
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 317
(Velove pun sama)
...•...
...•...
Sama halnya dengan Arsen, Velove pun masih terus kepikiran dengan perasaan pria itu padanya. Biarpun Arsen belum mengungkapkan secara langsung pada gadis itu, namun Velove sudah sempat mendengar semua perkataan Arsen dengan Tania ketika di samping rumah kala itu, sehingga Velove belum bisa tenang menerima lamaran dari Rizky nantinya.
Di waktu sahur saat ini, Velove justru masih berdiam diri di kamar sembari melamun membayangkan wajah Arsen yang selalu bersikap baik padanya selama ini tanpa diminta. Velove merasa tidak enak karena ia sudah menyakiti hati pria yang dengan tulus mencintainya itu, namun mau gimana lagi ia sudah terlanjur janji untuk bersedia menikah dengan Rizky dan menjadi istri dari pria tersebut nanti.
"Sekarang aku harus gimana, ya? Apa aku tetap pada keputusan awal ku untuk menerima Rizky, atau justru aku beralih ke kak Arsen? Jujur aku gak tega lihat kak Arsen sedih begitu terus, apalagi tiap kali berdua sama dia selalu bikin aku nyaman!" batin Velove.
Velove yang gelisah bangkit dari ranjangnya dan berjalan mondar-mandir disana sambil menggigit jari kebingungan, ya Velove masih tak tahu harus mengambil keputusan apa. Sesekali gadis itu menoleh ke arah jam dan terlihat waktu sudah menunjukkan pukul setengah empat pagi, yang artinya telah tiba waktu sahur bagi Velove disana.
"Ini udah waktunya sahur lagi, tapi aku kenapa masih bingung begini sih ya?" gumam Velove.
Disaat gadis itu tengah dirundung pilu dan bingung harus menentukan nasibnya, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari arah luar yang membuat Velove terkejut. Tak hanya itu, terdengar juga suara wanita memanggil namanya plus memintanya untuk segera keluar membuka pintu, ya itu tak lain adalah sosok tante dari Velove alias pemilik rumah.
TOK TOK TOK...
"Velove, sayang ayo bangun nak! Ini sudah waktu sahur, jangan tidur terus hey!" ucap tantenya.
__ADS_1
"Iya tante..." teriak Velove dari dalam.
Velove pun melangkah ke dekat pintu dan membuka pintu tersebut dari dalam, ia mengusap wajahnya untuk menghilangkan rasa gelisah yang tengah ia rasakan saat ini. Tentunya juga agar Gracia selaku tante dari gadis itu tidak curiga padanya kalau ia saat ini sedang gelisah, ya Velove tak mau membuat tantenya ikut merasa gelisah dan khawatir tentu.
Ceklek...
"Eh tante, maaf ya tan aku bangun kesiangan! Harusnya kan aku bantu tante siapin makanan, eh aku malah keenakan tidur mentang-mentang kasurnya empuk!" ujar Velove merasa tidak enak.
"Ah kamu ini pake minta maaf segala! Udah gapapa, kan dah ada bik Arum yang masak buat sahur mah! Yuk kita keluar sekarang, makan bareng sekalian sama suami tante alias om kamu dan ponakan kamu di depan!" ucap Gracia tersenyum.
"Eee iya tante, tapi aku mau cuci muka dulu biar gak ngantuk. Soalnya ini mataku masih sepet banget tante, hehe!" ujar Velove nyengir.
"Oh gitu, yaudah gih sana kamu cuci muka! Tapi, nanti jangan lupa loh nyusul ke meja makan! Kalau kamu gak sahur, nanti puasanya jadi lebih berat loh Ve!" ucap Gracia mengingatkan Velove.
"Iya tante, aku sahur kok. Ini kan cuma mau cuci muka dulu di kamar mandi," ucap Velove.
"Bagus deh! Kalo gitu tante duluan ya ke meja makannya? Kasihan itu om sama ponakan kamu udah pada kelaparan kayaknya," ujar Gracia.
Setelahnya, Gracia pun pergi dari sana dan kembali ke meja makan menemui suami serta anak-anaknya yang sudah menunggu terlalu lama disana untuk menikmati santap sahur.
Sementara Velove masuk lagi ke kamarnya dan menutup pintu dari dalam, ia pun pergi ke toilet untuk mencuci muka sambil menyegarkan diri.
...•••...
Keesokan paginya, Rianti terbangun dari tidur dan mendapati suaminya sudah tidak ada di ranjang. Ia pun langsung bangkit dan panik mencari keberadaan suaminya itu, ya karena tak biasanya Lionel sudah bangun lebih dulu dibanding dirinya. Padahal semalam mereka habis bermain dengan brutal di ranjang sampai lelah dan ketiduran tanpa berbusana.
Rianti yang cemas coba turun dari ranjang sembari menutupi tubuhnya dengan selimut, ya Rianti pun mencari Lionel di sekeliling kamar untuk memastikan apakah suaminya masih disana atau justru sudah keluar. Awalnya ia tak berhasil menemukan suaminya, hingga terdengar suara keran air dinyalakan dari dalam kamar mandi disana.
"Huh ternyata mas Lio lagi mandi, aku pikir dia udah berangkat ke kantor tanpa bangunin aku. Yaudah deh, aku tidur lagi aja sambil nunggu mas Lio selesai mandi!" ucap Rianti merasa lega.
Rianti menguap dan berniat kembali ke atas ranjang, namun ia baru ingat kalau ia harus menyiapkan pakaian untuk suaminya yang sedang mandi. Sehingga Rianti pun berbalik kembali dan menuju ke lemari untuk mengambil baju serta celana yang akan ia berikan pada Lionel, agar tidak ribet Rianti melepas saja selimut di tubuhnya dan kini ia berdiri tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya.
__ADS_1
"Haduh, kalau mas Lio udah selesai mandi dan lihat aku begini, bisa berabe nih urusannya! Aku harus cepat ambil baju sama celana buat mas Lio, sebelum dia selesai mandi terus malah ngeliat aku masih telanjang!" ujar Rianti panik.
Setelah selesai mengambil pakaian untuk suaminya, Rianti pun bergegas kembali ke ranjang.
"Sayang!"
Alangkah terkejutnya Rianti saat mendengar suara Lionel di dekatnya, ya ia pun menoleh dan menganga begitu mendapati Lionel memang sudah keluar dari kamar mandi. Saat ini suaminya itu tengah berdiri di depan pintu kamar mandi dan mengenakan handuk yang melilit di pinggang nya.
Rianti pun reflek menutupi bagian intim tubuhnya dengan kedua tangan serta menutup mata, ia tak ingin suaminya bertindak seperti semalam lagi.
"Mas Lio? Ka-kamu udah selesai mandi? Eee itu aku udah ambilin pakaian buat kamu, mas!" ucap Rianti gugup plus ketakutan saat melihat senyum smirk di wajah suaminya.
"Ohh, makasih ya sayang!" ucap Lionel singkat.
"Eee kalo gitu giliran aku yang mau mandi, kamu pakai gih bajunya dan jangan lihatin aku terus kayak gitu mas!" ucap Rianti.
"Iya sayang iya, kamu itu panik banget sih! Kita ini kan suami-istri, gak ada salahnya dong kalau aku ngeliat tubuh telanjang kamu? Toh aku juga udah sering lihat itu," ucap Lionel.
"Iya sih mas, tapi aku gak mau gairah kamu bangun lagi!" ucap Rianti.
"Tenang aja, udah sana mandi!" ujar Lionel.
Rianti mengangguk pelan dan terus menunduk sambil menutupi bagian tubuhnya, ia pun melangkah melewati Lionel dan masuk ke dalam toilet. Namun, suaminya itu justru mencekal lengannya dengan kuat sehingga Rianti tak bisa melangkah.
"Tunggu! Biar aku bantu gosok punggung kamu ya sayang!" ucap Lionel sambil tersenyum.
"Hah??" Rianti terkejut bukan main.
Pada akhirnya mereka pun kembali melakukan aktivitas suami-istri itu di dalam kamar mandi.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...