Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 256 (Athar anak Lio)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 199


(Athar anak Lio)


...•...


...•...


"Papa..."


Tania kecil berteriak histeris ketika melihat papanya terjatuh ke bawah karena tendangan dari pria yang ia sendiri tidak mengenalinya.


Tania pun menghampiri Reno dengan perasaan sedih dan berharap kalau papanya tidak akan kenapa-napa.


"Papa, papa gapapa kan?" tanya Tania sedih.


"Eh putri papa yang cantik, gapapa dong! Papa mah baik-baik aja, kan cuma kena tendang tadi! Udah kamu gak perlu sedih apalagi nangis, papa sehat kok!" jawab Reno tersenyum.


"Yang bener, pah?" tanya Tania.


"Iya sayang," Reno mengangguk pelan.


"Terus dia siapa sih, pah? Kenapa dia serang papa kayak tadi?" tanya Tania bingung.


"Ohh, bukan siapa-siapa kok. Udah Tania tenang aja disini ya, papa mau bicara sama dia!" ucap Reno.


"Papa yakin?" ucap Tania khawatir.


"Yakin dong sayang, papa gak akan kenapa-napa kok kan cuma mau bicara! Udah kamu tunggu disini, nanti papa kembali temuin kamu kok!" ucap Reno meminta putrinya menunggu.


"Iya pah..." Tania menurut pada papanya.


Reno pun bangkit lalu berjalan mendekati pria tadi.


"Hey, kenapa kamu masih disini? Sana cepat pergi karena saya tidak suka keberadaan kamu disini! Saya calon suami Lyota dan saya meminta kamu untuk segera pergi!" ucap Reno.

__ADS_1


"Hahaha, apa buktinya? Gue gak akan pergi sebelum Lyota muncul dan jelasin semuanya ke gue, lu pikir gue bakal percaya gitu aja sama kata-kata lu?" ucap pria itu masih tetap kekeuh tak percaya.


"Sudah berapa kali saya bilang, Lyota itu tidak ada di rumahnya sekarang! Dia sedang jemput adiknya ke sekolah, jadi sebaiknya kamu pergi dan jangan pernah kembali lagi kesini untuk temui Lyota atau apapun itu!" ucap Reno tegas.


"Tidak bisa! Gue gak akan pergi, lu gak bisa usir gue gitu aja! Lagian gue juga masih gak percaya sama omongan lu, gimana bisa lu jadi calon suami Lyota? Orang lu aja udah punya anak!" ucap pria itu.


"Iya, dia anak saya dan Lyota. Kenapa? Kamu masih perlu bukti lagi tentang itu? Kamu cepat pergi sebelum saya teriak dan bilang ke orang-orang kalau kamu ini berniat jahat disini, saya gak main-main dengan ucapan saya ini!" ucap Reno.


"Oh ya? Lu pikir gue takut ha? Orang kampung sini lebih kenal gue dibanding lu!" ucap pria itu.


"Kamu benar-benar keras kepala, ya? Saya menyesal telah bicara dengan kamu, seharusnya saya hajar saja kamu dan robek mulut tidak beretika kamu itu supaya kamu tidak bisa lagi berbicara!" ucap Reno.


"Hahaha, dasar om-om tukang ngibul! Bisa-bisanya lu ngancem gue begitu, lu pikir gue takut ha? Lagian lu ngapain sih pake segala bilang anak itu anak Lyota? Gue gak percaya sama omongan lu, dasar tukang halu!" ucap pria itu.


"Baiklah, kamu sendiri yang minta dihajar! Saya sudah peringati sebelumnya, tapi kamu sendiri yang tidak mau mendengarkan!" ucap Reno emosi.


Reno mengepalkan tangannya.


"Lu mau ngelawan gue lagi? Oke siap, gue ladenin kalo emang lu maunya begitu! Kita buktiin siapa yang lebih kuat dan pantas berada disini untuk jadi kekasih Lyota, biar lu tau siapa gue ini sebenarnya!" ucap pria itu malah menantang Reno.


Reno yang sudah emosi berlari maju mendekati pria itu lalu kembali menyerangnya.


Ya perkelahian pun kembali terjadi di depan rumah itu dengan cukup keras.


"Reno, Ocit. Berhenti...!!"


Sontak Reno serta pria bernama Ocit itu langsung menoleh ke asal suara lalu terkejut.


...•••...


Disisi lain, Rianti tengah berada di kamarnya dan tampak memikirkan Reno yang tadi sempat ia temui saat dalam perjalanan menuju rumahnya.


Rianti tampaknya sangat bingung dengan keputusan yang harus ia ambil saat ini, ia merasa kasihan pada Athar dan ingin mempertemukan Athar dengan papa kandungnya yakni Reno.


Akan tetapi, Rianti masih sangat membenci Reno dan tidak mau jika Reno tau Athar adalah putranya.


"Aku harus gimana sekarang?" gumam Rianti.


Tetes mata mengalir membasahi wajahnya saat ia mengingat momen ketika Reno menyetubuhinya lalu meninggalkan dirinya begitu saja.


Setelahnya, Rianti pun semakin yakin kalau ia tidak akan mengatakan kebenaran itu kepada Reno dan lebih memilih diam lalu menganggap kalau suaminya yakni Lionel adalah papa kandung Athar.


Bahkan hingga sekarang Athar juga masih mengetahui kalau papanya adalah Lionel.

__ADS_1


"Iya, aku lebih baik sembunyikan ini saja! Aku gak mau Reno tau kalau Athar adalah putranya, dia gak pantes buat jadi papanya Athar!" gumam Rianti.


Rianti menoleh ke arah foto dirinya bersama Athar serta sang suami yang terpajang di sampingnya.


TOK TOK TOK...


Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari arah luar yang membuat Rianti terkejut.


Rianti pun segera menghapus air matanya dan berjalan menuju pintu.


Ceklek...


Rianti membuka kunci lalu menarik gagang pintunya, ia melihat sosok suaminya berdiri disana dengan wajah cemas.


"Mas Lio?" ucap Rianti lumayan kaget.


"Sayang, kamu abis nangis ya?" ucap Lionel cemas saat melihat wajah istrinya yang tampak sembab seperti habis menangis.


"Enggak kok, mas." jawab Rianti gugup.


"Terus ini apa, sayangku? Kamu ngaku aja sama aku, siapa yang udah bikin kamu nangis begini? Biar aku kasih pelajaran ke dia, berani-beraninya dia bikin nangis istri aku yang cantik ini!" ucap Lionel emosi sembari memegang wajah istrinya.


"Mas, tenang dulu! Aku gak nangis, ini tadi mata aku sakit gara-gara kelilipan di jalan pas abis jemput Athar!" ucap Rianti berbohong.


"Ah masa sih? Aku kok gak percaya ya sama omongan kamu?" ucap Lionel.


"Percaya dong, mas! Aku gak lagi bohongin kamu kok, lagian buat apa juga kan aku nangis? Masa tengah hari begini aku nangis, gak logis banget kan?" ucap Rianti coba meyakinkan suaminya kalau ia tidak menangis, bahkan ia sampai tersenyum.


"Umm, yaudah aku percaya. Yuk aku mau main nih sama kamu! Tadi di kantor aku ngerasa kepengen banget dekap tubuh kamu!" ucap Lionel.


"Ohh, jadi karena itu kamu pulang cepet, mas? Pantes aja baru tengah hari begini kamu udah pulang, ternyata kamu lagi kepengen begituan!" ucap Rianti tersenyum.


"Ahaha, iya gak tau nih sayang aku kepengen banget tiba-tiba tadi!" ucap Lionel tertawa.


"Yaudah mas, tapi anak-anak gak lihat kan?" tanya Rianti khawatir.


"Tenang aja, mereka di kamar kok!" jawab Lionel.


Lionel langsung maju dan merengkuh pinggang sang istri sembari menghirup aroma tubuh Rianti dari area lehernya, tanpa basa-basi Lionel pun masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu lalu mendorong tubuh Rianti sampai ke atas ranjang.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2