Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 118 (Syarat)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 62


(Syaratnya...)


...•...


...•...


Rianti menyambut kepulangan suaminya ke rumah dengan berpura-pura tidak terjadi apa-apa, ia ingin mengetahui apa yang akan dikatakan oleh suaminya itu sebagai alasan mengapa tak bisa pulang tepat waktu sesuai janjinya. Rianti mendekati sang suami yang baru pulang dan langsung membantu Lionel melepaskan dasi yang dikenakannya.


Lionel tampak lega karena Rianti menyambutnya dengan senyuman dan bukan amarah atau apapun itu sejenisnya, padahal ia lagi-lagi telah mengecewakan istrinya itu dengan pulang terlambat dan tak bisa menemani keluarganya makan malam bersama di rumah.


"Eh mas, akhirnya kamu pulang juga!" ucap Rianti tersenyum manis lalu memegang dasi panjang yang dikenakan Lionel dan melepasnya.


"Iya sayang, maaf ya aku terlambat lagi pulangnya!" ucap Lionel pelan seperti merasa bersalah.


"Gapapa kok mas," ucap Rianti terus tersenyum seakan ia baik-baik saja.


Rianti juga melepas jas yang dikenakan suaminya itu dan menaruhnya di atas kasur, jari jemari Rianti juga mulai membuka satu persatu kancing kemeja Lionel sambil terus memandangi wajah suaminya itu dengan senyuman manisnya.


"Aku tau kamu pasti capek, makanya aku gak mau marah-marah sama kamu mas! Sebagai seorang istri yang baik, aku akan melayani kamu semampu aku mas supaya kamu gak berpaling ke lain hati!" ucap Rianti telah selesai membuka kancing Lionel.


"Terimakasih, sayang!" ucap Lionel ikut tersenyum lalu melepas kemejanya di hadapan Rianti.

__ADS_1


Kini tubuh kekar Lionel hanya terbalut kaus dalam berwarna putih setelah jas serta kemejanya dilepas, Rianti pun membawa kemeja kotor Lionel dan memasukkannya ke keranjang.


Sementara Lionel lanjut melepas gesper agar ia bisa mudah membuka celananya, tampak pria itu masih belum menaruh curiga pada sang istri yang bersikap lebih ramah dari biasanya. Justru Lionel malah senang karena Rianti jadi lebih perhatian padanya dan terus tersenyum ke arahnya.


Rianti kembali lagi untuk mengambil celana panjang milik suaminya lalu baru menaruh itu bersama pakaian-pakaian kotor lainnya di dalam keranjang.


"Kamu mau mandi mas?" tanya Rianti tersenyum.


"Iya sayang, tapi aku pake air shower aja!" jawab Lionel membalas senyum Rianti lalu melepas kaus dalam yang dikenakannya hingga kini tubuhnya sudah telanjang setengah badan.


"Yaudah mas, mau aku temenin gak mandinya?" ucap Rianti menawarkan dirinya untuk menemani sang suami mandi di kamar mandi.


"Duh gausah deh sayang, nanti yang ada aku bukannya mandi malah jadi main sama kamu! Aku mandi sendiri aja ya biar cepat!" ucap Lionel tersenyum lalu menarik tubuh istrinya dan mendekapnya ke dalam dada bidang miliknya.


Rianti yang dipeluk seperti itu hanya bisa diam, sejujurnya ia sangat tidak ingin bersentuhan lagi dengan suaminya yang telah berkhianat itu.


"Kenapa sekarang rasanya berpelukan sama kamu jadi beda begini mas? Gak ada lagi kehangatan yang aku rasakan dan kasih sayang dari kamu, apa mungkin ini karena aku masih curiga dengan perempuan yang mengangkat telpon ku tadi?"


Lionel melepas pelukannya lalu mengecup kening sang istri dan bibirnya sekilas, ia pergi ke kamar mandi dengan membawa handuk yang sudah disiapkan Rianti.


"Jujur mas, aku takut banget kehilangan kamu! Aku juga gak mau kehilangan kamu! Tapi, aku lebih takut kamu mencintai orang lain selain diriku tanpa sepengetahuan aku..."


...•••...


Sementara itu, Tania kecil tengah makan malam bersama oma dan opa nya di meja makan. Mereka bertiga tampak gembira sampai Tania kecil merindukan papanya yang tak kunjung pulang, bahkan ia juga merengek pada omanya agar papanya bisa segera pulang dan bergabung bersama mereka untuk makan malam bersama.


Anggi & Darma saling bertatapan bingung harus bagaimana karena Reno juga tidak mengatakan apa-apa kepada mereka hendak pergi kemana, belakangan memang pria itu sering pergi tanpa menjelaskan hendak kemana pada kedua orangtuanya itu.


"Oma, opa, papa kemana sih? Kenapa belum pulang juga sampe sekarang? Aku kan mau makan bareng papa juga oma, opa!" ucap Tania kecil cemberut.


"Sabar ya sayang, papa kamu lagi sibuk di luar sama urusan kerjanya! Tapi nanti pasti papa pulang kok, udah sekarang kamu makan duluan aja ya sayang biar papa nyusul nanti!" ucap Anggi.

__ADS_1


"Tapi aku maunya sama papa, oma! Telponin papa dong oma supaya papa bisa pulang sekarang dan makan bareng sama kita! Aku pokoknya gak mau lanjut makan kalau belum ada papa disini, oma!" ucap Tania kecil memaksa Anggi untuk menghubungi papanya.


Akhirnya Anggi menurut dan mengambil ponselnya yang tergeletak di depan meja tv, sesuai kemauan cucunya ia pun coba menghubungi nomor putranya. Berkali-kali ia menelpon Reno, akan tetapi nomor tersebut tidak bisa dihubungi hingga membuat Anggi bertambah bingung harus apa lagi sekarang.


"Gimana, oma?" tanya Tania kecil menatap wajah omanya dengan penuh harap saat Anggi sudah kembali dari depan.


"Eee handphone papa kamu gak bisa dihubungin sayang, mungkin dia lagi sibuk sekali jadi gak bisa terima telpon dulu nak! Udah ya Tania sayang makannya bertiga sama oma sama opa aja!" ucap Anggi berusaha menenangkan cucunya.


Raut wajah Tania kecil langsung berubah jadi lebih cemberut dari sebelumnya, ia bahkan tidak mau menyentuh makanannya kembali dan hanya menatapnya sambil memanyunkan bibirnya.




Disisi lain, Reno masih berhadapan dengan Gilang serta istrinya yang terus saja memohon-mohon di kakinya meminta agar ia tidak melaporkan kasus ini ke kantor polisi dengan alasan Gilang harus mengurus keluarga tercintanya.


Reno yang memiliki hati baik perlahan mulai ikut goyah akan pendiriannya, ia tersentuh dengan kata-kata dari Gilang apalagi sang istri yang menangis tersedu-sedu memeluk kakinya.


"Sudah, jangan seperti ini terus!" ucap Reno meminta mereka semua berdua berhenti menangis.


Akhirnya Gilang menghapus air matanya lalu mendongakkan kepalanya menatap wajah Reno yang masih berdiri tegak disana.


"Saya tidak akan berhenti memohon pada bapak, kalau saya belum dapat jaminan tidak akan dilaporkan ke kantor polisi pak!" ucap Gilang.


"Ya, baiklah! Saya tidak akan laporkan kamu ke kantor polisi atau menjebloskan kamu ke penjara! Dengan satu syarat..." ucap Reno sengaja menggantung agar Gilang serta istrinya penasaran dan juga tentunya supaya para pembaca kepo.


"Syarat apa itu pak? Insyaallah akan saya lakukan semua syarat dari anda pak, asalkan saya tidak dilaporkan ke kantor polisi!" ucap Gilang.


Reno tersenyum tipis lalu membantu Gilang serta istrinya berdiri dan tidak lagi bersimpuh di hadapannya, bagaimanapun juga mereka memang lebih tua jika dibanding dengan umur Reno.


"Baiklah, syaratnya...."

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2