebanding dengan ketiga pria itu.
"Aaarrgghh!! Lepasin gue woi!" teriak Jordi berontak minta dilepaskan oleh mereka.
"Kalian siapa? Cepat lepasin kita!" teriak Fajar yang juga ditangkap.
Bughh..
Preman itu kembali melayangkan tonjokan pada bagian perut Jordi dan Fajar, lalu salah seorang preman mengambil semua uang milik Jordi dari atas meja dan menyimpannya.
"Woi itu uang gue!" teriak Jordi.
"Diem! Sekarang lu ikut kita, kalian tetap tahan dulu mereka sampai gue sama yang lain pergi jauh dari sini!" ucap si preman.
"Siap!"
Akhirnya sebagian preman itu membawa Jordi pergi dari sana, Jordi terus berteriak memberontak agar bisa lepas dari pegangan mereka tetapi tidak berhasil. Sedangkan Fajar dan Tama masih ditahan disana oleh preman yang lainnya sehingga tak bisa menolong Jordi, mereka hanya dapat menyaksikan kepergian preman-preman itu membawa Jordi.
__ADS_1
"Bang Jordi...!!" teriak Fajar histeris.
•
•
Singkat cerita, preman-preman itu telah berhasil membawa Jordi ke markas mereka untuk dipertemukan dengan bos mereka yang sudah menyuruh mereka tadi. Ya Jordi pun dibawa secara paksa ke dalam markas tersebut walau ia sudah berulang kali minta dilepaskan, bahkan beberapa kali pada preman itu juga memukuli Jordi disana.
Jordi sangat penasaran siapa sebenarnya bos yang sudah menyuruh preman-preman itu, apalagi ia belum pernah melihat mereka semua sebelumnya dan tak tahu siapa mereka. Itulah sebabnya Jordi terus saja celingak-celinguk melihat ke sekeliling mencari siapa bos mereka, ia ragu kalau yang menyuruh mereka bukan orang kenalannya.
"Hahaha...."
Prok prok prok...
Tiba-tiba saja terdengar suara tawa seseorang serta tepukan tangan dari arah depan, hal itu membuat Jordi penasaran dan yakin sekali kalau itulah suara si bos yang menyuruh preman tersebut. Ya tak lama muncullah sesosok pria berkumis dari arah sana yang tengah berjalan menghampirinya, Jordi pun terbelalak begitu melihat sosok yang muncul itu.
"Hahaha, Jordi Jordi! Ternyata lu lemah banget ya, gampang buat dapetin lu dan bawa lu ke markas gue! Tadinya gue pikir lu udah lebih kuat, eh malah semakin lemah begini!" ucap orang itu.
"Asrul? Jadi, lu yang udah suruh mereka buat bawa gue kesini? Apa mau lu ha, kenapa lu lakuin ini semua ke gue?" tanya Jordi tak menyangka.
"Hahaha, ya jelaslah gue yang udah suruh mereka! Kalau lu tanya apa alasan gue, itu karena gue benci sama lu dan gue pengen hajar lu sampe lu bisa ngerasain apa yang gue rasain! Asal lu tau Jor, gue menderita selama di penjara dan itu semua karena pengkhianatan lu!" ucap pria bernama Asrul.
Jordi terdiam mengingat momen dahulu ketika ia meninggalkan Asrul begitu saja di tengah amukan warga serta polisi saat mereka merampok di sebuah rumah besar.
"Teman macam apa lu ha? Tega banget lu tinggalin sahabat lu sendiri, harusnya lu juga ikut sama gue masuk ke penjara karena itu semua adalah ide lu! Sekarang ini gue udah bebas, jadi gue bisa balas semua perbuatan yang lu lakuin ke gue!" ucap Asrul.
"Rul, lu jangan kayak gini lah! Dendam itu gak baik, mending sekarang kita saling memaafkan aja dan berdamai satu sama lain! Kita kembali jadi satu seperti dulu, gue juga kangen banget kok sama lu! Udah sepuluh tahun lebih lu di penjara, akhirnya gue bisa ngeliat lu lagi disini! Ayo Rul, kita sama-sama berjuang lagi kayak dulu!" ucap Jordi.
"Gue gak sudi!" bentak Asrul emosi.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...