Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 357 (Kita main sayang!)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 300


(Kita main sayang!)


...•...


...•...


Reno manggut-manggut sambil tersenyum, ia baru tahu kalau Rianti sangat menyayangi Athar, anak hasil hubungan mereka dulu.


"Hey!" ucap seseorang dari arah depan.


Reno terkejut saat suara itu muncul, ya matanya terbelalak begitu melihat Lionel datang bersama Rianti dari dalam rumahnya mendekat ke arah Reno serta Athar disana.


Sontak Reno pun berdiri kembali dan tersenyum menatap sepasang suami-istri itu, ia menyapa keduanya sembari menjulurkan tangan berharap Lionel ataupun Rianti mau bersalaman dengannya walau mustahil.


"Eh Rianti, Lionel. Akhirnya keluar juga, saya udah gak sabar buat ajak Athar pergi!" ucap Reno.


"Anda masih ingat saya?" tanya Lionel mengabaikan uluran tangan Reno.


"Oh tentu, saya ini bukan orang yang mudah lupa. Saya ingat anda itu suaminya Rianti dan papanya Athar, maka dari itu saya ingin minta izin juga secara langsung pada anda agar saya bisa mengajak pergi Athar dalam waktu yang sebentar!" ucap Reno.


Reno tak mau ambil pusing karena tindakan Lionel yang ogah salaman dengannya, ia justru tersenyum dan berbicara dengan santai.


"Ada urusan apa sih memang, kenapa anda tiba-tiba ingin mengajak anak saya pergi?" tanya Lionel.


"Gak ada apa-apa sih, saya cuma pengen aja jalan berdua sama Athar. Soalnya Athar ini anak yang lucu dan juga cerdas, ya walau saya baru kenal dan ketemu sama dia beberapa kali!" jawab Reno.


Lionel membuang muka, kemudian menatap wajah Athar seperti sedang menyimpan kekesalan.


"Athar, kamu beneran mau jalan berdua sama orang yang baru kamu kenal ini? Hati-hati loh sayang, papa kan udah pernah bilang jangan gampang terhasut sama orang seperti dia!" ucap Lionel mengingatkan putranya dengan lembut.

__ADS_1


"Tenang aja pah! Om Reno itu orang baik, dia gak mungkin apa-apain aku kok! Jadi, papa jangan khawatir lagi ya!" ucap Athar.


"Eee benar itu, anda tidak perlu khawatir! Saya bukan penculik anak atau apalah itu, lagian emang dari tampang saya ini ada muka-muka penjahat? Justru saya ingin sekali bikin Athar senang, supaya dia gak stres kalau di rumah terus! Maaf ya sekali lagi, jadi apa saya diizinkan untuk ajak Athar pergi?" ucap Reno sambil tersenyum memperlihatkan gigi-giginya.


Lionel terdiam, ia masih bingung haruskah ia memberi izin pada Athar atau tidak.


"Mas, udah kasih izin aja!" bisik Rianti.


Akhirnya Lionel pun mengizinkan Reno untuk membawa Athar pergi, walau sebenarnya ia masih agak ragu melakukan itu karena ia dan Reno belum saling kenal.


"Baiklah, saya perbolehkan anda bawa Athar pergi! Tapi ingat, kalau sampai terjadi sesuatu pada Athar, anda yang harus bertanggung jawab dan saya tidak akan pernah memaafkan anda!" ucap Lionel.


"Tenang aja! Saya pastikan Athar tidak akan kenapa-napa, anda tidak perlu khawatir!" ucap Reno.


Reno tampak senang karena ia sudah diizinkan pergi bersama Athar, ia menatap Athar dan meminta anak itu segera pamit pada orangtuanya.


"Athar, kamu pamit gih sama mama papa!" ucap Reno.


"Iya om!" ucap Athar mengangguk pelan, lalu menoleh ke arah Rianti dan Lionel. "Mah, pah, Athar pamit pergi dulu ya sama om Reno?" sambungnya berbicara pada kedua orangtuanya itu.


"Iya sayang, jangan nakal ya!" ucap Rianti.


"Athar, kamu hati-hati ya sayang!" ucap Lionel.


"Iya papa," ucap Athar.


"Sus, saya titip anak saya sama kamu! Awasi dia, jangan sampai Athar kenapa-napa!" ucap Lionel.


"Baik tuan!" ucap suster Amel.


"Yaudah, yuk Athar kita pergi! Rianti, Lionel, saya pamit dulu ya?" ucap Reno.


"Iya,"


Setelahnya, Reno pun membawa Athar masuk ke dalam mobilnya disusul oleh suster Amel alias pengasuh Athar itu. Sedangkan Rianti serta Lionel juga kembali ke dalam rumah setelah mobil Reno tak terlihat lagi oleh mata mereka di jalan sana.



__ADS_1


Saat di dalam rumah, Lionel langsung mencengkram lengan serta rahang Rianti dan menatap tajam ke arah wanita itu. Lionel tampaknya penasaran apa yang membuat Rianti sampai bisa memberi izin pada Reno begitu saja untuk membawa Athar, ia pun coba bertanya langsung pada istrinya itu karena ia tahu ada sesuatu yang disembunyikan oleh sang istri.


Sementara Rianti sendiri tampak ketakutan saat Lionel tiba-tiba menarik lengannya dari belakang, apalagi tatapan mata Lionel juga mengisyaratkan kalau pria itu sedang marah. Rianti tak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini untuk menjelaskan pada suaminya itu, ia belum siap jika harus mengatakan kalau Reno adalah papa kandung Athar pada Lionel.


"Sayang, coba jelasin ke aku! Kenapa kamu kasih izin pria itu bawa Athar gitu aja? Emang apa hubungan kamu dengan pria itu sih? Kayaknya kalian dekat banget, sampai segitunya kamu bolehin dia bawa Athar pergi berdua!" ujar Lionel emosi.


"Mas, tenang dulu! Mas Lio jangan emosi begini, lepasin dong mas!" ucap Rianti.


"Gak akan! Kamu cerita dulu ke aku, jelasin semuanya biar aku gak penasaran dan salah sangka begini ke kamu! Cepat Rianti!" bentak Lionel.


"Jelasin apa? Kan aku udah bilang, Reno itu teman lama aku! Kamu itu kenapa sih mas? Kok curiga sama istri sendiri?" ujar Rianti.


Lionel geleng-geleng kepala sembari mengusap wajahnya kasar, ia pun membawa paksa Rianti ke dalam kamar dengan kasar. Rianti tampak meringis kesakitan saat lengannya dicengkeram kuat oleh sang suami selama perjalanan.


Bruuukkk...


Lionel membanting tubuh Rianti ke atas ranjang, lalu ia menutup pintu sebelum kembali mendekati Rianti disana.


"Mas, kamu kok kasar sih sama aku? Kamu lupa kalau aku lagi hamil anak kamu? Gimana kalau terjadi sesuatu ke calon anak kita nanti, mas?" tanya Rianti terheran-heran.


"Kamu jangan bahas yang lain dulu! Aku minta kamu jelasin ke aku, siapa itu Reno?!" ujar Lionel.


"Mas, kurang apa lagi sih penjelasan aku? Reno itu emang cuma teman lama aku, dia juga mantan bos aku waktu dulu aku masih kerja disini! Kamu masa gak percaya sama istri kamu sendiri sih, mas? Emang kamu pikir aku ini kayak kamu, yang suka selingkuh dan main sama cewek lain?" ujar Rianti.


"Hey, kamu kok masih bahas yang udah berlalu sih? Kamu sendiri kan udah bilang, katanya kamu mau maafin aku? Kenapa dibahas lagi?" ucap Lionel.


"Ya abisnya kamu begitu ke aku, kamu percaya dong sama aku, mas! Reno emang cuma teman aku, dia ajak Athar jalan-jalan ya karena dia suka aja sama anak aku itu!" ucap Rianti.


Lionel terdiam memandangi wajah Rianti, amarah di dalam dirinya kini pudar melihat tubuh seksi Rianti yang sudah lama tak ia nikmati.


"Yasudah, sekarang kamu buka baju kamu!" ucap Lionel sembari beranjak dari ranjang.


"Buat apa mas?" tanya Rianti keheranan.


Lionel mengambil sebuah minyak gosok dari atas meja yang biasa ia gunakan sebagai bahan untuk melakukan hubungan badan dengan istrinya.


"Kita main, sayang!" jawab Lionel.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2