Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 362 (Macet)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 305


(Macet)


...•...


...•...


Reno, Lyota, Reva dan juga Niko serta Tania kecil saat ini tengah jalan-jalan bersama di sebuah bazar Ramadhan yang kebetulan ada di kampung tempat tinggal Lyota. Ya mereka berlima pergi ke sana untuk sekedar ngabuburit sembari menunggu waktu buka dan tentunya membeli makanan bukaan, namun Julia sang ibu tidak mau ikut dan tetap di rumah.


Sesampainya di tempat itu, Reno langsung menatap wajah Reva meminta pada gadis itu untuk membawa Niko serta Tania kecil pergi membeli apapun yang mereka mau saat ini. Tentu saja hal itu sengaja ia lakukan karena Reno ingin hanya berduaan dengan Lyota disana, ya Reva pun tahu betul dan mengerti apa maksud dari Reno memintanya pergi dari sana.


"Eee Reva, saya boleh minta tolong gak? Kamu itu dong, ajak Tania sama Niko buat cari-cari jajanan atau makanan apapun yang mereka mau! Kamu juga silahkan aja pilih-pilih, biar saya yang bayar nanti!" ucap Reno tersenyum.


"Oh oke, siap! Ayo sayang, kalian berdua ikut kak Reva ya? Kita beli makanan yang banyak!" ujar Reva.


"Oke kak!" ucap Niko dan Tania bersamaan.


Sebelum pergi, Reva menyempatkan diri untuk menatap wajah Lyota dan berbisik sejenak di telinga gadis itu bermaksud menggoda sang adik.


"Hey, hati-hati loh nanti batal puasanya!" bisik Reva sambil terkekeh kecil.


Lyota pun terkejut mendengar bisikan kakaknya, namun ia coba bersikap tenang agar tak membuat Reno curiga atau berpikiran yang macam-macam.

__ADS_1


Setelah Reva beserta Niko dan Tania kecil pergi, kini Reno pun mendekat ke arah Lyota.


"Sayang, kamu dibisikin apa tadi sama Reva? Kok kelihatannya kamu langsung kaget kayak gitu, apa dia ngomong sesuatu yang aneh-aneh atau gimana?" tanya Reno penasaran sekali.


"Eh eee gak kok Ren, bukan apa-apa. Kak Reva tadi cuma bilang mau pergi aja," jawab Lyota berbohong.


"Yakin? Bohong dosa loh!" ujar Reno tersenyum.


"Haish, iya iya aku bohong! Tadi kak Reva ledekin aku yang mau berduaan sama kamu, aku juga gak ngerti apa maksud kak Reva itu?!" ucap Lyota.


"Hahaha, udah gausah dipikirin! Biar kamu gak sedih dan pusing lagi, yuk kita keliling disini sekalian cari makanan buat buka! Kamu boleh beli apapun itu, biar aku yang traktir!" ucap Reno.


"Duh, gak perlu deh kayaknya Ren! Biar aku bayar sendiri aja nanti," ucap Lyota menolak.


"Kamu apaan sih? Masih aja gak enakan begitu sama calon suami sendiri, ingat Lyota kita seminggu lagi bakalan menikah dan resmi jadi suami-istri! Kamu harus bisa hilangin rasa gak enak itu dong, jangan sampe pas kita udah nikah kamu masih kayak gitu!" ucap Reno mengingatkan gadisnya.


"Eee iya maaf! Yaudah, suka-suka kamu aja deh! Aku mah nurut aja sama kamu, biar kamu seneng dan gak bawel lagi!" ucap Lyota manut.


"Hahaha, gitu dong sayang! Itu baru namanya calon istri yang patuh sama suaminya, aku makin sayang deh sama kamu!" ujar Reno memuji gadisnya sembari mencolek pipi Lyota dengan lembut.


Reno terkekeh lalu menggenggam telapak tangan Lyota dengan erat, satu tangannya juga ia gunakan untuk membelai rambut terurai milik Lyota yang mulus dan lembut itu. Ia mencium puncak kepala gadisnya sambil memejamkan mata menikmati wangi dari rambut Lyota, ya entah mengapa ia suka sekali mencium aroma itu.


"Kamu selalu wangi sayang! Beda banget sama aku, aku mah kalau udah pergi sejam aja pasti langsung bau dan lepek!" ucap Reno tersenyum.


"Sama kok Ren, ini karena aku baru keramas aja. Nanti lama-lama juga bau kok," ucap Lyota.


...•••...


Disisi lain, Velove dan Arsen masih terjebak dalam perjalanan menuju rumah tante Velove. Ya kemacetan parah yang ada disana membuat mereka belum bisa sampai di rumah tante Velove hingga saat ini, tampak Velove sudah sangat lelah terus duduk di mobil dan rasa haus serta lapar yang ia rasakan semakin bertambah terasa saat ini.


Arsen pun menoleh ke arah gadis cantik di sampingnya dan mengusap wajah gadis itu dengan lembut bermaksud menenangkan Velove, namun Velove kaget dan ia mengira ada maksud lain dari Arsen menyentuh wajahnya, ya kini mereka saling bertatapan tanpa ekspresi yang membuat keduanya hanya diam saja tak mengeluarkan sepatah katapun.

__ADS_1


Tiiinnnn...


Suara klakson panjang dari kendaraan yang ada disana membuat mereka tersadar, Velove dan Arsen pun kompak memalingkan wajah dan tampak gugup serta salah tingkah.


"Eee kamu gerah ya? Buka aja jendelanya, biar ada udara yang masuk!" saran Arsen.


"Enggak kok, aku suka yang begini aja. Justru kalau dibuka malah polusi pada masuk, kan kamu lihat sendiri banyak kendaraan gede!" ucap Velove.


"Iya juga sih," ucap Arsen singkat.


"Kalau kamu pegal nyetirnya, kita gantian aja! Aku kan juga bisa nyetir, biar kamu gak kecapekan! Aku lihat daritadi kamu terus regangin tangan begitu, pasti kamu udah mulai pegal kan?" ucap Velove.


"Eh jangan lah! Aku justru gak enak kalau kamu yang nyetir, kan aku niatnya pengen anterin kamu Ve! Udah biar aku aja yang nyetir sampai ke rumah tante kamu, aku juga gak terlalu pegel kok!" ucap Arsen menolak permintaan Velove.


"Tapi, aku yang gak enak kalau kak Arsen maksa buat nyetir pas lagi pegal begini!" ucap Velove.


"Gapapa cantik, kamu mah gak perlu gak enak gitu! Kalau gak enak ya kasih aja kucing, lagian rumah tante kamu juga udah dekat kan?" ucap Arsen.


"Iya sih, tapi kan ini macet kak!" ucap Velove.


"Tenang aja! Eh ya, ini bentar lagi adzan Maghrib. Kita mampir sebentar ke minimarket di depan yuk, buat jaga-jaga aja kalau nanti pas Maghrib kita masih di jalan!" ucap Arsen merubah topik pembicaraan.


"Umm, iya juga ya udah jam lima sore. Boleh deh kak, takutnya nanti keburu adzan Maghrib!" ucap Velove.


"Nah makanya, untung aja di depan tuh ada minimarket. Tapi, ini kita harus maju dulu nih supaya bisa ke minimarket itu!" ucap Arsen.


"Eee kalau aku aja yang turun buat ke minimarket gimana, kak?" usul Velove.


"Hey, jangan dong! Aku gak tega lah biarin kamu jalan kaki begitu, nanti kalau kamu capek gimana? Udah, kita tunggu aja sebentar mungkin nanti macetnya reda dan kita bisa masuk ke minimarket itu! Aku gak mau ya kamu capek, jadi nurut aja!" ucap Arsen sangat perhatian pada Velove.


Mendengar itu membuat Velove semakin merasa tidak enak pada Arsen, ia tahu betul pria itu memang sangat perhatian padanya. Namun, Velove justru menyakiti hati pria yang menyukainya itu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2