Preman Cantik

Preman Cantik
{SEASON 2} Episode 342 (Ke hotel?)


__ADS_3

...HALO LAGI GUYS!...


...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...


..."PREMAN CANTIK 2"...


...~~~...


#PREMAN CANTIK S2 EPS. 285


(Ke hotel?)


...•...


...•...


Rianti masih dihadapkan pada situasi yang rumit karena Athar alias putranya terus saja bertanya tentang siapa ayah kandungnya, hal itu membuat Rianti sangat kebingungan saat ini apakah ia harus mengatakan yang sejujurnya pada Athar atau ia tetap menahannya, jujur Rianti memang tidak ingin jika Athar mengetahui kalau ayah kandungnya itu Reno.


Namun, desakan dari Athar membuat Rianti teramat bingung dan tak tahu harus bagaimana saat ini meladeni Athar disana. Apalagi Lionel juga sudah tak bisa berbuat banyak untuk membantu Rianti istrinya itu, karena ia sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada Rianti di masa dahulu sampai wanita cantik itu bisa hamil sebelum ia menikah dengan siapapun.


"Mama jangan bohong terus dong sama Athar! Aku kan pengen banget tahu siapa papa kandung aku mah, apa mama gak perduli lagi sama aku? Makanya mama sembunyiin ini dari aku, iya?" ujar Athar.


"Kamu kok bicara begitu sih sayang? Mana mungkin mama gak perduli sama kamu? Mama ini sayang banget loh sama kamu, tapi memang waktunya belum pas aja buat mama cerita ke kamu siapa ayah kandung kamu itu!" jawab Rianti.


"Ah mama bohong! Aku gak percaya lagi sama mama, lebih baik aku pergi aja!" bentak Athar kesal.


Athar yang emosi langsung berbalik badan lalu pergi menuju kamarnya, Rianti sudah berusaha menahan putranya itu dengan cara berteriak meminta Athar untuk tetap disana bersamanya. Akan tetapi, Athar tetap kekeuh ingin pergi dan tak mau lagi berbicara dengan mamanya karena ia sangat kecewa pada Rianti yang terus saja berbohong tentang ayahnya.

__ADS_1


"Aku harus apa sekarang? Jujur aku gak sudi harus bilang ke Athar kalau ayahnya itu Reno, karena dia bukan laki-laki yang pantas untuk diakui sebagai ayah karena sikapnya itu!" batin Rianti.


Tak lama kemudian, Lionel sang suami muncul dari belakang dan mendekap tubuh istrinya yang sedang bersedih karena melihat putranya pergi itu. Lionel sangat tahu bahwa Rianti tengah bersedih akibat putranya yang terus saja bertanya mengenai siapa ayah kandungnya itu, ya Lionel juga merasa bersalah karena sudah menjadi penyebab Athar seperti itu.


"Sayang, maafin aku ya! Aku masih belum bisa bujuk Athar buat berhenti menanyakan siapa ayah kandungnya, aku merasa gagal jadi seorang suami dan ayah yang baik! Apalagi aku udah bikin kamu sama Athar jadi kayak gini, maaf banget ya sayang!" ucap Lionel sembari menempelkan dagunya pada pundak Rianti dan memberi kecupan lembut di area leher sang istri yang masih terdiam itu.


Rianti hanya menoleh menatap wajah suaminya tanpa bersuara, walaupun ia cukup tergoda saat Lionel mengecup lehernya dengan lembut itu.


"Sayang, aku berjanji bakal cari siapa ayah kandung Athar! Aku juga gak mau lihat kamu sedih terus begini, karena aku pengen kamu dan Athar itu bahagia selalu seperti dulu! Kemanapun itu, aku pasti akan cari dan temukan siapa yang udah perkosa kamu dulu!" ucap Lionel tegas.


Rianti pun terkejut mendengar kata-kata suaminya.


"Mas, kamu serius?" tanya Rianti dengan raut cemas.


"Iya sayang, ini semua aku lakuin demi kamu dan juga Athar! Aku pengen keluarga kita bahagia lagi seperti dulu, aku yakin hanya dengan menemukan siapa ayah kandung Athar pasti kebahagiaan kita bisa terbentuk kembali!" jawab Lionel.


"Tapi mas, kejadian itu udah sembilan tahun yang lalu! Gimana mungkin kamu bisa cari siapa pelaku pemerkosaan aku?" ucap Rianti.


Rianti terdiam melihat kesungguhan di wajah Lionel yang ingin menemukan siapa ayah Athar, Rianti pun tampak cemas dan takut kalau sampai Lionel berhasil mengetahui Reno lah ayah dari Athar.


...•••...


Disisi lain, Reno mengajak Lyota pergi menggunakan mobilnya ke suatu tempat yang masih dirahasiakan oleh pria tersebut. Ya katanya Reno ingin membuat kejutan untuk Lyota dan gadis itu harus bersabar sampai mereka tiba di tempat itu, namun entah mengapa Lyota justru cemas dan berpikir yang tidak-tidak pada calon suaminya tersebut saat ini.


Lyota terus menatap wajah Reno dari arah samping tempat ia duduk saat ini, ia sangat penasaran kemana sebenarnya Reno hendak membawa ia pergi dengan mobilnya itu. Apalagi sejak tadi arah jalan yang dilalui Reno cukup asing baginya dan ia seperti belum pernah melalui jalan itu, maka dari itu Lyota pun coba kembali bertanya pada Reno tentang itu.


"Reno, kamu tuh sebenarnya mau bawa aku kemana sih sayang? Ini kenapa juga daritadi kita gak sampai-sampai dan kebanyakan lewatin jalan sepi kayak gini?" tanya Lyota dengan wajah cemas.

__ADS_1


"Kamu gausah takut gitu sayang! Aku gak akan macam-macam kali sama kamu, kan kita ini calon suami-istri yang sebentar lagi akan menikah! Aku cuma mau bikin kamu bahagia aja sayang, sabar aja ya bentar lagi kita sampe kok!" ucap Reno.


"Tapi Ren, aku beneran loh kepo banget kamu mau aku kemana sekarang?!" ucap Lyota merengek.


"Hahaha, sabar aja ya sayang!" ucap Reno tertawa kecil sembari mencolek pipi Lyota karena ia gemas dengan ekspresi gadis itu saat ini.


"Haish, kamu ngeselin ih! Udah sih tinggal bilang aja kamu mau bawa aku kemana, kan gampang?!" ujar Lyota kesal.


"Iya iya sayang, tuh di depan tempatnya udah kelihatan!" ucap Reno menunjuk ke depan.


Sontak Lyota langsung menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Reno karena ia penasaran, dan tampak sebuah hotel mewah berdiri disana dengan nama yang cukup familiar, ya rekority hotel lah yang saat ini dilihat oleh mata kepala Lyota.


"Hotel? Maksud kamu kita mau ke hotel?" tanya Lyota penasaran.


"Iya dong sayang, itu tempat tujuan kita sekarang ini! Gimana? Kamu suka kan aku ajak ke hotel bintang tujuh itu?" ucap Reno tersenyum licik.


"Reno, kamu gila ya?" ujar Lyota panik.


"Enggak kok, aku masih waras. Buktinya aku ajak kamu nginep di hotel bintang tujuh, kalo aku gila mah aku udah bawa kamu ke semak-semak terus kita berduaan disana!" ucap Reno nyengir.


"Ish, Reno aku gak mau ke hotel! Kita itu belum sah jadi pasangan suami-istri, ayo puter balik Reno aku belum siap!" ucap Lyota.


"Udah gapapa, orang cuma nginep aja kok! Kita gak ngapa-ngapain disana nanti, kamu gak perlu panik kayak gitu kali sayang! Lagian kita kan sebentar lagi mau jadi suami-istri, aku harus pastikan kamu gak akan berkhianat dari aku sayang!" ucap Reno.


"Hah? Kamu gak perlu begini Reno, aku pasti setia kok sama kamu!" ucap Lyota.


Reno hanya tersenyum tanpa berbicara apapun lagi, ia sudah mantap ingin membawa Lyota ke hotel tersebut walau gadis itu menolak.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2