
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 339
(Penyesalan Anggi)
...•...
...•...
Rianti kembali menemui Athar di kamarnya, wanita itu hendak mengatakan yang sejujurnya pada Athar mengenai identitas ayah kandungnya.
Ya Rianti memang sudah berniat mengatakan itu sebelumnya, namun entah mengapa ia malah berubah pikiran dan tidak jadi mengatakan pada Athar tentang ayah kandungnya.
TOK TOK TOK...
Rianti mengetuk pintu kamar putranya dengan perlahan, ia khawatir mengganggu Athar saat ini.
"Athar, ini mama nak!" ucap Rianti.
"Iya mah..."
Langsung ada balasan dari dalam kamar itu, Rianti pun senang dan langsung membuka pintu setelah mengetahui Athar tidak sedang tidur.
Ceklek...
"Sayang, maaf ya mama ganggu kamu!" ucap Rianti dari balik pintu.
Terlihat Athar bangkit dari tidurnya, ia duduk di pinggir ranjang menatap ke arah Rianti.
"Gapapa mah, mama gak ganggu aku kok! Emang ada apa mama ke kamar aku?" tanya Athar.
Rianti tersenyum, kemudian menghampiri Athar dan duduk di samping putranya itu. Rianti merangkul Athar sembari mengusap wajahnya, wanita itu masih merasa tidak tega melihat raut kesedihan di wajah putranya tersebut.
"Mama mau bicara sama kamu sayang," jawab Rianti.
"Bicara apa, mah?" tanya Athar penasaran.
Rianti menghela nafas sejenak sembari memejamkan mata, ia hendak menguatkan diri terlebih dulu sebelum mulai berbicara.
__ADS_1
"Begini sayang, selama ini kan kamu selalu tanyain perihal ayah kandung kamu. Mama juga selalu bohong sama kamu, tapi kali ini mama akan jujur ke kamu Athar!" jelas Rianti.
"Hah? Serius mah? Jadi, mama tahu siapa ayah kandung aku?" tanya Athar girang.
"Iya sayang, mama tahu!" jawab Rianti mengangguk.
"Siapa mah??" Athar sudah tidak sabar.
"Sayang, tapi kamu harus janji dulu sama mama ya! Kamu gak boleh ngelupain papa Lionel yang udah rawat kamu dari kecil dan menemani kita, kamu juga gak boleh terlalu sayang sama papa kandung kamu sampai kamu gak anggap papa Lionel! Gimana, kamu bisa kan sayang?" ucap Rianti.
"Bisa dong mah! Aku itu cuma mau tau siapa ayah kandung aku, gak mungkin lah aku bisa lupain papa Lionel dari hidup aku!" ucap Athar.
"Oke deh, mama pegang kata-kata kamu! Sekarang mama bakal kasih tahu ke kamu, siapa papa kandung kamu yang sebenarnya!" ucap Rianti sembari menggenggam dua tangan putranya.
"Iya mah, cepetan bilang!" ujar Athar.
"Iya sayang, papa kandung kamu itu...." ucap Rianti menggantung.
Entah mengapa Rianti lagi-lagi merasa ragu untuk mengatakan itu pada Athar, namun ia tetap berusaha berbicara agar putranya tersebut tidak terus merasa sedih karena tak tahu siapa ayah kandungnya.
"Dia...."
"Dia siapa, mah?" tanya Athar yang sudah tak sabar.
"Tenang sayang! Mama akan kasih tau kok, kamu gak perlu cemas gitu!" ucap Rianti tersenyum.
"Hehe, maaf sayang! Mama cuma mau bikin kamu makin penasaran aja!" ujar Rianti nyengir.
"Ish, mama jahat!" ujar Athar geram.
"Hahaha, sabar sayang! Iya deh, nih mama beneran kasih tahu ke kamu. Tapi, kamu jangan kaget ya sayang!" ucap Rianti.
"Loh kenapa harus kaget, mah?" tanya Athar.
"Karena papa kandung kamu itu, om Reno. Kalian kan udah lumayan dekat sebelum ini, dia itu papa kandung kamu sayang!" jawab Rianti.
Athar langsung syok mendengarnya, mulutnya terbuka sedikit karena masih tak menyangka jika ia adalah anak dari Reno dan Reno adalah papa kandung yang selama ini ia tanyakan pada Rianti.
"Mama serius? A-aku anaknya om Reno?" tanya Athar memastikan.
"Iya sayang, mama serius! Kamu itu anak kandung papa Reno, orang yang selama ini dekat dengan kamu!" ucap Rianti.
Athar terdiam tanpa ekspresi.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Rianti heran.
__ADS_1
"Gapapa mah, aku gak nyangka aja kalau papaku itu om Reno!" jawab Athar.
Rianti tersenyum, lalu memeluk putranya.
...•••...
Disisi lain, Reno menghampiri Lyota di pinggir kolam renang. Wanita itu terlihat tengah merenung sembari memasukkan dua kakinya ke dalam air, entah apa yang saat ini sedang dipikirkan olehnya.
Reno pun tergerak hatinya untuk menghibur sang istri, ia tahu betul perasaan Lyota saat ini karena Anggi alias mamanya yang terus saja memandang rendah pada Lyota, padahal Lyota telah berusaha untuk menjadi menantu yang terbaik.
Reno duduk di samping istrinya, ia merangkul pundak wanita itu sambil tersenyum ke arahnya.
"Mas Reno?" ucap Lyota terkejut.
"Iya sayang, kamu lagi ngapain sih disini? Mau berenang apa gimana?" tanya Reno penasaran.
Lyota menggeleng dengan wajah cemberut.
"Terus, kamu mau ngapain?" Reno keheranan.
"Eee aku cuma mau tenangin diri aja, mas. Kalau aku terus ada di dalam, perasaan aku bisa semakin sakit mas!" ucap Lyota.
"Sayang, maafin perbuatan mama aku ya! Aku juga heran kenapa mama masih aja begitu, tapi kamu gak boleh nyerah sayang buat ambil hati mama! Aku yakin kamu pasti bisa kok!" ucap Reno.
"Iya mas, aku juga gak akan nyerah kok! Ini kan demi rumah tangga kita, mas!" ucap Lyota.
"Ini yang aku suka dari kamu sayang, kamu itu bukan tipe perempuan yang gampang nyerah! Tenang aja, aku bakal selalu bantu kamu kok buat ambil hati mama! Kita sama-sama cari cara ya sayang, udah jangan sedih lagi!" ucap Reno.
Reno langsung memeluk Lyota, ia menaruh kepala istrinya itu pada bahunya sembari terus mengusap punggung serta wajahnya.
"Aku sayang kamu! Aku bakal selalu bantu kamu dan lindungin kamu!" ucap Reno tersenyum.
"Iya mas, aku percaya kok sama kamu! Aku juga gak mau lepas dari kamu, mas!" ucap Lyota.
Reno memperdalam pelukannya, ia juga menaruh dagunya pada puncak kepala sang istri. Namun, hati Reno saat ini sedang bingung dan gelisah akibat mamanya yang masih belum bisa menerima Lyota.
"Kamu tenang Lyota! Aku akan selalu bantu kamu, supaya bisa ambil hati mama!" batin Reno.
Dari arah yang tak jauh, rupanya Anggi menyaksikan momen romantis antara putranya dengan Lyota di pinggir kolam renang itu.
Entah mengapa tiba-tiba Anggi justru merasa tersentuh ketika melihat Reno tengah berpelukan dengan istrinya di depan sana.
"Ya ampun, kenapa aku bisa setega itu ya sama Lyota? Aku selalu kata-katain dia dan bilang dia gak pantas untuk Reno, padahal nyatanya gak begitu. Dari yang aku lihat selama ini, memang Lyota adalah wanita yang baik! Harusnya aku gak begitu ke dia, duh aku benar-benar payah!" gumam Anggi.
Anggi pun pergi dari sana, ia tak kuat melihat kesedihan putranya beserta sang istri disana akibat kelakuan buruknya. Bahkan Anggi juga melangkah sambil menangis memasuki rumahnya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...