Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 216 (Ditangkap?)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 159


(Ditangkap?)


...•...


...•...


Malam telah tiba, Velove serta Cakra pun kembali ke rumah William untuk memulangkan Rania setelah hampir seharian mereka jalan-jalan, walau sebenarnya Velove sangat tidak ingin membawa Rania kembali ke tempat Tania.


Kebetulan di depan pintu mereka berpapasan dengan William yang hendak mengantar Revan untuk keluar dari rumahnya, sehingga mereka tak perlu masuk ke dalam untuk mengantarkan Rania yang saat ini tengah bersama mereka disana.


"Papa..." teriak Rania saat melihat William, ia langsung berlari dan mendekap tubuh pria itu.


"Eh Rania, udah jalan-jalannya?" ucap William.


"Udah dong, pah! Tadi disana seru banget loh, mama ajakin Rania naik wahana yang tinggi-tinggi itu!" jawab Rania tampak ceria sekali.


"Hahaha, baguslah kalau Rania emang senang jalan-jalan sama mama!" ucap William.


Velove terlihat tak suka melihat kedekatan Rania dengan William disana, ingin sekali rasanya ia membawa putrinya itu pulang agar tak ada lagi yang bisa memeluk Rania kecuali dirinya, begitupun dengan Cakra yang juga tampak tidak senang melihat Rania memanggil William dengan sebutan papa, padahal ia selalu papa kandungnya saja belum pernah merasakan dipanggil Rania seperti itu.


Sementara Revan tampak tersenyum saja menyaksikan Rania yang berbahagia di pelukan William, walau ia juga sadar kalau kedua manusia di hadapannya yakni Cakra & Velove tidak menyukai kedekatan Rania dengan William itu.


"Eee.... yaudah kalo gitu kami langsung pulang aja, udah malem juga gak enak!" ucap Cakra.


"Oh, iya iya silahkan!" ucap William.


"Rania, mama pamit ya?" ucap Velove berjongkok di hadapan putrinya itu sembari mengelus wajahnya.


"Iya mah, mama kapan-kapan ajak Rania jalan-jalan lagi ya? Soalnya Rania seneng banget kalo pergi sama mama sama kakek juga, kan udah lama Rania gak bisa ketemu sama mama!" ucap Rania.


"Iya dong Rania sayang, pasti mama bakal sering ajak Rania jalan-jalan!" ucap Velove.

__ADS_1


"Betul itu Rania, tapi sekarang Rania istirahat dulu ya? Kan besok harus sekolah lagi, nanti Minggu depan baru deh kita lanjut pergi lagi!" sahut Cakra.


"Iya kakek, iya mama!" ucap Rania.


"Yaudah mama sama kakek pulang dulu, ya? Sini dong mama mau peluk Rania dulu sebelum mama pulang!" ucap Velove merentangkan tangannya.


Rania mengangguk lalu memeluk mamanya dengan erat serta mencium pipi Velove, barulah ia berganti memeluk Cakra yang juga ikut merendahkan posisi tubuhnya demi bisa mendapat pelukan dari putrinya.


"Dadah Rania!"


"Dadah mama, dadah kakek!"


Setelah berpamitan dengan Rania dan semua orang disana, Velove serta Cakra pun kembali ke mobil mereka untuk segera pergi dari sana karena hari juga sudah larut malam, walau cukup berat bagi Velove harus meninggalkan putrinya disana.


Barulah kini giliran Revan yang juga ikut pamit dan pergi dari rumah William untuk pulang ke rumahnya, ia menatap wajah William kemudian mencium tangan calon mertuanya itu sembari mencubit gemas pipi Rania yang ada disana juga.


"Om, aku pulang dulu ya?" ucap Revan.


"Iya, hati-hati Revan! Lain kali biasakan panggil papa dong jangan om terus, kan sebentar lagi kamu bakal jadi bagian keluarga William juga!" ucap William.


"Hahaha, iya om saya biasakan nanti!" ucap Revan.


"Iya sayang, kak Revan bakal jadi kakak kamu juga nantinya!" jawab William tersenyum.


"Wah berarti tambah seru dong nanti di rumah ini, ada kak Tania, papa, sama kak Revan juga!" ujar Rania tampak sumringah.


"Iya dong...." ucap William.


"Tapi, kenapa papa gak ajak mama sama kakek buat tinggal disini juga?" tanya Rania.


"Eee.... itu kita bahas nanti ya Rania, sekarang kak Revan mau pulang! Rania salim dong sama kak Revan, kan sebentar lagi kak Revan bakal jadi kakak Rania juga!" ucap William.


"Oh iya,"


Rania pun mencium punggung tangan Revan dan seketika melupakan pertanyaan nya tadi, William memang berhasil membuat Rania lupa untuk sementara ini, selagi itu ia pun memikirkan jawaban jika nantinya Rania bertanya kembali.




Sementara Cakra & Velove kini telah berada dalam perjalanan menuju rumah setelah mereka memulangkan Rania kembali pada William disana, tampak Velove terus saja cemberut memikirkan Rania yakni putrinya yang ia rindukan.

__ADS_1


Cakra menyadari kalau Velove tengah memikirkan Rania karena terlihat dari raut wajah gadis itu, ia pun coba menghibur Velove dengan merangkul putrinya itu sembari mengelus wajahnya, ya mereka saat ini memang duduk berdampingan di kursi belakang.


"Sayang, jangan cemberut gitu dong! Kan tadi kita udah puas main sama Rania, Minggu depan lagi ya?" ucap Cakra sembari membelai bibir putrinya.


"Gak tahu pah, aku kayaknya gak bisa jauh-jauh dari Rania kayak gini... kapan sih papa bisa bawa Rania pulang ke rumah kita? Aku tuh maunya aku bisa ketemu terus sama anak aku!" ucap Velove.


"Sabar, papa butuh waktu untuk itu! Kamu harus tahan diri dulu, nanti pasti papa akan bawa Rania ke rumah!" ucap Cakra.


Cupp...


Cakra menarik ceruk leher putrinya lalu memberi kecupan lembut yang manis pada pipi Velove bermaksud untuk menghiburnya, ia terus memeluk dan mengusap kepala Velove agar dia tak bersedih terus-menerus.


"Sudah ya, jangan sedih!" ucap Cakra.


Velove mengangguk lalu membenamkan wajahnya pada dada sang papa sembari melingkarkan tangannya di pinggang Cakra, sedangkan Cakra tersenyum tipis sambil mengelus lembut punggung putrinya dan mengecup puncak kepala Velove.


Tak lama kemudian, mereka sampai di depan rumah dan Velove nampak tertidur pulas dalam pelukan papanya, sepertinya Velove sangat kecapekan setelah tadi pergi jalan-jalan bersama Rania ke tempat wisata.


Akan tetapi, supir mereka tak bisa memasukkan mobil itu ke dalam rumah lantaran ada banyak pasukan yang menghadang jalan mereka serta beberapa mobil juga, tentu sang supir langsung melaporkan itu kepada majikannya.


"Pak, di depan ramai orang!" ucap supir.


"Apa??"


Cakra terkejut dan coba memastikan sendiri dengan melihat ke depan tanpa bergerak karena tak ingin membangunkan putrinya, ia bertambah syok saat melihat banyak orang berdiri di depan rumahnya dan sekarang menghampiri mobilnya.


"Siapa mereka, pak?" tanya Cakra.


"Saya juga kurang tahu, pak!" jawab supir itu.


Salah seorang dari pasukan itu mendekati kaca mobil Cakra dan mengetuk-ngetuk nya, Cakra pun langsung membuka kaca mobilnya dan berbicara pada orang itu.


"Ada apa ya, pak?" tanya Cakra heran.


"Selamat malam, pak Cakra! Kami dari kepolisian diberi perintah untuk menangkap dan membawa anda ke kantor terkait kasus penggelapan dana yang anda lakukan!" jelasnya.


"Apa??"


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2