Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 304 (Ciuman)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 247


(Ciuman)


...•...


...•...


Tania dan Revan pun sampai di tempat Jordi berada alias markas Jordi serta para anak buahnya, mereka berdua turun dari mobil lalu jalan bersamaan menuju ke dalam markas tersebut. Tania tampak tersenyum karena ia masih dapat melihat tempat yang ia tinggali dahulu sebelum bertemu papanya, Tania sangat merindukan tempat itu dan senang sekali bisa kembali datang kesana bersama kekasihnya.


"Ini tempat kamu tinggal dulu?" tanya Revan.


"Iya sayang, disini lah tempat aku tinggal sebelum aku ketemu sama papa William dan pindah ke rumah yang mewah serta bergelimang harta." jawab Tania.


"Waw!" ucap Revan cukup terkejut sembari terus memandangi rumah Jordi yang ada di depannya.


"Yaudah, kita masuk yuk! Aku pengen ketemu sama bang Jordi dan silaturahmi, sekalian juga aku mau ajak kamu keliling-keliling di sekitar sini! Kamu mau kan sayang?" ucap Tania.


"Pasti mau dong! Asalkan sama kamu, jalan ke tumpukan sampah juga aku mau!" ujar Revan.


"Maksudnya apa? Kamu nyamain rumah bang Jordi sama tumpukan sampah gitu?" tanya Tania salah mengerti dan tampak marah.


"Eh gak gitu, kamu jangan salah paham dong! Maksudnya tuh kemanapun aku pergi, asalkan sama kamu itu aku mau!" ucap Revan menjelaskan.


"Halah, dasar tukang alasan!" cibir Tania kesal.


Tania yang ngambek pergi begitu saja ke depan teras rumah Jordi dan meninggalkan Revan yang tampak kebingungan disana, Revan juga terus saja menabok bibirnya sendiri karena asal bicara tadi.


"Tania tunggu aku dong!" teriak Revan sambil berlari mengejar Tania disana.


Revan pun mencekal lengan Tania dari belakang dan menariknya sehingga Tania berbalik badan lalu kini berada dalam dekapannya, Revan beralih memegang wajah Tania dan menatapnya tajam sambil tersenyum membuat gadis itu deg-degan.

__ADS_1


"Kamu ngapain sih?" tanya Tania heran.


"Aku mau minta maaf! Jangan marah dong sayang! Aku iya deh aku ngaku aku salah tadi, tapi please lah kamu jangan marah dong sama aku sayang!" ucap Revan membujuk gadisnya itu.


"Huft, tapi kamu janji jangan ngeselin lagi!" ujar Tania masih dengan wajah cemberut.


"Iya sayang, aku janji deh!" ucap Revan tersenyum.


Tania yang melihat senyum di wajah Revan justru reflek ikut tersenyum manis.


Cupp...


Tanpa basa-basi, Revan langsung mengecup bibir mungil gadisnya dengan singkat dan kemudian membelainya lembut sembari senyum-senyum saja melihat reaksi Tania yang menggemaskan.


"Kamu nakal ya! Kalo ada orang yang lihat gimana? Ini di deket jalanan loh, ish dasar!" ujar Tania.


"Gapapa kalo cuma kecup kecup mah, ya kan sayang?" ucap Revan.


"Haish, bodoamat lah!" ujar Tania.


Saat Tania hendak berbalik dan pergi, Revan kembali menarik tangan Tania lalu melumatt bibir gadis itu sesuai niatnya sedari tadi. Revan menahan tengkuk Tania dengan kuat dan memperdalam ciumannya, ia berhasil membuat Tania membuka mulutnya lalu mulai menggunakan lidahnya untuk menelusup masuk menyusuri rongga mulut Tania.


"Ish, kamu gak bisa tahan dikit apa?! Bisa-bisanya kamu cium aku di tempat ini, apa kamu gak malu ada yang lihat kita nanti ha?" ujar Tania.


"Hahaha, jangan marah-marah dong! Kamu aja tadi keenakan dan malah balas ciuman aku, lidah kamu kan juga nari-nari bareng lidah aku!" ucap Revan menggoda gadisnya.


"Udah ya gausah dibahas! Ayo kita masuk!" ucap Tania tegas.


"Iya sayang..."


Revan menurut kemudian mengikuti Tania melangkah ke depan pintu rumah Jordi.


Gadis itu pun mulai mengetuk pintu sembari memanggil nama Jordi alias ayah angkatnya itu, ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sosok Jordi yang sangat dirindukan olehnya.


TOK TOK TOK...


"Bang, bang Jordi!" ucapnya dengan suara agak keras supaya Jordi mendengar.


Namun, tak kunjung ada jawaban juga dari dalam sana yang membuat Tania berpikir kalau Jordi sedang tidak ada di rumahnya melainkan berada di markas tempat biasa mereka kumpul dulu.

__ADS_1


"Sayang, kayaknya bang Jordi gak ada disini deh! Kita ke markasnya aja yuk!" ucap Tania.


"Hah? Markas apaan?" tanya Revan terheran-heran.


"Ya tempatnya bang Jordi kerja, dia nyebut itu markas. Karena semua anak-anak yang kerja sama dia itu dikumpulin disana termasuk aku dan Rania dulu, udah yuk cepetan ah!" jelas Tania.


"Iya iya...." Revan mengangguk lalu mengikuti langkah Tania yang sudah lebih dulu pergi.


Revan lagi-lagi mencekal lengan Tania dari belakang dan mendekapnya, sehingga Tania terkejut dan tak bisa jalan lebih cepat.


"Ish, kamu apa-apaan sih?" bentak Tania kesal.


"Ya abis kamu main ninggalin aku gitu aja! Kita harus jalan bareng dong sayang, kan kita ini sebentar lagi mau nikah! Masa kamu mau duluan terus sih?" ucap Revan tersenyum.


Cupp...


Revan yang terbakar nafsuu akhirnya kembali melumatt bibir Tania disana, gadis itu diam saja membiarkan Revan melakukan apa yang dia ingin lakukan tanpa melawan, ya karena Tania juga suka dengan gaya ciuman dari sang kekasih.




Singkat cerita, Revan dan Tania sampai di markas Jordi setelah mereka puas berciuman dengan sedikit raba raba. Tania bahkan masih memegangi bibirnya dan mengusapnya membayangkan apa yang barusan ia lakukan dengan Revan, mungkin saja air liur Revan juga masih menempel di bibirnya itu.


Tania melihat sosok Jordi sedang duduk disana menghadap ke arah samping dengan rokok yang menempel di mulutnya, Tania pun langsung mengajak Revan untuk menghampiri ayah angkatnya itu dan mulai berjalan sambil senyum-senyum karena ia ingin segera mengobrol dengan Jordi membahas mengenai anak-anak asuh Jordi yang bekerja disana.


"Bang Jordi!" ucap Tania menyapa Jordi.


Sontak Jordi yang tengah melamun pun terkejut dengan suara yang memanggil namanya itu, ia menoleh lalu tersenyum ketika melihat Tania berada disana bersama kekasihnya.


"Eh Tania, Revan. Tumben banget kalian kesini, ada apa ya?" ucap Jordi keheranan.


"Iya bang, abisnya tadi aku ke rumah abang malah gak ada siapa-siapa disana. Eh ternyata bener bang Jordi malah lagi disini," ucap Tania.


"Hahaha, iya nih lagi mantau biasa. Yaudah, duduk dulu aja biar gak pegel!" ujar Jordi mempersilahkan Tania dan Revan duduk.


"Makasih bang!" ucap Tania dan Revan bersamaan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2