
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 272
(Penculiknya)
...•...
...•...
Tania dan Arsen masih berkutat di tempat mereka berada untuk mencari Jordi, namun hingga kini tak satupun bukti atau petunjuk yang bisa mereka dapatkan dari sana. Tania pun tampak semakin cemas dan sedih memikirkan nasib Jordi, ia khawatir pria itu akan kenapa-napa selama diculik oleh preman yang ia tidak tahu siapa dan mau apa itu.
Begitu juga dengan Fajar serta Tama yang masih belum mendapat apapun, padahal mereka sudah menyusuri seluruh jalanan disana sampai ke depan jalan raya besar. Kini keempat manusia itu kembali berkumpul sejenak untuk merundingkan masalah itu dan berpikir mengenai langkah selanjutnya yang harus mereka lakukan untuk bisa mendapat info.
"Kak, kita gimana sekarang? Udah sampe sini loh kita jalan, tapi gak ketemu petunjuk apa-apa tentang preman yang bawa bang Jordi! Aku takut banget dia kenapa-napa disana, kak!" ucap Tania cemas.
"Sabar ya sayang!" ucap Arsen menenangkan Tania.
"Gimana sih kak? Kalau masalah sabar, daritadi aku udah sabar banget loh! Tapi, sampe sekarang kita belum dapat info apa-apa atau petunjuk tentang penculik bang Jordi! Mana bisa aku sabar lagi kak? Aku udah cemas banget sama bang Jordi, aku takut dia kenapa-napa disana!" ucap Tania kesal.
"Iya sayang, kakak tahu kok! Kakak kan juga udah perintahkan pak Riko sama pasukannya buat cari jejak preman yang culik bang Jordi, sekarang kita juga coba aja cari lagi keberadaan bang Jordi di sekitar sini ya?!" ucap Arsen.
Tania membuang muka sembari menggaruk pangkal hidungnya karena bingung harus apa, lalu Arsen pun mendekat ke arahnya dan mendekap tubuh sang adik dari belakang. Arsen menautkan dagunya pada pundak Tania sambil menggenggam dua telapak tangan gadis itu, ia tak ingin Tania terus-menerus panik seperti itu karena memikirkan Jordi.
"Udah ya sayang! Kakak yakin kok bang Jordi pasti baik-baik aja, kamu jangan sedih dong!" ucap Arsen.
__ADS_1
"Gimana aku gak sedih kak? Sampai sekarang kita belum bisa dapat petunjuk apa-apa tentang bang Jordi, aku takut banget kak!" ucap Tania menangis.
"Hey, udah jangan nangis ya!" ucap Arsen.
Arsen yang tak tega melihat itu langsung memegang wajah Tania dengan dua tangannya, ia pun menyeka air mata yang mulai menetes dan menatap wajah Tania sambil tersenyum. Tentu Arsen tak mau dan tidak akan membiarkan adiknya itu menangis, karena hal itu membuat ia ikut merasa sedih sekaligus akan menganggap dirinya gagal dalam menjaga sang adik.
"Kakak kan ada disini, kakak bakal bantu kamu sampai kita bisa temuin bang Jordi! Udah, jangan nangis dong sayang! Kamu jelek loh kalau nangis, mending senyum kayak biasa!" bujuk Arsen.
"Ish, kakak mah! Adeknya lagi sedih kok malah dikatain sih?!" bentak Tania kesal.
"Hahaha, yaudah makanya jangan nangis! Yuk sekarang kita balik ke markas bang Jordi, kita cari bang Jordi pake mobil!" ucap Arsen.
Tania manggut-manggut setuju dengan perkataan Arsen, menurutnya itu juga cara yang terbaik untuk ia bisa menemukan keberadaan bang Jordi dengan cepat dan membebaskan dia. Tania pun ikut menyeka air matanya dan tidak jadi menangis sesuai permintaan Arsen tadi, walau perasaannya kini masih sangat bersedih memikirkan Jordi.
Disaat Tania hendak melangkahkan kaki pergi bersama Arsen, tiba-tiba saja ponselnya berdering yang membuat Tania harus berhenti sejenak untuk mengangkat telepon tersebut. Setelah dicek, rupanya nomor tidak dikenal yang menelponnya dan ia pun tampak mengabaikan itu karena dianggap tak penting dan hanya mengganggunya saja.
"Hey, kok gak diangkat?" tanya Arsen heran.
"Biarin kak, nomernya gak dikenal. Paling cuma sales kartu kredit nawarin aku buat gabung, mending kita langsung jalan aja yuk!" ucap Tania.
"Haish, yaudah iya!" ucap Tania sambil mendengus pasrah dan akhirnya mengambil ponsel miliknya dari saku celana untuk mengangkat telepon itu.
📞"Halo, ini siapa?" tanya Tania ketus.
📞"Hahaha, gue Asrul yang udah culik ayah angkat lu! Kalau lu mau dia selamat, cepat transfer uang lima miliyar ke rekening gue dan gue bakal bebasin dia!" ucap seorang pria.
Tania langsung syok dengan mulut menganga lebar begitu mendengar ucapan pria di telpon itu.
...•••...
Disisi lain, Revan justru datang ke rumah Tania berniat mengajak calon istrinya itu pergi ke luar karena hari ini adalah hari libur dan seperti biasa ia ingin menikmati waktu bersama Tania. Ya Revan tak tahu memang jika saat ini Tania sedang pergi ke luar bersama Arsen, itulah sebabnya ia tetap datang kesana dan langsung menuju pintu rumah Tania.
__ADS_1
TOK TOK TOK...
Revan mengetuk pintu yang sebenarnya sudah terbuka setengah itu, ya Revan merasa tidak enak jika langsung masuk begitu saja sebelum diberi izin oleh orang rumah. Tak lama Velove pun muncul keluar menemui Revan untuk membukakan pintu sekaligus mengajak Revan masuk, ia juga bertanya pada Revan mengenai keperluan pria itu kesana.
"Eh Van, kamu kesini mau ketemu sama Tania ya?" tanya Velove penasaran.
"Iya benar, Tania nya ada di dalam kan? Saya soalnya mau ketemu sekalian ajak Tania jalan-jalan, ya mumpung hari libur!" jawab Revan sambil tersenyum.
"Ahaha, yah sayang banget! Tadi tuh Tania lagi pergi sama kakaknya ke luar," ucap Velove.
"Hah? Pergi? Emang Tania sama kakaknya tuh pergi kemana ya kalo boleh tau? Kok Tania gak ngabarin saya sama sekali?" tanya Revan penasaran.
"Aku juga gak tahu mereka kemana, tadi bilangnya sih cuma ada urusan!" jawab Velove.
"Yah, kalo gitu saya gak bisa dong ajak Tania jalan-jalan. Padahal saya pengen banget pergi berdua sama dia hari ini, kira-kira mereka pergi udah lama atau baru-baru ini ya?" ucap Revan.
"Umm, udah lumayan lama sih! Coba aja kamu telpon Tania dan tanya langsung!" ucap Velove.
"Oh iya ya, kenapa saya gak kepikiran ya?" ujar Revan sambil garuk-garuk kepala lalu mengambil ponselnya dari saku celana untuk bersiap menelpon Tania.
"Nah itu!" ucap Velove singkat.
Revan pun mulai menghubungi Tania, akan tetapi nomor gadis itu sedang sibuk sehingga ia tidak bisa menghubunginya. Revan tampak cemas dan panik karena Tania tak bisa dihubungi, ia bingung harus bagaimana saat ini karena nomor Tania sibuk.
"Yah nomernya sibuk, apa dia lagi telpon orang lain ya?" ujar Revan kebingungan.
"Aku juga gak tahu kalau soal itu, mungkin aja iya! Yaudah, kamu tunggu aja dia sampe pulang atau nomernya udah gak sibuk lagi! Yuk masuk aja, ada om Willi sama Rania kok di dalam!" ucap Velove.
"Boleh deh," ujar Revan singkat.
Revan pun masuk ke dalam rumah Tania bersama Velove.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...