Preman Cantik

Preman Cantik
Episode 46 (Gaun putih untuk Tania)


__ADS_3

...HELO!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."PREMAN CANTIK"...


...~~~...


PREMAN CANTIK EPS. 46


...•...


Tania akhirnya berdiam diri di kamarnya, ia terduduk di pinggir ranjang lalu mengambil ponselnya yang ada di atas meja.


"Ish kak Arsen kenapa gitu banget sih? Emangnya yang dia omongin apa sih sampe marah banget kayak gitu? Lagian gue kan juga gak denger jelas obrolan dia di telpon tadi, huh makin gak nyaman gue disini kalo terus-terusan dikekang begini..!!" gumam Tania dengan wajah bete nya.


Dia pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil memainkan ponselnya, tapi tiba-tiba jaringan wifi di kamarnya terputus hingga ia tak bisa membuka sosmed miliknya.


"Lah kok mati sih wifi nya? Ini pasti kak Arsen sengaja matiin wifi nya supaya gue gak bisa internetan, ish emang ngeselin banget dia tuh!" gerutu Tania kesal karena dia sekarang tidak bisa internetan.


Tania pun membuka gorden jendela kamarnya dan membiarkan cahaya masuk kesana untuk menerangi kamarnya.


Kemudian, Tania melihat sebuah mobil masuk ke dalam rumah itu.. ya dia belum pernah mobil tersebut sebelumnya.


"Siapa itu ya? Gak mungkin kan dia anak buah kak Arsen, waktu itu salah satu anak buahnya kan pernah bilang ke gue kalo mobil mereka gak boleh dibawa masuk ke rumah ini.. Terus itu siapa ya? Ah bodoamat lah paling juga temen atau pacarnya kak Arsen disini!" gumam Tania berusaha tak peduli.


Tania pun kembali duduk di ranjangnya dan raut wajah cemberut masih terpampang jelas di wajahnya yang cantik itu.


"Kalo kayak gini gue jadi kangen masa-masa dulu pas gue masih nyopet dan tinggal sama bang Jordi, emang sih itu perbuatan jahat.. Tapi seenggaknya gue bisa bebas ngapain aja gak kayak sekarang yang apa-apa dilarang sama kak Arsen! Rasanya gue jadi pengen balik nyopet lagi kalo kayak gini..!!" gumam Tania sambil meniup-niup rambutnya karena gabut.


Tiba-tiba pelayan Sarni membuka kunci pintu kamar Tania lalu masuk begitu saja sambil membawa gaun putih di tangannya.


"Permisi non, maaf saya lancang.. Saya cuma mau menyampaikan pesan tuan Arsen yaitu menyuruh non Tania memakai gaun ini non..!!" ucap Sarni dengan sangat sopan.


"Ohh yaudah taruh aja gaunnya disitu bi," ucap Tania menunjuk ke arah lemarinya.


"Baik non, tapi maaf non tuan Arsen meminta non Tania segera memakai gaun ini lalu turun ke bawah menemui tuan Arsen non!" ucap Sarni sambil menggantungkan gaun putih itu di pintu lemari.


"Iya bi aku langsung ganti baju kok," ucap Tania lalu bangun mengambil gaunnya.


"Yaudah non saya permisi.." ucap Sarni kemudian berjalan keluar dari kamar Tania.

__ADS_1


Sementara Tania memegang gaun putih tersebut dan melihat-lihat bagian depan dan belakangnya.


"Bagus juga gaunnya, tapi mau apa ya kak Arsen suruh gue pake gaun ini??" gumam Tania keheranan.


Tania pun langsung bergegas melepas pakaiannya dan kemudian memakai gaun putih itu.


...•••...


Reno masih berada di kamarnya bersama dengan Rosa, tampak mereka hanya duduk berdua di ranjang sambil mengobrol dan bertatapan.


"Kamu kenapa sih jadi kayak gini Ren? Ayolah yang tadi itu bukan Reno yang aku kenal, kamu tuh gak begitu Reno! Awas ya kalo sampe kamu macem-macem lagi aku bakal kasih tau ke mamah dan papah kamu!" ujar Rosa mengancam Reno agar tidak melakukan hal itu lagi.


"Heh kok kamu malah nyalahin aku sih? Suruh siapa kamu datang kesini dengan pakaian seperti ini, terus tadi juga kamu goda-goda aku kan dengan jari-jari nakal kamu itu! Terus giliran aku terpancing dan cium kamu, eh kamu malah bilang begitu!" ujar Reno merasa kalau dia tidak bersalah karena dia adalah laki-laki normal.


"Iya iya aku salah udah begitu tadi, tapi kan niat awal aku cuma pengen tahu siapa cewek yang ketemu sama kamu kemarin.." ucap Rosa mengakui kesalahannya walau masih juga mencari alasan.


"Nah buat apa kamu mau tau? Daripada kamu kepo sama wanita yang aku temuin, mending sekarang kamu tutup mata biarin aku melumatt bibir kamu yang manis itu!" ucap Reno sambil memegang wajah Rosa dan mendekatkan wajahnya.


Namun Rosa langsung mencekal tangan Reno dari wajahnya serta ngamuk-ngamuk juga.


"Ngaco! Dasar mesum! Udah ah aku mau keluar dari sini, aku gak mau berduaan sama cowok mesum kayak kamu!" ujar Rosa yang tampak kesal dengan Reno.


"Ah sial! Gak mungkin gue paksa dia, pasti nanti dia bakal ngadu ke mamah..!!" gumam Reno sambil mengacak-acak rambutnya.


Reno pun menyusul keluar mengejar Rosa mungkin ingin meminta maaf padanya...


...•••...


Tania telah berganti pakaian, kini ia mengenakan gaun putih yang tadi diberikan oleh Sarni.


Tampak ia masih berdiri di depan kaca sambil berputar badan untuk memastikan apakah dirinya sudah cantik atau belum.


"Kayaknya udah pas deh, oke kira-kira kak Arsen mau apa ya minta gue pake gaun ini?? Daripada penasaran mending gue langsung keluar aja deh!" gumam Tania lalu berjalan keluar kamarnya.


Ya ia pun diantar oleh 2 pengawal pribadinya untuk menemui Arsen yang memang sudah menunggu di ruang tamu.


Sesampainya di bawah, Tania melihat Arsen tengah mengobrol bersama seorang pria tampan berpakaian rapih.


"Siapa ya dia??" gumam Tania penasaran.


Yup ia pun langsung mendekati abangnya..

__ADS_1


"Kak.." ucap Tania pelan memanggil Arsen yang sontak menoleh saat namanya disebut.


Arsen pun tercengang ketika melihat adiknya Tania yang begitu cantik saat memakai gaun pemberiannya, tak hanya Arsen bahkan pria tampan yang bersamanya juga menganga kagum pada Tania.



Ya itulah ilustrasi Tania saat ini, yang membuat 2 lelaki tampan disana terkagum-kagum padanya.


Arsen tampak tertegun dan tak bisa berkata-kata saat itu, ia terus menatap mata adiknya bahkan tanpa berkedip sedikitpun.


"Kak, kenapa sih?" ujar Tania sambil melambai-lambaikan tangannya di depan mata Arsen.


Sontak Arsen tersadar dan barulah ia membuka mulut serta meminta Tania duduk disana.


"Eee gak kok, ayo duduk!" ucap Arsen sambil menepuk sofa disampingnya.


Tania pun duduk di sebelah abangnya, terlihat sepasang mata terus memerhatikan dirinya ya siapa lagi kalo bukan pria tampan yang ada di hadapannya.


"Nah kenalin ini adik saya, namanya Tania Putrisari! Ayo Tania kamu kenalan sama temen kakak!" ucap Arsen mengenalkan Tania pada pria di depannya yang ternyata adalah temannya.


"Ohh jadi ini Tania? Ternyata bener ya apa kata lu Sen, dia cantik banget.. Oh ya kenalin saya Ezra, teman sekaligus sahabat dari abang kamu itu!" ucap pria tersebut sambil menyodorkan tangannya ke arah Tania.


Mulanya Tania hanya memandangi tangan Ezra, barulah ketika Arsen memberi gestur untuk meraih tangan Ezra Tania pun bersalaman dengannya.


"Iya salam kenal, aku Tania.." ucap Tania yang hanya menempelkan sejenak tangannya pada telapak tangan Ezra.


Ezra pun tersenyum walau hanya merasakan sebentar saja telapak tangan Tania, bahkan ia mencium tangannya yang bekas bersalaman dengan Tania itu.


"Hmm wangi," ujar Ezra tanpa rasa malu padahal terlihat Tania sangat ilfeel padanya.


Sedangkan Arsen hanya menahan tawa saja ketika melihat tingkah temannya itu...


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...



Oh ya ini ada bonus visualnya Arsen si pemuda kaya raya yang punya banyak usaha dimana-mana, bahkan bukan hanya di Indonesia & Finland.. Tapi juga ada di berbagai belahan dunia seperti Dubai, Singapore, Islandia & Mesir.


...Gimana guys cocok gak? Maaf ya kalo gak sesuai ekspektasi kalian 🙏...

__ADS_1


__ADS_2