
...HALO LAGI GUYS!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."PREMAN CANTIK 2"...
...~~~...
#PREMAN CANTIK S2 EPS. 265
(Bau alkohol)
...•...
...•...
Reno mengantar Lyota sampai ke depan pagar rumahnya, ya pria tersebut memang bertanggung jawab untuk mengantar Lyota pulang setelah ia mengajak gadis itu makan malam di luar. Keduanya pun tampak puas karena acara dinner berdua yang mereka rencanakan telah berhasil dan sesuai rencana yakni meriah serta cukup menyenangkan.
Reno pun meraih tangan Lyota sejenak sembari menatap wajah gadis itu dari dekat, ya Reno menggenggam dan mengelus punggung tangan Lyota lalu menciumnya. Hal itu membuat Lyota sedikit syok serta gugup karena Reno benar-benar romantis malam ini, apalagi mereka berdua masih berada di dalam mobil dan belum turun ke luar.
"Sayang, makasih ya atas waktunya malam ini! Kamu benar-benar bikin aku bahagia!" ucap Reno senyum.
"Sama-sama Ren, makasih juga ya! Karena kamu bisa banget bikin aku seneng dan ngerasa jadi ratu, makasih banyak ya Reno!" ucap Lyota.
"Gak perlu, itu kan emang keinginan aku! Aku pengen calon istri aku ini bahagia selalu, makanya aku akan berusaha untuk melakukan yang terbaik buat kamu sayangku! Pokoknya aku cinta dan sayang sekali sama kamu Lyota, aku gak akan pernah nyakitin kamu walau sedikit!" ucap Reno tegas.
"Iya Ren, tapi kayaknya untuk menikah masih sulit deh buat kita lakuin! Karena mama kamu belum kasih lampu hijau buat merestui hubungan kita, usaha yang aku lakuin juga selalu gagal dan belum berhasil bikin mama kamu suka sama kamu! Maaf banget ya Ren, karena aku bukan terlahir dari keluarga yang berada seperti kamu!" ucap Lyota.
__ADS_1
"Kamu apaan sih sayang? Buat aku yang begitu itu gak penting dan aku gak perduli! Aku cinta sama kamu, aku tulus mencintai kamu dari lubuk hati aku yang paling dalam! Aku sama sekali gak memandang status kamu, ingat itu sayang!" ucap Reno.
"Aku tau Reno, tapi masalahnya sekarang mama kamu itu gak mau kasih restu buat kita berdua menikah, ya karena aku bukan terlahir di keluarga berada dan kaya raya!" ucap Lyota.
Cupp...
Reno justru mengecup bibir Lyota sekilas sembari menahan tengkuknya, ia lalu menatap wajah Lyota dari jarak cukup dekat masih sambil menggenggam dua tangan Lyota. Gadis itu pun tampak gugup dan jantungnya berdebar tak karuan saat dipandang seperti itu oleh Reno, ia tahu betul apa yang akan dilakukan Reno selanjutnya pada dirinya disana.
"Ren, kamu kenapa tatap aku kayak gitu sih?" tanya Lyota terheran-heran.
"Aku cuma mau kasih tau kamu, jangan pernah bahas atau pikirin soal itu lagi! Aku yakin mama pasti bisa kasih restu kok buat kita!" ucap Reno.
Lyota manggut-manggut terdiam lalu menunduk, namun dengan sigap Reno langsung menarik dagu Lyota dan tentu saja melumatt bibir mungil gadis itu di dalam sana dengan sangat rakus. Lyota hanya bisa pasrah menikmati dan sesekali membalas ciuman pria tersebut, ya aksi mereka itu berlangsung sekitar beberapa menit tanpa ada adegan lanjutan.
Tak lama kemudian, mereka turun dari mobil dan Reno mengantar Lyota sampai ke depan pintu rumah gadis itu. Reno tersenyum menatap wajah Lyota lalu meminta gadis itu segera masuk ke dalam, ya karena hari memang sudah cukup larut dan sepi hanya ada mereka berdua di sekitar sana, walau Reno masih ingin terus berdekatan dengan Lyota disana.
"Iya Reno, kamu hati-hati ya!" ucap Lyota.
"Pasti! Makasih ya ciumannya tadi, aku suka banget sama bibir kamu yang mungil itu!" ucap Reno sambil membelai bibir Lyota.
Lyota pun tampak malu-malu karena perkataan dan tindakan Reno barusan, akhirnya ia memilih masuk ke dalam rumahnya meninggalkan pria tersebut disana sendirian. Ya Reno tampak senyum-senyum sebelum akhirnya ia juga berbalik badan lalu pergi dari sana, Reno masih menyempatkan diri menoleh ke belakang menatap Lyota yang mengintip lewat jendela lalu melambaikan tangan.
Melihat itu, Lyota langsung saja menutup gorden jendelanya dan segera masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri setelah ia habis pergi ke luar bersama Reno tadi. Sedangkan Reno sendiri juga lanjut berjalan keluar dan mengunci pintu pagar rumah Lyota itu, akan tetapi tiba-tiba muncul Reva alias kakak Lyota yang baru pulang.
"Reno? Kamu ada disini malam-malam begini, abis ngapain?" tanya Reva penasaran.
"Eh Reva, iya nih saya habis anterin Lyota pulang tadi kita berdua makan malam di luar. Kamu sendiri kok baru pulang sih jam segini?" ucap Reno.
__ADS_1
"Eee ya biasa, aku abis main sama temen." ujar Reva.
"Ohh, yaudah kalo gitu saya bukain lagi ya kunci gemboknya supaya kamu bisa masuk?" ucap Reno.
"Ah iya, makasih!" ucap Reva tersenyum.
Reno pun kembali membuka kunci gembok pada pagar itu untuk Reva, lalu setelahnya ia menatap Reva dan tampak heran lantaran gadis itu selalu memegangi kepalanya. Ya Reno coba menatap seluruh tubuh gadis itu mulai dari rambut sampai ujung kakinya, ia geleng-geleng kepala melihat penampilan Reva yang cukup liar dan seksi.
"Reva, kamu kenapa? Kepala kamu pusing, kok daritadi dipegangin terus sih? Kalau butuh bantuan, bilang aja sama saya biar saya bantu! Soalnya kamu juga kelihatan gak sehat!" ucap Reno.
"Eee aku gapapa kok, udah kamu boleh pulang aja! Aku bisa masuk ke dalam sendiri, nanti kalau kamu bantuin aku malah yang ada jadi fitnah terus masalah baru! Aku gak mau bikin Lyota salah paham, kamu kan calon suaminya!" ucap Reva.
"Ya enggak lah, saya yakin Lyota pasti ngerti karena kamu juga kan saudaranya!" ucap Reno.
"Kamu itu kenapa mau nikah sama adik aku sih? Apa istimewanya dia coba? Kan banyak cewek-cewek cantik di luar sana yang bisa kamu deketin, kamu ini ganteng plus kaya loh!" ucap Reva.
"Bukannya sebelum ini kamu udah pernah tanya begitu, dan saya juga udah jawab kan? Kenapa sekarang kamu tanya lagi?" ucap Reno.
"Oh yang bener? Aku lupa hehe, yaudah aku masuk dulu ya? Sekali lagi makasih udah bantu buka pintu pagarnya, permisi! Oh ya, kamu boleh pulang kok jangan disini terus nanti digigit nyamuk!" ucap Reva.
Reno hanya geleng-geleng dan tetap diam disana. Lalu, saat Reva hendak berjalan tiba-tiba saja gadis itu merasa sangat pusing hingga akhirnya jatuh pingsan dan untungnya Reno sigap menangkap tubuh Reva sehingga tak terjatuh ke jalan.
"Reva, bangun!" ucap Reno menepuk-nepuk pipi gadis itu berharap Reva bisa bangun.
"Bau alkohol?" batin Reno saat tak sengaja mencium aroma minuman haram itu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...